| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| 19:1-14 = Ratapan tentang raja Israel |
| (1) Hai, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Israel, | (1) Allah menyuruh aku menyanyikan ratapan ini untuk dua orang pangeran Israel: | (1) MOREOVER, TAKE up a lamentation for the princes of Israel,
|
| (2) dan katakanlah begini: "Betapa ibumu menjadi seekor singa betina di antara singa-singa! Ia berbaring di antara singa-singa muda, dan menyusui anak-anaknya. | (2) Ibumu bagaikan singa betina yang hebat dan luar biasa. Ia membesarkan anak-anaknya di antara singa-singa perkasa. | (2) And say, What a lioness was your mother [Jerusalem-Judah]! She couched among lions; in the midst of young lions she nourished her cubs.
|
| (3) Ia membesarkan seekor dari anak-anaknya, sehingga menjadi singa muda; ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya. | (3) Salah seekor anaknya dididiknya dan diajarinya mencari mangsa. Maka jadilah ia singa dewasa penerkam dan pemakan manusia. | (3) And she [the royal mother-city] brought up one of her cubs [Jehoahaz]; he became a young lion and he learned to catch the prey; he devoured men.
|
| (4) Bangsa-bangsa menyerukan: Singa mengamuk! akhirnya ia terjebak dalam pelubang mereka; mereka mengelikir dia dan menggiringnya ke Mesir. | (4) Bangsa-bangsa yang mendengar tentang dia berkumpul untuk menangkapnya. Ia dijebak dalam lubang dan ditawan, lalu diseret ke Mesir dengan kaitan. | (4) The nations also heard of him; he was taken in their pit, and they brought him with hooks to the land of Egypt.
|
| (5) Sesudah induk singa menyadari bahwa usahanya gagal dan pengharapannya hilang lenyap, ia mengambil anaknya yang lain dan membesarkannya menjadi singa muda. | (5) Sia-sia si induk menunggu anaknya; lalu ia tahu bahwa hilanglah harapannya. Maka anaknya yang lain dilatihnya menjadi singa ganas dan perkasa. | (5) Now when she had waited, she saw her hope was lost. Then she took another of her cubs [Jehoiachin] and made him a young lion.
|
| (6) Anaknya ini berjalan-jalan di antara kawanan singa, ia menjadi seekor singa muda; ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya. | (6) Anak singa itu menjadi dewasa dan bergaul dengan singa-singa lainnya. Ia belajar mencari mangsa, dan menjadi pemakan orang juga. | (6) And he [Jehoiachin] went up and down among the lions; he became a young lion and learned to catch prey, and he devoured men.
|
| (7) Ia merusak puri-puri mereka dan menumpas kota-kotanya; bumi serta segala isinya diam ketakutan mendengar suara aumnya. | (7) Benteng-benteng didobraknya, kota-kota dirusaknya. Seluruh penduduk negeri menjadi gentar mendengar aumnya yang bergelegar. | (7) And he knew and ravaged their strongholds and he laid waste their cities, and the land was appalled and all who were in it by the noise of his roaring.
|
| (8) Maka bangsa-bangsa bangkit melawan dia dari daerah-daerah sekelilingnya, mereka memasang jaring untuk menangkapnya dan menjebaknya dalam pelubang. | (8) Tetapi bangsa-bangsa dari wilayah sekelilingnya menyergapnya dari mana-mana. Mereka tebarkan jala untuk menangkapnya, dan ia pun terjebak dalam perangkap mereka. | (8) Then the nations set against [the king] on every side from the provinces, and they spread their net over him [Jehoiachin]; he was taken in their pit.
|
| (9) Ia dikurung dalam kandang, sambil dikelikir, dibawa ke hadapan raja Babel dan dimasukkan dalam penjara, supaya suaranya jangan kedengaran lagi di atas gunung-gunung Israel. | (9) Ia dimasukkan ke dalam kurungan singa lalu dibawa ke negeri Babel, menghadap raja. Ia dijaga kuat supaya aumnya jangan kedengaran lagi di atas bukit-bukit Israel yang tinggi. | (9) With hooks they put him in a cage and brought him to the king of Babylon; they brought him into custody and put him in strongholds, that his voice should no more be heard upon the mountains of Israel.
|
| (10) Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang berlimpah-limpah. | (10) Ibumu bagaikan pohon anggur permai yang tumbuh di kebun dekat anak sungai. Ia menjadi rindang dan berbuah sebab air di situ berlimpah-limpah. | (10) Your mother [the mother-city Jerusalem] was like a vine [like you, Zedekiah, and in your blood] planted by the waters; it was fruitful and full of branches by reason of abundant water.
|
| (11) Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat kerajaan; ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat, dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak. | (11) Cabangnya kuat, tak mudah dipatahkan layak dijadikan tongkat kerajaan. Puncaknya tinggi menjulang menjangkau awan-awan. Ia dikagumi semua orang sebab ia tinggi dan daunnya rindang. | (11) And it had strong rods for the scepters of those who bore rule and its height was exalted among the thick branches and into the clouds, and it was seen in its height among the multitude of its branches and was conspicuous.
|
| (12) Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke bumi; angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan, cabang yang kuat menjadi layu kering; dan api menghabiskannya. | (12) Tetapi ia dicabut oleh tangan-tangan yang marah, kemudian dicampakkan ke tanah. Angin Timur bertiup, mengeringkan buahnya yang segar. Dahannya patah, menjadi kering lalu dibakar. | (12) But the vine was plucked up in God's wrath [by His agent the Babylonian king] and it was cast down to the ground; the east wind dried up its fruit; its strong rods were broken off and withered; the fire [of God's judgment] consumed them.
|
| (13) Dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang kering dan haus akan air. | (13) Kini ia ditanam di padang pasir, di tanah gersang dan tidak berair. | (13) And now it is transplanted in the wilderness, in a dry and thirsty land [Babylon].
|
| (14) Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan." Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan. | (14) Batang anggur itu dijilat api menjalar; cabang dan buahnya habis terbakar. Dahannya kini tanpa kekuatan; tak mungkin dijadikan tongkat kerajaan. Itulah ratapan yang berulang-ulang dinyanyikan oleh umat. | (14) And fire went out of a rod [Zedekiah] of its branches which has consumed the vine's fruit, so that it has in it no [longer a] strong rod to be a scepter for ruling. This is a lamentation and shall be for a lamentation and a dirge.
|
Yehezkiel (Ezekiel) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
|
|