| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| 14:1-12 = Jangan menghakimi saudaramu |
| (1) Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. | (1) Orang yang tidak yakin akan apa yang dipercayainya harus diterima dengan baik di antara Saudara-saudara. Jangan bertengkar dengan dia mengenai pendirian-pendiriannya. | (1) AS FOR the man who is a weak believer, welcome him [into your fellowship], but not to criticize his opinions or pass judgment on his scruples or perplex him with discussions. |
| (2) Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. | (2) Ada orang yang berpendirian bahwa ia boleh makan apa saja. Tetapi ada orang lain yang lemah keyakinannya; ia merasa bahwa ia hanya boleh makan sayur-sayuran saja. | (2) One [man's faith permits him to] believe he may eat anything, while a weaker one [limits his] eating to vegetables. |
| (3) Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. | (3) Orang yang makan apa saja janganlah menganggap rendah orang yang makan hanya makanan tertentu saja; dan orang yang makan hanya makanan tertentu saja, janganlah pula menyalahkan orang yang makan segala-galanya, sebab Allah sudah menerima dia. | (3) Let not him who eats look down on or despise him who abstains, and let not him who abstains criticize and pass judgment on him who eats; for God has accepted and welcomed him. |
| (4) Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. | (4) Siapakah Saudara sehingga Saudara harus mengadili hamba orang lain? Entah hamba itu jatuh atau bangun, itu adalah urusan tuannya. Dan memang hamba itu akan berdiri tegak, karena Tuhan sanggup membuatnya berdiri tegak. | (4) Who are you to pass judgment on and censure another's household servant? It is before his own master that he stands or falls. And he shall stand and be upheld, for the Master (the Lord) is mighty to support him and make him stand. |
| (5) Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. | (5) Ada orang yang merasa suatu hari tertentu lebih penting dari hari-hari yang lain, sedangkan orang lain pula menganggap bahwa hari-hari itu sama saja. Biarkan masing-masing orang menentukan pendiriannya sendiri. | (5) One man esteems one day as better than another, while another man esteems all days alike [sacred]. Let everyone be fully convinced (satisfied) in his own mind. |
| (6) Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. | (6) Orang yang mementingkan hari-hari tertentu, orang itu berbuat begitu untuk menghormati Tuhan. Orang yang makan segala-galanya, berbuat begitu untuk menghormati Tuhan, karena ia bersyukur kepada Allah atas makanan itu. Begitu juga dengan orang yang makan hanya makanan tertentu saja; orang itu juga menghormati Tuhan dan bersyukur kepada Allah. | (6) He who observes the day, observes it in honor of the Lord. He also who eats, eats in honor of the Lord, since he gives thanks to God; while he who abstains, abstains in honor of the Lord and gives thanks to God. |
| (7) Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. | (7) Tidak seorang pun dari kita yang hidup untuk diri sendiri; dan tidak seorang pun dari kita yang mati untuk dirinya sendiri. | (7) None of us lives to himself [but to the Lord], and none of us dies to himself [but to the Lord, for] |
| (8) Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. | (8) Kalau kita hidup, kita hidup untuk Tuhan. Dan kalau kita mati, kita pun mati untuk Tuhan. Jadi, hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. | (8) If we live, we live to the Lord, and if we die, we die to the Lord. So then, whether we live or we die, we belong to the Lord. |
| (9) Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. | (9) Kristus sudah mati dan hidup kembali. Itu sebabnya Ia menjadi Tuhan untuk orang-orang yang hidup dan juga untuk orang-orang yang telah mati. | (9) For Christ died and lived again for this very purpose, that He might be Lord both of the dead and of the living. |
| (10) Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. | (10) Jadi, Saudara-saudara! Untuk apa menyalahkan saudaramu yang seiman? Dan untuk apa Saudara menganggap dia rendah? Kita semua akan menghadap Allah untuk diadili. | (10) Why do you criticize and pass judgment on your brother? Or you, why do you look down upon or despise your brother? For we shall all stand before the judgment seat of God. |
| (11) Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." | (11) Di dalam Alkitab tertulis, "Sesungguhnya," kata Tuhan, "tiap-tiap orang akan bersembah sujud di hadapan-Ku; dan setiap orang akan mengaku bahwa Akulah Allah." | (11) For it is written, As I live, says the Lord, every knee shall bow to Me, and every tongue shall confess to God [acknowledge Him to His honor and to His praise]. |
| (12) Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. | (12) Jadi kita masing-masing harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita kepada Allah. | (12) And so each of us shall give an account of himself [give an answer in reference to judgment] to God. |
| 14:13-23 = Jangan memberi batu sandungan |
| (13) Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! | (13) Oleh karena itu janganlah kita saling menyalahkan. Sebaliknya berusahalah supaya kalian tidak berbuat sesuatu pun yang menyebabkan seorang saudara seiman tergoda dan berdosa. | (13) Then let us no more criticize and blame and pass judgment on one another, but rather decide and endeavor never to put a stumbling block or an obstacle or a hindrance in the way of a brother. |
| (14) Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. | (14) Karena saya bersatu dengan Tuhan Yesus, maka saya percaya sekali bahwa tidak ada sesuatu pun yang pada dasarnya najis; tetapi hal itu najis bagi seseorang, kalau orang itu menganggapnya najis. | (14) I know and am convinced (persuaded) as one in the Lord Jesus, that nothing is [forbidden as] essentially unclean (defiled and unholy in itself). But [none the less] it is unclean (defiled and unholy) to anyone who thinks it is unclean. |
| (15) Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. | (15) Tetapi kalau dengan apa yang Saudara makan, seorang saudara seiman disakiti hatinya, maka Saudara tidak lagi bertindak berdasarkan kasih. Kalau Kristus sudah mati untuk seseorang, janganlah membiarkan orang itu dirusak oleh apa yang Saudara makan. | (15) But if your brother is being pained or his feelings hurt or if he is being injured by what you eat, [then] you are no longer walking in love. [You have ceased to be living and conducting yourself by the standard of love toward him.] Do not let what you eat hurt or cause the ruin of one for whom Christ died! |
| (16) Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. | (16) Itu sebabnya janganlah membiarkan apa yang baik bagi kalian, dianggap tidak baik oleh orang lain. | (16) Do not therefore let what seems good to you be considered an evil thing [by someone else]. [In other words, do not give occasion for others to criticize that which is justifiable for you.] |
| (17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. | (17) Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang, apa yang ia boleh makan atau minum, tidak lagi penting. Yang penting ialah bahwa orang itu menuruti kemauan Allah, mengalami ketenangan hati dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Allah. | (17) [After all] the kingdom of God is not a matter of [getting the] food and drink [one likes], but instead it is righteousness (that state which makes a person acceptable to God) and [heart] peace and joy in the Holy Spirit. |
| (18) Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. | (18) Orang yang melayani Kristus secara demikian, orang itu menyenangkan hati Allah, dan dihargai oleh orang-orang lain. | (18) He who serves Christ in this way is acceptable and pleasing to God and is approved by men. |
| (19) Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. | (19) Sebab itu tujuan kita haruslah selalu untuk hal-hal yang menciptakan kerukunan dan saling membangun. | (19) So let us then definitely aim for and eagerly pursue what makes for harmony and for mutual upbuilding (edification and development) of one another. |
| (20) Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! | (20) Janganlah, karena soal makanan, Saudara merusak apa yang sudah dikerjakan oleh Allah. Segala makanan memang halal untuk dimakan; tetapi kalau apa yang Saudara makan menyebabkan orang lain berdosa, maka Saudara bersalah. | (20) You must not, for the sake of food, undo and break down and destroy the work of God! Everything is indeed [ceremonially] clean and pure, but it is wrong for anyone to hurt the conscience of others or to make them fall by what he eats. |
| (21) Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. | (21) Lebih baik tidak usah makan daging atau minum anggur atau melakukan apa saja kalau hal itu menyebabkan seorang saudara seiman menjadi berdosa. | (21) The right thing is to eat no meat or drink no wine [at all], or [do anything else] if it makes your brother stumble or hurts his conscience or offends or weakens him. |
| (22) Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. | (22) Biarlah apa yang Saudara percayai itu, Saudara lakukan di hadapan Allah saja untuk Saudara sendiri. Orang yang tidak mempunyai alasan untuk merasa bersalah atas apa yang dianggapnya benar, orang itu bahagia. | (22) Your personal convictions [on such matters]--exercise [them] as in God's presence, keeping them to yourself [striving only to know the truth and obey His will]. Blessed (happy, to be envied) is he who has no reason to judge himself for what he approves [who does not convict himself by what he chooses to do]. |
| (23) Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. | (23) Tetapi orang yang merasa ragu-ragu untuk makan sesuatu, kemudian toh makan makanan itu, orang itu disalahkan oleh Allah; sebab orang itu tidak bertindak menurut keyakinannya tentang apa yang benar dan yang salah. Dan apa saja yang dilakukan tanpa keyakinan adalah dosa. | (23) But the man who has doubts (misgivings, an uneasy conscience) about eating, and then eats [perhaps because of you], stands condemned [before God], because he is not true to his convictions and he does not act from faith. For whatever does not originate and proceed from faith is sin [whatever is done without a conviction of its approval by God is sinful]. |
Roma (Romans) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
|
|