| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| 2:1-16 = Hukuman Allah atas semua orang |
| (1) Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. | (1) Oleh karena itu, Saudara-saudara, siapakah Saudara sehingga Saudara mau menyalahkan orang lain? Saudara tidak punya apa-apa untuk membela diri! Sebab kalau Saudara menyalahkan orang lain, padahal Saudara sendiri melakukan perbuatan yang sama seperti mereka, maka Saudara menjatuhkan hukuman atas diri sendiri juga. | (1) THEREFORE YOU have no excuse or defense or justification, O man, whoever you are who judges and condemns another. For in posing as judge and passing sentence on another, you condemn yourself, because you who judge are habitually practicing the very same things [that you censure and denounce]. |
| (2) Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. | (2) Kita tahu bahwa kalau Allah menjatuhkan hukuman ke atas orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang seperti itu, keputusan Allah itu benar. | (2) [But] we know that the judgment (adverse verdict, sentence) of God falls justly and in accordance with truth upon those who practice such things. |
| (3) Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? | (3) Tetapi kalian, Saudara-saudara, melakukan sendiri juga hal-hal yang kalian tuduhkan kepada orang-orang lain! Dan kalian pikir kalian dapat lolos dari hukuman Allah? | (3) And do you think or imagine, O man, when you judge and condemn those who practice such things and yet do them yourself, that you will escape God's judgment and elude His sentence and adverse verdict? |
| (4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? | (4) Atau kalian pandang enteng kemurahan Allah dan kelapangan hati serta kesabaran-Nya yang begitu besar? Pasti kalian tahu bahwa Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya karena Ia mau supaya kalian bertobat dari dosa-dosamu. | (4) Or are you [so blind as to] trifle with and presume upon and despise and underestimate the wealth of His kindness and forbearance and long-suffering patience? Are you unmindful or actually ignorant [of the fact] that God's kindness is intended to lead you to repent ( to change your mind and inner man to accept God's will)? |
| (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. | (5) Tetapi kalian keras kepala dan tidak mau berubah. Oleh sebab itu kalian sendirilah yang membuat hukumanmu menjadi bertambah berat pada Hari Kiamat, bila Allah menyatakan murka-Nya dan menjatuhkan hukuman yang adil. | (5) But by your callous stubbornness and impenitence of heart you are storing up wrath and indignation for yourself on the day of wrath and indignation, when God's righteous judgment (just doom) will be revealed. |
| (6) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, | (6) Sebab Allah akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. | (6) For He will render to every man according to his works [justly, as his deeds deserve]: |
| (7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, | (7) Allah memberikan hidup sejati dan kekal kepada mereka yang tekun berbuat baik untuk mendapatkan yang mulia, yang terhormat dan yang abadi. | (7) To those who by patient persistence in well-doing [ springing from piety] seek [unseen but sure] glory and honor and [ the eternal blessedness of] immortality, He will give eternal life. |
| (8) tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. | (8) Tetapi orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau taat kepada Allah, melainkan mengikuti yang jahat, orang-orang itu akan sangat dimurkai Allah. | (8) But for those who are self-seeking and self-willed and disobedient to the Truth but responsive to wickedness, there will be indignation and wrath. |
| (9) Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, | (9) Setiap orang yang suka berbuat jahat akan sengsara dan menderita; pertama-tama orang Yahudi, dan juga bangsa-bangsa lain. | (9) [And] there will be tribulation and anguish and calamity and constraint for every soul of man who [habitually] does evil, the Jew first and also the Greek (Gentile). |
| (10) tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. | (10) Tetapi semua orang yang suka berbuat baik akan diberi kemuliaan dan kehormatan serta kesejahteraan oleh Allah; pertama-tama kepada orang Yahudi, begitu juga kepada orang-orang bangsa lain. | (10) But glory and honor and [heart] peace shall be awarded to everyone who [habitually] does good, the Jew first and also the Greek (Gentile). |
| (11) Sebab Allah tidak memandang bulu. | (11) Sebab Allah memperlakukan semua orang sama. | (11) For God shows no partiality [ undue favor or unfairness; with Him one man is not different from another]. |
| (12) Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. | (12) Orang-orang bangsa lain berdosa tanpa mengetahui hukum agama Yahudi. Jadi mereka dihukum di luar hukum itu. Tetapi orang-orang Yahudi berdosa sesudah mengetahui hukum itu; sebab itu mereka akan dituntut juga berdasarkan hukum itu. | (12) All who have sinned without the Law will also perish without [regard to] the Law, and all who have sinned under the Law will be judged and condemned by the Law. |
| (13) Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. | (13) Sebab orang berbaik kembali dengan Allah, bukan karena orang itu sudah mengetahui hukum agama Yahudi, melainkan karena ia melakukan apa yang tercantum dalam hukum itu. | (13) For it is not merely hearing the Law [read] that makes one righteous before God, but it is the doers of the Law who will be held guiltless and acquitted and justified. |
| (14) Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. | (14) Orang-orang bangsa lain tidak mengenal hukum agama Yahudi. Tetapi kalau mereka atas kemauan sendiri melakukan apa yang diperintahkan oleh hukum itu, hati mereka sendirilah yang menjadi hukum untuk mereka, meskipun mereka tidak mengenal hukum agama Yahudi. | (14) When Gentiles who have not the [divine] Law do instinctively what the Law requires, they are a law to themselves, since they do not have the Law. |
| (15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. | (15) Kelakuan mereka menunjukkan bahwa apa yang diperintahkan oleh hukum itu tertulis di hati mereka. Hati nurani mereka pun membuktikan hal itu, sebab mereka sendiri ada kalanya disalahkan dan ada kalanya dibenarkan oleh pikiran mereka. | (15) They show that the essential requirements of the Law are written in their hearts and are operating there, with which their consciences (sense of right and wrong) also bear witness; and their [moral] decisions (their arguments of reason, their condemning or approving thoughts) will accuse or perhaps defend and excuse [them] |
| (16) Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. | (16) Demikianlah yang akan terjadi nanti pada hari yang sudah ditentukan itu. Pada hari itu--menurut Kabar Baik yang saya beritakan--Allah melalui Yesus Kristus, akan menghakimi segala rahasia hati dan pikiran semua orang. | (16) On that day when, as my Gospel proclaims, God by Jesus Christ will judge men in regard to the things which they conceal (their hidden thoughts). |
| 2:17-29 = Hukum Taurat dan sunat tidak menyelamatkan orang Yahudi |
| (17) Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, | (17) Tetapi sekarang bagaimana dengan Saudara-saudara sendiri? Saudara mengaku diri orang Yahudi. Saudara bergantung kepada hukum agama Yahudi dan Saudara bangga atas hubungan Saudara dengan Allah. | (17) But if you bear the name of Jew and rely upon the Law and pride yourselves in God and your relationship to Him, |
| (18) dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak, | (18) Saudara mendapat petunjuk-petunjuk dari hukum itu, sehingga Saudara mengetahui kehendak Allah dan tahu menentukan mana yang baik. | (18) And know and understand His will and discerningly approve the better things and have a sense of what is vital, because you are instructed by the Law; |
| (19) dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, | (19) Saudara yakin bahwa Saudara adalah pemimpin orang buta dan terang bagi mereka yang berada di dalam kegelapan; | (19) And if you are confident that you [yourself] are a guide to the blind, a light to those who are in darkness, and [that |
| (20) pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. | (20) Saudara pendidik orang-orang yang berakhlak rendah, dan guru orang-orang yang bodoh. Saudara yakin bahwa di dalam hukum agama Yahudi, Saudara mempunyai segala pengetahuan dan ajaran yang benar. | (20) You are] a corrector of the foolish, a teacher of the childish, having in the Law the embodiment of knowledge and truth-- |
| (21) Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? | (21) Saudara mengajar orang lain; nah, mengapa Saudara tidak mengajar diri sendiri? Saudara mengajar orang supaya jangan mencuri, padahal Saudara sendiri mencuri! | (21) Well then, you who teach others, do you not teach yourself? While you teach against stealing, do you steal (take what does not really belong to you)? |
| (22) Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? | (22) Saudara mengajar orang supaya jangan berzinah, padahal Saudara sendiri berzinah! Saudara benci kepada berhala, padahal Saudara sendiri mengambil barang-barang dari rumah-rumah berhala. | (22) You who say not to commit adultery, do you commit adultery [are you unchaste in action or in thought]? You who abhor and loathe idols, do you rob temples [do you appropriate to your own use what is consecrated to God, thus robbing the sanctuary and doing sacrilege]? |
| (23) Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? | (23) Saudara membangga-banggakan bahwa Saudara mempunyai hukum Musa, padahal Saudara menghina Allah dengan tidak menuruti hukum-Nya. | (23) You who boast in the Law, do you dishonor God by breaking the Law [by stealthily infringing upon or carelessly neglecting or openly breaking it]? |
| (24) Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain." | (24) Di dalam Alkitab tertulis begini, "Karena kamu, orang-orang Yahudi, maka nama Allah dicemarkan di antara bangsa-bangsa lain." | (24) For, as it is written, The name of God is maligned and blasphemed among the Gentiles because of you! [The words to this effect are from your own Scriptures.] |
| (25) Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. | (25) Kalau Saudara taat kepada hukum agama Yahudi, maka sunat Saudara ada gunanya juga. Tetapi kalau Saudara tidak bisa mematuhi hal-hal yang diperintahkan dalam hukum itu, maka sunat Saudara tidak berlaku sama sekali. | (25) Circumcision does indeed profit if you keep the Law; but if you habitually transgress the Law, your circumcision is made uncircumcision. |
| (26) Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat? | (26) Kalau seorang bukan Yahudi yang tidak disunat, menuruti hukum agama Yahudi, bukankah Allah menganggapnya sebagai orang yang sudah disunat? | (26) So if a man who is uncircumcised keeps the requirements of the Law, will not his uncircumcision be credited to him as [equivalent to] circumcision? |
| (27) Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. | (27) Dan orang-orang yang tidak disunat itu akan menyalahkan Saudara orang Yahudi, sebab Saudara mempunyai hukum agama Yahudi dan Saudara disunat, tetapi Saudara melanggar hukum itu. Mereka tidak disunat, tetapi justru merekalah yang mentaati hukum agama Yahudi. | (27) Then those who are physically uncircumcised but keep the Law will condemn you who, although you have the code in writing and have circumcision, break the Law. |
| (28) Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. | (28) Karena orang Yahudi yang sejati bukanlah orang yang hanya namanya saja orang Yahudi; dan orang yang sungguh-sungguh disunat bukanlah orang yang disunat secara lahir saja. | (28) For he is not a [real] Jew who is only one outwardly and publicly, nor is [true] circumcision something external and physical. |
| (29) Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. | (29) Sebaliknya, seorang Yahudi yang sejati adalah orang yang hatinya berjiwa Yahudi; dan sunat yang sejati adalah sunat di hati yang dikerjakan oleh Roh Allah, bukan yang dicatat di dalam buku. Orang semacam itu menerima pujian dari Allah, bukan dari manusia. | (29) But he is a Jew who is one inwardly, and [true] circumcision is of the heart, a spiritual and not a literal [matter]. His praise is not from men but from God. |
Roma (Romans) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal): |
|
|