| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 25:1 - 29:27 = Amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia |
| (1) Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. | (1) Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi. | (1) HE WHO, being often reproved, hardens his neck shall suddenly be destroyed--and that without remedy. |
| (2) Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat. | (2) Apabila orang adil memerintah, rakyat gembira. Tetapi apabila orang jahat berkuasa, rakyat menderita. | (2) When the [uncompromisingly] righteous are in authority, the people rejoice; but when the wicked man rules, the people groan and sigh. |
| (3) Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta. | (3) Siapa suka kepada hikmat, menyenangkan hati ayahnya. Siapa bergaul dengan pelacur memboroskan uangnya. | (3) Whoever loves skillful and godly Wisdom rejoices his father, but he who associates with harlots wastes his substance. |
| (4) Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya. | (4) Jika penguasa memperhatikan keadilan, negerinya akan kukuh. Tetapi jika ia mementingkan uang, negerinya akan runtuh. | (4) The king by justice establishes the land, but he who exacts gifts and tribute overthrows it. |
| (5) Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. | (5) Siapa menyanjung sesamanya, memasang jerat untuk dirinya. | (5) A man who flatters his neighbor spreads a net for his own feet. |
| (6) Orang yang jahat terjerat oleh pelanggarannya, tetapi orang benar akan bersorak dan bersukacita. | (6) Orang jahat terjerat oleh dosanya, orang jujur merasa senang dan bahagia. | (6) In the transgression of an evil man there is a snare, but the [uncompromisingly] righteous man sings and rejoices. |
| (7) Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya. | (7) Orang baik mengetahui hak orang lemah, tetapi orang jahat tidak memahaminya. | (7) The [consistently] righteous man knows and cares for the rights of the poor, but the wicked man has no interest in such knowledge. |
| (8) Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah. | (8) Orang yang suka mencela dapat mengacaukan kota, tetapi orang bijaksana menentramkan suasana. | (8) Scoffers set a city afire [inflaming the minds of the people], but wise men turn away wrath. |
| (9) Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan. | (9) Kalau orang bijaksana dan orang bodoh berperkara, orang bodoh itu hanya mengamuk dan tertawa sehingga menimbulkan keributan. | (9) If a wise man has an argument with a foolish man, the fool only rages or laughs, and there is no rest. |
| (10) Orang yang haus akan darah membenci orang saleh, tetapi orang yang jujur mencari keselamatannya. | (10) Orang yang tulus hati dibenci oleh orang yang haus darah, tapi dilindungi oleh orang yang baik. | (10) The bloodthirsty hate the blameless man, but the upright care for and seek [to save] his life. |
| (11) Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. | (11) Orang bodoh marah secara terang-terangan, tetapi orang bijaksana bersabar dan menahan kemarahan. | (11) A [self-confident] fool utters all his anger, but a wise man holds it back and stills it. |
| (12) Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. | (12) Jika penguasa memperhatikan berita dusta, pegawainya akan menjadi jahat semua. | (12) If a ruler listens to falsehood, all his officials will become wicked. |
| (13) Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. | (13) Seorang miskin dan penindasnya mempunyai persamaan; kepada kedua-duanya TUHAN memberi mata untuk melihat cahaya kehidupan. | (13) The poor man and the oppressor meet together--the Lord gives light to the eyes of both. |
| (14) Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. | (14) Kalau raja membela hak orang lemah, bertahun-tahun ia akan memerintah. | (14) The king who faithfully judges the poor, his throne shall be established continuously. |
| (15) Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. | (15) Didikan dan teguran menjadikan orang bijaksana. Anak yang selalu dituruti kemauannya akan memalukan ibunya. | (15) The rod and reproof give wisdom, but a child left undisciplined brings his mother to shame. |
| (16) Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. | (16) Bila orang jahat berkuasa, pelanggaran meningkat. Tetapi orang jujur akan sempat melihat kehancuran orang jahat. | (16) When the wicked are in authority, transgression increases, but the [uncompromisingly] righteous shall see the fall of the wicked. |
| (17) Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. | (17) Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan menjadi hiburan bagimu. | (17) Correct your son, and he will give you rest; yes, he will give delight to your heart. |
| (18) Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. | (18) Bangsa yang tidak mendapat bimbingan dari TUHAN menjadi bangsa yang penuh kekacauan. Berbahagialah orang yang taat kepada hukum TUHAN. | (18) Where there is no vision [no redemptive revelation of God], the people perish; but he who keeps the law [of God, which includes that of man]--blessed (happy, fortunate, and enviable) is he. |
| (19) Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya. | (19) Seorang hamba tidak dapat diajar hanya dengan kata-kata. Ia mengerti, tapi tidak akan memperhatikannya. | (19) A servant will not be corrected by words alone; for though he understands, he will not answer [the master who mistreats him]. |
| (20) Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. | (20) Lebih banyak harapan bagi orang dungu, daripada bagi orang yang berbicara tanpa berpikir dahulu. | (20) Do you see a man who is hasty in his words? There is more hope for a [self-confident] fool than for him. |
| (21) Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala. | (21) Hamba yang dimanjakan sejak muda, akhirnya akan menjadi keras kepala. | (21) He who pampers his servant from childhood will have him expecting the rights of a son afterward. |
| (22) Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. | (22) Orang yang cepat marah membuat banyak orang bertengkar dan berdosa. | (22) A man of wrath stirs up strife, and a man given to anger commits and causes much transgression. |
| (23) Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. | (23) Orang angkuh akan direndahkan; orang yang rendah hati akan dipuji. | (23) A man's pride will bring him low, but he who is of a humble spirit will obtain honor. |
| (24) Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya. | (24) Orang yang bekerja sama dengan pencuri, berarti membenci diri sendiri. Kalau ia berterus terang di pengadilan, ia akan dijatuhi hukuman. Tetapi jika ia diam saja, ia akan terkena kutukan Allah. | (24) Whoever is partner with a thief hates his own life; he falls under the curse [pronounced upon him who knows who the thief is] but discloses nothing. |
| (25) Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. | (25) Takut akan pendapat orang, mengakibatkan kesusahan. Percayalah kepada TUHAN, maka engkau akan aman. | (25) The fear of man brings a snare, but whoever leans on, trusts in, and puts his confidence in the Lord is safe and set on high. |
| (26) Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan. | (26) Banyak orang suka mencari muka pada penguasa, tetapi yang memberi keadilan, hanya TUHAN saja. | (26) Many crave and seek the ruler's favor, but the wise man [waits] for justice from the Lord. |
| (27) Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar, orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik. | (27) Orang baik tidak senang dengan orang jahat; orang jahat membenci orang baik. | (27) An unjust man is an abomination to the righteous, and he who is upright in the way [of the Lord] is an abomination to the wicked. |
Amsal (Proverbs) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
|
|