| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
4:1-20 = Perumpamaan tentang seorang penabur (Mat 13:1-23; Luk 8:4-15) |
| (1) Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. | (1) Yesus mengajar lagi di pantai Danau Galilea. Banyak sekali orang mengerumuni Dia. Karena itu Ia pergi duduk di dalam sebuah perahu di atas air, dan orang banyak itu berdiri di pinggir danau. | (1) AGAIN JESUS began to teach beside the lake. And a very great crowd gathered about Him, so that He got into a ship in order to sit in it on the sea, and the whole crowd was at the lakeside on the shore. |
| (2) Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: | (2) Lalu Yesus mengajar banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan. Beginilah Ia mengajar mereka. | (2) And He taught them many things in parables (illustrations or comparisons put beside truths to explain them), and in His teaching He said to them: |
| (3) Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. | (3) "Dengarlah! Adalah seorang petani pergi menabur benih. | (3) Give attention to this! Behold, a sower went out to sow. |
| (4) Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. | (4) Ketika ia sedang menabur, ada benih yang jatuh di jalan. Lalu burung datang dan benih itu dimakan habis. | (4) And as he was sowing, some seed fell along the path, and the birds came and ate it up. |
| (5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. | (5) Ada juga yang jatuh di tempat berbatu-batu yang tanahnya sedikit. Benih-benih itu segera tumbuh karena kurang tanah, | (5) Other seed [of the same kind] fell on ground full of rocks, where it had not much soil; and at once it sprang up, because it had no depth of soil; |
| (6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. | (6) tetapi waktu matahari naik, tunas-tunas itu mulai layu kemudian kering dan mati karena akarnya tidak masuk cukup dalam. | (6) And when the sun came up, it was scorched, and because it had not taken root, it withered away. |
| (7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. | (7) Ada pula benih yang jatuh di tengah semak berduri. Semak berduri itu tumbuh dan menghimpit tunas-tunas itu sehingga tidak berbuah. | (7) Other seed [of the same kind] fell among thorn plants, and the thistles grew and pressed together and utterly choked and suffocated it, and it yielded no grain. |
| (8) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." | (8) Tetapi ada juga benih yang jatuh di tanah yang subur. Benih itu tumbuh, lalu menjadi besar lalu berbuah, ada yang tiga puluh, ada yang enam puluh, dan ada yang seratus kali lipat." | (8) And other seed [of the same kind] fell into good (well-adapted) soil and brought forth grain, growing up and increasing, and yielded up to thirty times as much, and sixty times as much, and even a hundred times as much as had been sown. |
| (9) Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" | (9) Sesudah menceritakan perumpamaan itu, Yesus berkata, "Kalian punya telinga, dengarkan!" | (9) And He said, He who has ears to hear, let him be hearing [and let him consider, and comprehend]. |
| (10) Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. | (10) Ketika Yesus sendirian, orang-orang yang sudah mendengar pengajaran-Nya datang kepada-Nya bersama-sama dengan kedua belas pengikut-Nya. Mereka minta Ia menerangkan arti perumpamaan itu. | (10) And as soon as He was alone, those who were around Him, with the Twelve [apostles], began to ask Him about the parables. |
| (11) Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, | (11) Maka Yesus berkata kepada mereka, "Kalian sudah diberi anugerah untuk mengetahui rahasia tentang bagaimana Allah memerintah. Tetapi orang-orang luar diajar dengan perumpamaan, | (11) And He said to them, To you has been entrusted the mystery of the kingdom of God [that is, the secret counsels of God which are hidden from the ungodly]; but for those outside [ of our circle] everything becomes a parable, |
| (12) supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." | (12) supaya 'Mereka akan terus memperhatikan tetapi tidak tahu apa yang terjadi, mereka akan terus mendengar, tetapi tidak mengerti, ini terjadi supaya mereka jangan melihat dan mengerti dan jangan datang kepada Allah dan Allah mengampuni mereka.'" | (12) In order that they may [indeed] look and look but not see and perceive, and may hear and hear but not grasp and comprehend, lest haply they should turn again, and it [ their willful rejection of the truth] should be forgiven them. |
| (13) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? | (13) Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Kalau kalian tidak mengerti perumpamaan itu, bagaimana kalian dapat mengerti perumpamaan-perumpama yang lain? | (13) And He said to them, Do you not discern and understand this parable? How then is it possible for you to discern and understand all the parables? |
| (14) Penabur itu menaburkan firman. | (14) Penabur itu adalah orang yang menyiarkan berita dari Allah. | (14) The sower sows the Word. |
| (15) Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. | (15) Benih yang jatuh di jalan ibarat orang-orang yang mendengar kabar tentang bagaimana Allah memerintah. Begitu mendengar, Iblis datang dan mengambil apa yang sudah ditabur dalam hati mereka. | (15) The ones along the path are those who have the Word sown [in their hearts], but when they hear, Satan comes at once and [by force] takes away the message which is sown in them. |
| (16) Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, | (16) Benih yang jatuh di tempat berbatu-batu ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu, dan langsung menerimanya dengan senang hati. | (16) And in the same way the ones sown upon stony ground are those who, when they hear the Word, at once receive and accept and welcome it with joy; |
| (17) tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. | (17) Tetapi kabar itu tidak berakar dalam hati mereka, sehingga tidak tahan lama. Begitu mereka menderita kesusahan atau penganiayaan karena kabar itu, langsung mereka murtad. | (17) And they have no real root in themselves, and so they endure for a little while; then when trouble or persecution arises on account of the Word, they immediately are offended (become displeased, indignant, resentful) and they stumble and fall away. |
| (18) Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, | (18) Benih yang jatuh di tengah semak berduri itu ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu, | (18) And the ones sown among the thorns are others who hear the Word; |
| (19) lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. | (19) tetapi khawatir tentang hidup mereka dan ingin hidup mewah. Nafsu untuk berbagai hal masuk ke dalam hati mereka. Karena itu kabar dari Allah terhimpit di dalam hati mereka, sehingga tidak berbuah. | (19) Then the cares and anxieties of the world and distractions of the age, and the pleasure and delight and false glamour and deceitfulness of riches, and the craving and passionate desire for other things creep in and choke and suffocate the Word, and it becomes fruitless. |
| (20) Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat." | (20) Dan benih yang jatuh di tanah yang subur itu ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu dan menerimanya, mereka berbuah banyak, ada yang tiga puluh, ada yang enam puluh, dan ada yang seratus kali lipat hasilnya." | (20) And those sown on the good (well-adapted) soil are the ones who hear the Word and receive and accept and welcome it and bear fruit--some thirty times as much as was sown, some sixty times as much, and some [even] a hundred times as much. |
4:21-25 = Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran (Luk 8:16-18) |
| (21) Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. | (21) Selanjutnya Yesus berkata pula, "Pernahkah orang menyalakan lampu lalu menutupnya dengan tempayan, atau meletakkannya di bawah tempat tidur? Apakah ia tidak menaruh lampu itu pada kaki lampu? | (21) And He said to them, Is the lamp brought in to be put under a peck measure or under a bed, and not [to be put] on the lampstand? |
| (22) Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. | (22) Tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan kelihatan; dan tidak ada yang dirahasiakan yang tidak akan terbongkar. | (22) [ Things are hidden temporarily only as a means to revelation.] For there is nothing hidden except to be revealed, nor is anything [temporarily] kept secret except in order that it may be made known. |
| (23) Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" | (23) Sebab itu, kalau punya telinga, dengarkan!" | (23) If any man has ears to hear, let him be listening and let him perceive and comprehend. |
| (24) Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. | (24) Lalu Yesus berkata lagi, "Perhatikanlah apa yang kalian dengar ini! Ukuran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai juga oleh Allah untuk kalian--dan bahkan lebih banyak lagi. | (24) And He said to them, Be careful what you are hearing. The measure [of thought and study] you give [to the truth you hear] will be the measure [of virtue and knowledge] that comes back to you--and more [besides] will be given to you who hear. |
| (25) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." | (25) Sebab orang yang sudah mempunyai, akan diberi lebih banyak lagi; tetapi orang yang tidak mempunyai, sedikit yang masih ada padanya akan diambil juga." | (25) For to him who has will more be given; and from him who has nothing, even what he has will be taken away [ by force], |
4:26-29 = Perumpamaan tentang benih yang tumbuh (Luk 8:16-18) |
| (26) Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, | (26) Yesus menyambung pembicaraan-Nya lagi, "Bila Allah memerintah sebagai Raja, keadaannya dapat diumpamakan seperti seorang yang menabur benih di ladangnya. | (26) And He said, The kingdom of God is like a man who scatters seed upon the ground, |
| (27) lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. | (27) Malam hari ia tidur; siang hari ia bangun. Dan sementara itu benih-benih itu terus bertumbuh dan menjadi besar. Tetapi bagaimana caranya benih-benih itu tumbuh dan menjadi besar, orang itu tidak tahu. | (27) And then continues sleeping and rising night and day while the seed sprouts and grows and increases--he knows not how. |
| (28) Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. | (28) Tanah itulah yang dengan sendirinya mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, kemudian bulirnya, lalu buahnya. | (28) The earth produces [acting] by itself--first the blade, then the ear, then the full grain in the ear. |
| (29) Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." | (29) Dan kalau gandum itu sudah masak, orang itu pun mulailah menyabit karena sudah waktunya untuk menuai." | (29) But when the grain is ripe and permits, immediately he sends forth [the reapers] and puts in the sickle, because the harvest stands ready. |
4:30-34 = Perumpamaan tentang biji sesawi (Mat 13:31-35; Luk 13:18-19) |
| (30) Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? | (30) "Apabila Allah memerintah, dengan apa kita dapat membandingkannya?" tanya Yesus pula. "Contoh apakah yang dapat kita pakai untuk menerangkannya? | (30) And He said, With what can we compare the kingdom of God, or what parable shall we use to illustrate and explain it? |
| (31) Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. | (31) Apabila Allah memerintah, keadaannya seperti perumpamaan ini: Sebuah biji sawi diambil seseorang lalu ditanam di tanah. Biji sawi adalah benih yang terkecil di dunia. | (31) It is like a grain of mustard seed, which, when sown upon the ground, is the smallest of all seeds upon the earth; |
| (32) Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." | (32) Tetapi kalau sudah tumbuh, ia menjadi yang terbesar di antara tanaman-tanaman. Cabang-cabangnya sedemikian rindang sehingga burung-burung dapat datang, dan membuat sarang di bawah naungannya." | (32) Yet after it is sown, it grows up and becomes the greatest of all garden herbs and puts out large branches, so that the birds of the air are able to make nests and dwell in its shade. |
| (33) Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, | (33) Begitulah Yesus mengajar orang dengan menggunakan banyak perumpamaan seperti itu, sejauh mereka dapat mengerti. | (33) With many such parables [Jesus] spoke the Word to them, as they were able to hear and to comprehend and understand. |
| (34) dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. | (34) Yesus selalu memakai perumpamaan kalau Ia mengajar orang-orang itu. Tetapi kalau Ia sendiri dengan pengikut-pengikut-Nya, Ia menjelaskan semuanya kepada mereka. | (34) He did not tell them anything without a parable; but privately to His disciples ( those who were peculiarly His own) He explained everything [fully]. |
4:35-41 = Angin ribut diredakan (Mat 8:23-27; Luk 8:22-25) |
| (35) Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." | (35) Pada sore hari itu juga, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Marilah kita berlayar ke seberang danau." | (35) On that same day [when] evening had come, He said to them, Let us go over to the other side [of the lake]. |
| (36) Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. | (36) Maka Yesus naik ke perahu, dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan orang banyak di tepi danau, lalu naik ke perahu yang sama. Perahu-perahu lain ada juga di situ. Kemudian Yesus dan pengikut-pengikut-Nya mulai berlayar. | (36) And leaving the throng, they took Him with them, [just] as He was, in the boat [in which He was sitting]. And other boats were with Him. |
| (37) Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. | (37) Tak lama kemudian datang angin keras. Ombak mulai memukul perahu dan masuk ke dalam sehingga perahu itu hampir penuh dengan air. | (37) And a furious storm of wind [ of hurricane proportions] arose, and the waves kept beating into the boat, so that it was already becoming filled. |
| (38) Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" | (38) Di buritan perahu itu, Yesus sedang tidur dengan kepala-Nya di atas bantal. Pengikut-pengikut-Nya membangunkan Dia. Mereka berkata, "Bapak Guru, apakah Bapak tidak peduli, kita celaka?" | (38) But He [Himself] was in the stern [of the boat], asleep on the [leather] cushion; and they awoke Him and said to Him, Master, do You not care that we are perishing? |
| (39) Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. | (39) Yesus bangun, lalu membentak angin itu, dan berkata kepada danau, "Diam, tenanglah!" Angin pun reda, dan danau menjadi sangat tenang. | (39) And He arose and rebuked the wind and said to the sea, Hush now! Be still (muzzled)! And the wind ceased ( sank to rest as if exhausted by its beating) and there was [immediately] a great calm ( a perfect peacefulness). |
| (40) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" | (40) Lalu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Mengapa kalian takut? Mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?" | (40) He said to them, Why are you so timid and fearful? How is it that you have no faith (no firmly relying trust)? |
| (41) Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" | (41) Maka mereka menjadi takut dan berkata satu sama lain, "Siapakah sebenarnya orang ini, sampai angin dan ombak pun taat kepada-Nya." | (41) And they were filled with great awe and feared exceedingly and said one to another, Who then is this, that even wind and sea obey Him? |
Markus (Mark) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
Turut menyebarkan kabar gembira ini ke teman teman dan saudara saudara anda melalui Facebook
|
|
|