website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Mau Pasang Iklan ? Hubungi administrasi melalui email
logo agen nomor cantik GSM Indonesia
www.agennomor.com

TEMPAT IKLAN KOSONG
MAU PASANG IKLAN ?
HUBUNGI ADMINISTRASI

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 3 buah terjemahan alkitab yaitu:
  1. Bahasa Indonesia Terjemahan Baru (TB) = Alkitab yang paling banyak digunakan saat ini
  2. Bahasa Indonesia Sehari hari (BIS / Alkitab Kabar Baik) = Alkitab terjemahan yang mudah dimengerti.
  3. Bahasa Inggris (English Amplified Bible) = Easy English Bible (versi bahasa Inggris ini di ikut sertakan agar memperjelas arti alkitab sesungguhnya)
Karena website ini memiliki seluruh isi Alkitab maka website ini di desain sesederhana mungkin agar jelas, mudah dan cepat di akses.
 
Apakah anda membutuhkan program Alkitab untuk komputer atau website atau
handphone yang berbasis J2ME (Blackberry, Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, Motorola, dll) anda ?
Jika betul maka silahkan klik disini.
 
Cari Ayat Dalam Alkitab (Search Word)
Kata-kata yang ingin dicari (Words)     Cara:  
Bagian (Part)
Bahasa (Language)
Ibrani (Hebrews)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal):
12345678- 9 -10111213

Dibawah ini adalah seluruh isi Injil Surat Kepada Orang Ibrani 9 (Ibrani / IBR / Hebrews 9)

Terjemahan Baru Bahasa Indonesia Sehari Hari English [Amplified]
9:1-10 = Tempat kudus di bumi dan di sorga
(1) Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.(1) Perjanjian yang pertama mempunyai peraturan-peraturan ibadat, dan mempunyai juga tempat ibadat buatan manusia.(1) NOW EVEN the first covenant had its own rules and regulations for divine worship, and it had a sanctuary [but one] of this world.
(2) Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.(2) Sebuah kemah didirikan yang bagian depannya dinamakan Ruang Suci. Di situ ada standar untuk pelita, dan ada juga meja dengan roti yang dipersembahkan kepada Allah.(2) For a tabernacle (tent) was erected, in the outer division or compartment of which were the lampstand and the table with [its loaves of] the showbread set forth. [This portion] is called the Holy Place.
(3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.(3) Di bagian dalamnya, yaitu di belakang gorden yang kedua, ada ruangan yang dinamakan Ruang Mahasuci.(3) But [inside] beyond the second curtain or veil, [there stood another] tabernacle [division] known as the Holy of Holies.
(4) Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,(4) Di dalam ruangan itu ada mezbah yang dibuat dari emas untuk membakar dupa, dan ada juga Peti Perjanjian yang seluruhnya dilapisi dengan emas. Di dalam Peti itu terdapat belanga emas berisi manna, tongkat Harun yang telah bertunas, dan dua lempeng batu tulis yang di atasnya tertulis sepuluh perintah dari Allah.(4) It had the golden altar of incense and the ark (chest) of the covenant, covered over with wrought gold. This [ark] contained a golden jar which held the manna and the rod of Aaron that sprouted and the [two stone] slabs of the covenant [bearing the Ten Commandments].
(5) dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.(5) Di atas Peti itu terdapat dua Kerub, yaitu makhluk bersayap yang melambangkan kehadiran Allah. Sayap dari kedua makhluk itu terkembang di atas tutup Peti, yaitu tempat pengampunan dosa. Tetapi semuanya itu tidak dapat diterangkan sekarang secara terperinci.(5) Above [the ark] and overshadowing the mercy seat were the representations of the cherubim [winged creatures which were the symbols] of glory. We cannot now go into detail about these things.
(6) Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,(6) Begitulah semuanya diatur. Tiap-tiap hari imam-imam masuk ke dalam bagian depan kemah itu untuk menjalankan tugas mereka.(6) These arrangements having thus been made, the priests enter [habitually] into the outer division of the tabernacle in performance of their ritual acts of worship.
(7) tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.(7) Yang masuk ke bagian paling dalam dari kemah itu hanyalah imam agung saja. Ia melakukan itu cuma sekali setahun. Itu dilakukannya dengan membawa darah untuk dipersembahkan kepada Allah karena dirinya sendiri dan karena dosa-dosa yang dilakukan tanpa sadar oleh umat-Nya.(7) But into the second [division of the tabernacle] none but the high priest goes, and he only once a year, and never without taking a sacrifice of blood with him, which he offers for himself and for the errors and sins of ignorance and thoughtlessness which the people have committed.
(8) Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.(8) Dengan aturan tersebut, Roh Allah menunjukkan dengan jelas, bahwa selama kemah bagian depan itu masih berdiri, jalan masuk ke dalam Ruang Mahasuci itu belum terbuka.(8) By this the Holy Spirit points out that the way into the [true Holy of] Holies is not yet thrown open as long as the former [the outer portion of the] tabernacle remains a recognized institution and is still standing,
(9) Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,(9) Ini melambangkan zaman sekarang; berarti bahwa persembahan-persembahan dan kurban-kurban binatang yang dipersembahkan kepada Allah, tidak dapat menyempurnakan hati nurani orang yang membawa persembahan.(9) Seeing that that first [outer portion of the] tabernacle was a parable (a visible symbol or type or picture of the present age). In it gifts and sacrifices are offered, and yet are incapable of perfecting the conscience or of cleansing and renewing the inner man of the worshiper.
(10) karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.(10) Sebab upacara-upacara itu hanya berkenaan dengan makanan, minuman, dan bermacam-macam upacara penyucian. Semuanya cuma peraturan-peratura lahir yang berlaku hanya sampai saatnya Allah mengadakan pembaharuan.(10) For [the ceremonies] deal only with clean and unclean meats and drinks and different washings, [mere] external rules and regulations for the body imposed to tide the worshipers over until the time of setting things straight [of reformation, of the complete new order when Christ, the Messiah, shall establish the reality of what these things foreshadow--a better covenant].
9:11-28 = Kristus adalah Pengantara dari perjanjian yang baru
(11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --(11) Tetapi Kristus sudah datang sebagai Imam Agung dari hal-hal yang baik yang sudah ada. Kemah Tuhan di mana Ia mengerjakan tugas-Nya sebagai Imam Agung adalah kemah yang lebih agung dan lebih sempurna. Itu tidak dibuat oleh manusia; artinya bukan berasal dari dunia yang diciptakan ini.(11) But [that appointed time came] when Christ (the Messiah) appeared as a High Priest of the better things that have come and are to come. [Then] through the greater and more perfect tabernacle not made with [human] hands, that is, not a part of this material creation,
(12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.(12) Kristus memasuki Ruang Mahasuci di dalam kemah itu hanya sekali saja untuk selama-lamanya. Pada waktu itu Ia tidak membawa darah kambing jantan atau darah anak lembu untuk dipersembahkan; Ia membawa darah-Nya sendiri, dan dengan itu Ia membebaskan kita untuk selama-lamanya.(12) He went once for all into the [Holy of] Holies [of heaven], not by virtue of the blood of goats and calves [by which to make reconciliation between God and man], but His own blood, having found and secured a complete redemption (an everlasting release for us).
(13) Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,(13) Darah dari kambing dan sapi jantan serta abu dari kurban anak sapi, dipakai untuk memerciki orang-orang yang najis menurut peraturan agama supaya mereka menjadi bersih.(13) For if [the mere] sprinkling of unholy and defiled persons with blood of goats and bulls and with the ashes of a burnt heifer is sufficient for the purification of the body,
(14) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.(14) Nah, kalau darah dan abu itu dapat membersihkan kenajisan orang-orang itu, apalagi darah Kristus! Melalui Roh yang abadi, Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai kurban yang sempurna. Darah-Nya membersihkan hati nurani kita dari upacara agama yang tidak berguna, supaya kita dapat melayani Allah yang hidup.(14) How much more surely shall the blood of Christ, Who by virtue of [His] eternal Spirit [His own preexistent divine personality] has offered Himself as an unblemished sacrifice to God, purify our consciences from dead works and lifeless observances to serve the [ever] living God?
(15) Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.(15) Itulah sebabnya Kristus menjadi Pengantara untuk suatu perjanjian yang baru, supaya orang yang sudah dipanggil oleh Allah dapat menerima berkat-berkat abadi yang telah dijanjikan oleh Allah. Semuanya itu dapat terjadi karena sudah ada yang mati, yaitu Kristus; dan kematian-Nya itu membebaskan orang dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan pada waktu perjanjian yang pertama masih berlaku.(15) [Christ, the Messiah] is therefore the Negotiator and Mediator of an [entirely] new agreement (testament, covenant), so that those who are called and offered it may receive the fulfillment of the promised everlasting inheritance--since a death has taken place which rescues and delivers and redeems them from the transgressions committed under the [old] first agreement.
(16) Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.(16) Kalau ada surat warisan, harus juga ada buktinya bahwa orang yang membuat surat itu sudah meninggal.(16) For where there is a [last] will and testament involved, the death of the one who made it must be established,
(17) Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.(17) Sebab surat warisan tidak berlaku selama orang yang membuatnya masih hidup. Surat itu berlaku hanya setelah orang itu mati.(17) For a will and testament is valid and takes effect only at death, since it has no force or legal power as long as the one who made it is alive.
(18) Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.(18) Karena itu perjanjian yang pertama pun harus disahkan dengan darah.(18) So even the [old] first covenant (God's will) was not inaugurated and ratified and put in force without the shedding of blood.
(19) Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,(19) Mula-mula Musa menyampaikan semua perintah hukum Allah kepada bangsa Israel. Sesudah itu Musa mengambil darah anak sapi dan darah kambing jantan, lalu mencampurkannya dengan air, kemudian memercikkannya pada Kitab Hukum-hukum dari Allah dan pada seluruh bangsa Israel dengan memakai rerumput hisop dan bulu domba berwarna merah tua.(19) For when every command of the Law had been read out by Moses to all the people, he took the blood of slain calves and goats, together with water and scarlet wool and with a bunch of hyssop, and sprinkled both the Book (the roll of the Law and covenant) itself and all the people,
(20) sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."(20) Sambil melakukan itu Musa berkata, "Inilah darah yang mensahkan perjanjian dari Allah yang harus kalian taati."(20) Saying these words: This is the blood that seals and ratifies the agreement (the testament, the covenant) which God commanded [me to deliver to] you.
(21) Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.(21) Kemudian dengan cara yang sama, Musa memercikkan darah itu juga pada Kemah Tuhan dan pada semua alat-alat untuk ibadah.(21) And in the same way he sprinkled with the blood both the tabernacle and all the [sacred] vessels and appliances used in [divine] worship.
(22) Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.(22) Memang menurut hukum agama Yahudi, hampir segala sesuatu disucikan dengan darah; dan dosa hanya bisa diampuni kalau ada penumpahan darah.(22) [In fact] under the Law almost everything is purified by means of blood, and without the shedding of blood there is neither release from sin and its guilt nor the remission of the due and merited punishment for sins.
(23) Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.(23) Dengan cara seperti itulah barang-barang yang melambangkan hal-hal yang di surga, perlu disucikan. Tetapi untuk hal-hal yang di surga itu sendiri diperlukan kurban yang jauh lebih baik.(23) By such means, therefore, it was necessary for the [earthly] copies of the heavenly things to be purified, but the actual heavenly things themselves [required far] better and nobler sacrifices than these.
(24) Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.(24) Sebab Kristus tidak masuk ke Ruang Suci buatan manusia, yang hanya melambangkan Ruang Suci yang sebenarnya. Kristus masuk ke surga sendiri; di sana Ia sekarang menghadap Allah untuk kepentingan kita.(24) For Christ (the Messiah) has not entered into a sanctuary made with [human] hands, only a copy and pattern and type of the true one, but [He has entered] into heaven itself, now to appear in the [very] presence of God on our behalf.
(25) Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.(25) Imam agung Yahudi tiap-tiap tahun masuk ke Ruang Mahasuci di dalam Rumah Tuhan dengan membawa darah seekor binatang. Tetapi Kristus tidak masuk untuk mempersembahkan diri-Nya berulang-ulang.(25) Nor did He [enter into the heavenly sanctuary to] offer Himself regularly again and again, as the high priest enters the [Holy of] Holies every year with blood not his own.
(26) Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.(26) Sebab kalau demikian, itu berarti Ia sudah berulang-ulang menderita sejak dunia ini diciptakan. Tetapi nyatanya, sekarang pada zaman akhir ini, Ia datang satu kali saja untuk menghapus dosa dengan mengurbankan diri-Nya sendiri.(26) For then would He often have had to suffer [over and over again] since the foundation of the world. But as it now is, He has once for all at the consummation and close of the ages appeared to put away and abolish sin by His sacrifice [of Himself].
(27) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,(27) Allah sudah menetapkan bahwa manusia mati satu kali saja dan setelah itu diadili oleh Allah.(27) And just as it is appointed for [all] men once to die, and after that the [certain] judgment,
(28) demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.(28) Begitu juga Kristus satu kali saja dipersembahkan sebagai kurban untuk menghapus dosa banyak orang. Ia akan datang lagi pada kedua kalinya, bukan untuk menyelesaikan persoalan dosa, tetapi untuk menyelamatkan orang-orang yang menantikan kedatangan-Nya.(28) Even so it is that Christ, having been offered to take upon Himself and bear as a burden the sins of many once and once for all, will appear a second time, not to carry any burden of sin nor to deal with sin, but to bring to full salvation those who are [eagerly, constantly, and patiently] waiting for and expecting Him.
Ibrani (Hebrews)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal):
12345678- 9 -10111213
Turut menyebarkan kabar gembira ini ke teman teman dan saudara saudara anda melalui Facebook

Perjanjian Lama (Old Testament)
Kejadian
(Genesis)
Keluaran
(Exodus)
Imamat
(Leviticus)
Bilangan
(Numbers)
Ulangan
(Deuteronomy)
Yosua
(Joshua)
Hakim Hakim
(Judges)
Rut
(Ruth)
1 Samuel
(1 Samuel)
2 Samuel
(2 Samuel)
1 Raja Raja
(1 Kings)
2 Raja Raja
(2 Kings)
1 Tawarikh
(1 Chronicles)
2 Tawarikh
(2 Chronicles)
Ezra
(Ezra)
Nehemia
(Nehemiah)
Ester
(Esther)
Ayub
(Job)
Mazmur
(Psalm)
Amsal
(Proverbs)
Pengkhotbah
(Ecclesiastes)
Kidung Agung
(Song of Solomon)
Yesaya
(Isaiah)
Yeremia
(Jeremiah)
Ratapan
(Lamentations)
Yehezkiel
(Ezekiel)
Daniel
(Daniel)
Hosea
(Hosea)
Yoel
(Joel)
Amos
(Amos)
Obaja
(Obadiah)
Yunus
(Jonah)
Mikha
(Micah)
Nahum
(Nahum)
Habakuk
(Habakkuk)
Zafanya
(Zephaniah)
Hagai
(Haggai)
Zakharia
(Zechariah)
Maleakhi
(Malachi)
Perjanjian Baru (New Testament)
Matius
(Matthew)
Markus
(Mark)
Lukas
(Luke)
Yohanes
(John)
Kisah Para Rasul
(Acts)
Roma
(Romans)
1 Korintus
(1 Corinthians)
2 Korintus
(2 Corinthians)
Galatia
(Galatians)
Efesus
(Ephesians)
Filipi
(Philippians)
Kolose
(Colossians)
1 Tesalonika
(1 Thessalonians)
2 Tesalonika
(2 Thessalonians)
1 Timotius
(1 Timothy)
2 Timotius
(2 Timothy)
Titus
(Titus)
Filemon
(Philemon)
Ibrani
(Hebrews)
Yakobus
(James)
1 Petrus
(1 Peter)
2 Petrus
(2 Peter)
1 Yohanes
(1 John)
2 Yohanes
(2 John)
3 Yohanes
(3 John)
Yudas
(Jude)
Wahyu
(Revelation)
 

© Copyright www.JESOES.com 2007 - 2012
Last Database Update : 02 March 2013
Last Website Code Update : 07 December 2012
Website ini telah lulus cek
W3C xHTML 1.0
this website is certified xHTML 1.10
Page Hit: 31,492,990

Created By OTAK INFO

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik tentang desain atau cara pemakaian (navigasi) atau yang berhubungan dengan isi alkitab dalam website ini,
jika ada kata atau kalimat yang salah eja atau titik atau bahkan koma,
maka jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan (menghubungi) kepada webmaster (administrasi) melalui email ke
info (at) jesoes (dot) com