| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 10:1 - 22:16 = Kumpulan amsal-amsal Salomo |
| (1) Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. | (1) Minuman keras membuat orang kurang ajar dan ribut. Bodohlah orang yang minum sampai mabuk. | (1) WINE IS a mocker, strong drink a riotous brawler; and whoever errs or reels because of it is not wise. |
| (2) Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya. | (2) Murka raja bagaikan auman singa; orang yang membangkitkan kemarahannya berarti mencelakakan diri sendiri. | (2) The terror of a king is as the roaring of a lion; whoever provokes him to anger or angers himself against him sins against his own life. |
| (3) Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. | (3) Hanya orang bodohlah yang suka bertengkar; sikap yang terpuji ialah menjauhi pertengkaran. | (3) It is an honor for a man to cease from strife and keep aloof from it, but every fool will quarrel. |
| (4) Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. | (4) Petani yang malas tidak mengerjakan ladangnya pada waktunya; akhirnya pada musim menuai tanahnya tidak menghasilkan apa-apa. | (4) The sluggard does not plow when winter sets in; therefore he begs in harvest and has nothing. |
| (5) Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. | (5) Isi hati orang ibarat air sumur yang dalam; tapi bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian. | (5) Counsel in the heart of man is like water in a deep well, but a man of understanding draws it out. |
| (6) Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? | (6) Banyak orang mengaku dirinya adalah kawan, tetapi yang betul-betul setia, sukar ditemukan. | (6) Many a man proclaims his own loving-kindness and goodness, but a faithful man who can find? |
| (7) Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya. | (7) Anak-anak beruntung jika mempunyai ayah yang baik dan hidup lurus. | (7) The righteous man walks in his integrity; blessed (happy, fortunate, enviable) are his children after him. |
| (8) Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya. | (8) Bila raja duduk di kursi pengadilan, ia dapat melihat semua yang jahat. | (8) A king who sits on the throne of judgment winnows out all evil [like chaff] with his eyes. |
| (9) Siapakah dapat berkata: "Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?" | (9) Adakah orang yang bisa berkata, "Hatiku bersih, aku sudah bebas dari dosa?" | (9) Who can say, I have made my heart clean, I am pure from my sin? |
| (10) Dua macam batu timbangan, dua macam takaran, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN. | (10) Timbangan dan ukuran yang curang tidak disenangi TUHAN. | (10) Diverse weights [one for buying and another for selling] and diverse measures--both of them are exceedingly offensive and abhorrent to the Lord. |
| (11) Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya. | (11) Dari perbuatan anak dapat diketahui apakah kelakuannya baik dan lurus. | (11) Even a child is known by his acts, whether [or not] what he does is pure and right. |
| (12) Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN. | (12) Telinga untuk mendengar dan mata untuk memandang, kedua-duanya Tuhanlah yang menciptakan. | (12) The hearing ear and the seeing eye--the Lord has made both of them. |
| (13) Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang. | (13) Orang yang suka tidur akan jatuh miskin. Orang yang rajin bekerja mempunyai banyak makanan. | (13) Love not sleep, lest you come to poverty; open your eyes and you will be satisfied with bread. |
| (14) "Tidak baik! Tidak baik!", kata si pembeli, tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya. | (14) Pembeli selalu mengeluh tentang mahalnya harga. Tetapi setelah membeli, ia bangga atas harga yang diperolehnya. | (14) It is worthless, it is worthless! says the buyer; but when he goes his way, then he boasts [about his bargain]. |
| (15) Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan. | (15) Kata-kata yang mengandung pengetahuan, lebih berharga daripada emas dan berlian. | (15) There is gold, and a multitude of pearls, but the lips of knowledge are a vase of preciousness [the most precious of all]. |
| (16) Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing. | (16) Siapa mau menanggung utang orang lain, layak diambil miliknya sebagai jaminan janjinya. | (16) [The judge tells the creditor] Take the garment of one who is security for a stranger; and hold him in pledge when he is security for foreigners. |
| (17) Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil. | (17) Harta hasil tipuan, mula-mula lezat rasanya, tetapi kemudian terasa seperti kerikil belaka. | (17) Food gained by deceit is sweet to a man, but afterward his mouth will be filled with gravel. |
| (18) Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat. | (18) Rencana berhasil oleh pertimbangan; sebab itu, janganlah berjuang tanpa membuat rencana yang matang. | (18) Purposes and plans are established by counsel; and [only] with good advice make or carry on war. |
| (19) Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. | (19) Orang yang senang membicarakan orang lain, tidak dapat menyimpan rahasia; janganlah bergaul dengan orang yang terlalu banyak bicara. | (19) He who goes about as a talebearer reveals secrets; therefore associate not with him who talks too freely. |
| (20) Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap. | (20) Orang yang mengutuk orang tuanya, hidupnya akan lenyap seperti lampu yang padam di malam yang gelap. | (20) Whoever curses his father or his mother, his lamp shall be put out in complete darkness. |
| (21) Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. | (21) Harta yang mula-mula diperoleh dengan cepat, akhirnya ternyata bukan berkat. | (21) An inheritance hastily gotten [by greedy, unjust means] at the beginning, in the end it will not be blessed. |
| (22) Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. | (22) Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; percayalah kepada TUHAN, Ialah yang akan menolong. | (22) Do not say, I will repay evil; wait [expectantly] for the Lord, and He will rescue you. |
| (23) Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik. | (23) Neraca dan batu timbangan yang curang tidak disenangi TUHAN. | (23) Diverse and deceitful weights are shamefully vile and abhorrent to the Lord, and false scales are not good. |
| (24) Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? | (24) TUHAN sudah menentukan jalan hidup manusia di dunia ini; itu sebabnya manusia tak dapat mengerti jalan hidupnya sendiri. | (24) Man's steps are ordered by the Lord. How then can a man understand his way? |
| (25) Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar. | (25) Pikir baik-baik sebelum menjanjikan kurban kepada TUHAN. Boleh jadi engkau akan menyesal kemudian. | (25) It is a snare to a man to utter a vow [of consecration] rashly and [not until] afterward inquire [whether he can fulfill it]. |
| (26) Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik, dan menggilas mereka berulang-ulang. | (26) Raja yang bijaksana tahu siapa orang yang jahat; ia akan menghukum mereka tanpa ampun. | (26) A wise king winnows out the wicked [from among the good] and brings the threshing wheel over them [to separate the chaff from the grain]. |
| (27) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. | (27) Hati nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. | (27) The spirit of man [that factor in human personality which proceeds immediately from God] is the lamp of the Lord, searching all his innermost parts. |
| (28) Kasih dan setia melindungi raja, dan dengan kasih ia menopang takhtanya. | (28) Kalau raja memerintah dengan kasih, jujur dan adil, maka ia akan tetap berkuasa. | (28) Loving-kindness and mercy, truth and faithfulness, preserve the king, and his throne is upheld by [the people's] loyalty. |
| (29) Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban. | (29) Orang muda dikagumi karena kekuatannya, dan orang tua dihormati karena ubannya. | (29) The glory of young men is their strength, and the beauty of old men is their gray head [suggesting wisdom and experience]. |
| (30) Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati. | (30) Ada kalanya pengalaman pahit menghapuskan kejahatan, dan membersihkan hati manusia. | (30) Blows that wound cleanse away evil, and strokes [for correction] reach to the innermost parts. |
Amsal (Proverbs) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
Turut menyebarkan kabar gembira ini ke teman teman dan saudara saudara anda melalui Facebook
|
|
|