| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 10:1 - 22:16 = Kumpulan amsal-amsal Salomo |
| (1) Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. | (1) Manusia boleh membuat rencana, tapi Allah yang memberi keputusan. | (1) THE PLANS of the mind and orderly thinking belong to man, but from the Lord comes the [wise] answer of the tongue. |
| (2) Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. | (2) Setiap perbuatan orang mungkin baik dalam pandangannya sendiri, tapi Tuhanlah yang menilai maksud hatinya. | (2) All the ways of a man are pure in his own eyes, but the Lord weighs the spirits (the thoughts and intents of the heart). |
| (3) Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. | (3) Percayakanlah kepada TUHAN semua rencanamu, maka kau akan berhasil melaksanakannya. | (3) Roll your works upon the Lord [commit and trust them wholly to Him; He will cause your thoughts to become agreeable to His will, and] so shall your plans be established and succeed. |
| (4) TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. | (4) Segala sesuatu yang dibuat oleh TUHAN ada tujuannya; dan tujuan bagi orang jahat adalah kebinasaan. | (4) The Lord has made everything [to accommodate itself and contribute] to its own end and His own purpose--even the wicked [are fitted for their role] for the day of calamity and evil. |
| (5) Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman. | (5) Semua orang sombong dibenci TUHAN; Ia tidak membiarkan mereka luput dari hukuman. | (5) Everyone proud and arrogant in heart is disgusting, hateful, and exceedingly offensive to the Lord; be assured [I pledge it] they will not go unpunished. |
| (6) Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan. | (6) Orang yang setia kepada Allah akan mendapat pengampunan; Orang yang takwa akan terhindar dari segala kejahatan. | (6) By mercy and love, truth and fidelity [to God and man--not by sacrificial offerings], iniquity is purged out of the heart, and by the reverent, worshipful fear of the Lord men depart from and avoid evil. |
| (7) Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia. | (7) Jika engkau menyenangkan hati TUHAN, musuh-musuhmu dijadikannya kawan. | (7) When a man's ways please the Lord, He makes even his enemies to be at peace with him. |
| (8) Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. | (8) Lebih baik berpenghasilan sedikit dengan kejujuran, daripada berpenghasilan banyak dengan ketidakadilan. | (8) Better is a little with righteousness (uprightness in every area and relation and right standing with God) than great revenues with injustice. |
| (9) Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. | (9) Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya. | (9) A man's mind plans his way, but the Lord directs his steps and makes them sure. |
| (10) Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah. | (10) Raja menerima kuasa dari Allah, jadi, ia tidak bersalah dalam keputusannya. | (10) Divinely directed decisions are on the lips of the king; his mouth should not transgress in judgment. |
| (11) Timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan TUHAN, segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya. | (11) TUHAN menghendaki orang berlaku jujur dalam perdagangan, juga dalam memakai ukuran dan timbangan. | (11) A just balance and scales are the Lord's; all the weights of the bag are His work [established on His eternal principles]. |
| (12) Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran. | (12) Bagi penguasa, berbuat jahat adalah kekejian, sebab pemerintahannya kukuh karena keadilan. | (12) It is an abomination [to God and men] for kings to commit wickedness, for a throne is established and made secure by righteousness (moral and spiritual rectitude in every area and relation). |
| (13) Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. | (13) Keterangan yang benar menyenangkan penguasa, ia mengasihi orang yang berbicara dengan jujur. | (13) Right and just lips are the delight of a king, and he loves him who speaks what is right. |
| (14) Kegeraman raja adalah bentara maut, tetapi orang bijak memadamkannya. | (14) Kemarahan raja adalah bagaikan berita hukuman mati; orang yang bijaksana akan berusaha meredakannya! | (14) The wrath of a king is as messengers of death, but a wise man will pacify it. |
| (15) Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi. | (15) Kebaikan hati raja mendatangkan hidup sejahtera, seperti awan menurunkan hujan di musim kemarau. | (15) In the light of the king's countenance is life, and his favor is as a cloud bringing the spring rain. |
| (16) Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. | (16) Mendapat hikmat jauh lebih baik daripada mendapat emas; mendapat pengetahuan lebih berharga daripada mendapat perak. | (16) How much better it is to get skillful and godly Wisdom than gold! And to get understanding is to be chosen rather than silver. |
| (17) Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. | (17) Orang baik menjauhi yang jahat; orang yang memperhatikan cara hidupnya, melindungi dirinya. | (17) The highway of the upright turns aside from evil; he who guards his way preserves his life. |
| (18) Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. | (18) Kesombongan mengakibatkan kehancuran; keangkuhan mengakibatkan keruntuhan. | (18) Pride goes before destruction, and a haughty spirit before a fall. |
| (19) Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak. | (19) Lebih baik rendah hati dan tidak berharta, daripada ikut dengan orang sombong dan menikmati harta rampasan mereka. | (19) Better it is to be of a humble spirit with the meek and poor than to divide the spoil with the proud. |
| (20) Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. | (20) Perhatikanlah apa yang diajarkan kepadamu, maka kau akan mendapat apa yang baik. Percayalah kepada TUHAN, maka kau akan bahagia. | (20) He who deals wisely and heeds [God's] word and counsel shall find good, and whoever leans on, trusts in, and is confident in the Lord--happy, blessed, and fortunate is he. |
| (21) Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan. | (21) Orang bijaksana dikenal dari pikirannya yang tajam; cara bicaranya yang menarik, membuat kata-katanya makin meyakinkan. | (21) The wise in heart are called prudent, understanding, and knowing, and winsome speech increases learning [in both speaker and listener]. |
| (22) Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya. | (22) Kebijaksanaan adalah sumber kebahagiaan hidup orang berbudi; orang bodoh disiksa oleh kebodohannya sendiri. | (22) Understanding is a wellspring of life to those who have it, but to give instruction to fools is folly. |
| (23) Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. | (23) Pikiran orang berbudi membuat kata-katanya bijaksana, dan ajarannya semakin meyakinkan. | (23) The mind of the wise instructs his mouth, and adds learning and persuasiveness to his lips. |
| (24) Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. | (24) Perkataan ramah serupa madu; manis rasanya dan menyehatkan tubuh. | (24) Pleasant words are as a honeycomb, sweet to the mind and healing to the body. |
| (25) Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. | (25) Ada jalan yang kelihatannya lurus, tapi akhirnya jalan itu menuju maut. | (25) There is a way that seems right to a man and appears straight before him, but at the end of it is the way of death. |
| (26) Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya memaksa dia. | (26) Keinginan untuk makan mendorong orang untuk berusaha; karena perutnya, maka ia terpaksa bekerja. | (26) The appetite of the laborer works for him, for [the need of] his mouth urges him on. |
| (27) Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan. | (27) Orang jahat berusaha mencelakakan sesamanya; kata-katanya jahat seperti api membara. | (27) A worthless man devises and digs up mischief, and in his lips there is as a scorching fire. |
| (28) Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib. | (28) Orang yang curang menimbulkan pertengkaran; pemfitnah menceraikan sahabat yang akrab. | (28) A perverse man sows strife, and a whisperer separates close friends. |
| (29) Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik. | (29) Orang kejam menipu kawan-kawannya, dan membawa mereka ke dalam bahaya. | (29) The exceedingly grasping, covetous, and violent man entices his neighbor, leading him in a way that is not good. |
| (30) Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan. | (30) Waspadalah terhadap orang yang tersenyum dan bermain mata, ia sedang merencanakan kejahatan dalam hatinya. | (30) He who shuts his eyes to devise perverse things and who compresses his lips [as if in concealment] brings evil to pass. |
| (31) Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran. | (31) Orang jujur akan dianugerahi umur panjang; ubannya bagaikan mahkota yang gemilang. | (31) The hoary head is a crown of beauty and glory if it is found in the way of righteousness (moral and spiritual rectitude in every area and relation). |
| (32) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. | (32) Tidak cepat marah lebih baik daripada mempunyai kuasa; menguasai diri lebih baik daripada menaklukkan kota. | (32) He who is slow to anger is better than the mighty, he who rules his [own] spirit than he who takes a city. |
| (33) Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN. | (33) Untuk mengetahui nasib, manusia membuang undi, tetapi yang menentukan jawabannya hanyalah TUHAN sendiri. | (33) The lot is cast into the lap, but the decision is wholly of the Lord [even the events that seem accidental are really ordered by Him]. |
Amsal (Proverbs) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
|
|