| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 4:16 - 5:1 = Kedua mempelai saling menyapa |
| (1) --Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta! | (1) Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku; kumakan sarang lebah dan maduku, kuminum susu dan air anggurku. | (1) I HAVE come into my garden, my sister, my [promised] bride; I have gathered my myrrh with my balsam and spice [from your sweet words I have gathered the richest perfumes and spices]. I have eaten my honeycomb with my honey; I have drunk my wine with my milk. Eat, O friends [feast on, O revelers of the palace; you can never make my lover disloyal to me]! Drink, yes, drink abundantly of love, O precious one [for now I know you are mine, irrevocably mine! With his confident words still thrilling her heart, through the lattice she saw her shepherd turn away and disappear into the night]. |
| 5:2-8 = Kerinduan mempelai perempuan |
| (2) Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!" | (2) Aku tidur, namun hatiku berjaga. Dengarlah, kekasihku mengetuk pintu. | (2) I went to sleep, but my heart stayed awake. [I dreamed that I heard] the voice of my beloved as he knocked [at the door of my mother's cottage]. Open to me, my sister, my love, my dove, my spotless one [he said], for I am wet with the [heavy] night dew; my hair is covered with it. |
| (3) Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula? | (3) Bajuku sudah kulepaskan; apakah akan kupakai lagi? Kakiku sudah kubasuh, apakah akan kukotori lagi? | (3) [But weary from a day in the vineyards, I had already sought my rest] I had put off my garment--how could I [again] put it on? I had washed my feet--how could I [again] soil them? |
| (4) Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. | (4) Berdebar-debar hatiku karena kekasihku memegang gagang pintu. | (4) My beloved put in his hand by the hole of the door, and my heart was moved for him. |
| (5) Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu. | (5) Maka bangunlah aku hendak membuka pintu bagi kekasihku. Mur menetes dari tangan dan jari-jariku, membasahi pegangan kancing pintu. | (5) I rose up to open for my beloved, and my hands dripped with myrrh, and my fingers with liquid [sweet-scented] myrrh, [which he had left] upon the handles of the bolt. |
| (6) Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. | (6) Kubukakan pintu bagi kekasihku, tetapi ia telah berbalik dan pergi. Aku sangat merindukan suaranya; kucari dia, tapi sia-sia. Kupanggil namanya, tapi ia tak menyahut. | (6) I opened for my beloved, but my beloved had turned away and withdrawn himself, and was gone! My soul went forth [to him] when he spoke, but it failed me [and now he was gone]! I sought him, but I could not find him; I called him, but he gave me no answer. |
| (7) Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok. | (7) Aku ditemui para peronda kota; mereka memukul dan melukai aku, selendangku mereka ambil dengan paksa. | (7) The watchmen who go about the city found me. They struck me, they wounded me; the keepers of the walls took my veil and my mantle from me. |
| (8) Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! | (8) Berjanjilah, hai putri-putri Yerusalem, bila kamu menemukan kekasihku, kabarkanlah kepadanya, bahwa aku sakit asmara. | (8) I charge you, O daughters of Jerusalem, if you find my beloved, that you tell him that I am sick from love [simply sick to be with him]. |
| 5:9 - 6:3 = Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki di hadapan puteri-puteri Yerusalem |
| (9) --Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini? | (9) Apakah kekasihmu melebihi kekasih-kekasih lain, hai gadis yang paling jelita? Apakah kekasihmu melebihi kekasih-kekasih lain, sehingga engkau menyuruh kami berjanji? | (9) What is your beloved more than another beloved, O you fairest among women [taunted the ladies]? What is your beloved more than another beloved, that you should give us such a charge? |
| (10) --Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang. | (10) Kekasihku gagah dan tampan, unggul di antara sepuluh ribu orang. | (10) [She said] My beloved is fair and ruddy, the chief among ten thousand! |
| (11) Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak. | (11) Kepalanya seperti emas, emas murni, rambutnya berombak dan hitam, sehitam gagak. | (11) His head is [as precious as] the finest gold; his locks are curly and bushy and black as a raven. |
| (12) Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh. | (12) Matanya bagaikan merpati pada mata air, merpati bermandi susu, duduk di tepi kolam. | (12) His eyes are like doves beside the water brooks, bathed in milk and fitly set. |
| (13) Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. Bunga-bunga bakung bibirnya, bertetesan cairan mur. | (13) Pipinya seperti kebun rempah yang wangi, bibirnya bunga bakung yang meneteskan mur asli. | (13) His cheeks are like a bed of spices or balsam, like banks of sweet herbs yielding fragrance. His lips are like bloodred anemones or lilies distilling liquid [sweet-scented] myrrh. |
| (14) Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata Tarsis, tubuhnya ukiran dari gading, bertabur batu nilam. | (14) Tangannya elok, bercincin emas dengan permata, tubuhnya bagaikan gading bertatah batu nilam. | (14) His hands are like rods of gold set with [nails of] beryl or topaz. His body is a figure of bright ivory overlaid with [veins of] sapphires. |
| (15) Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya seperti gunung Libanon, terpilih seperti pohon-pohon aras. | (15) Kakinya seperti tiang-tiang marmer putih, dengan alas emas murni. Perawakannya segagah gunung-gunung di Libanon, dan seanggun pohon aras. | (15) His legs are like strong and steady pillars of marble set upon bases of fine gold. His appearance is like Lebanon, excellent, stately, and majestic as the cedars. |
| (16) Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. | (16) Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem! | (16) His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem! |
Kidung Agung (Song of Solomon) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
Turut menyebarkan kabar gembira ini ke teman teman dan saudara saudara anda melalui Facebook
|
|
|