www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Kidung Agung / Song of Solomon / 아가
123
- 4 -
5678
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
4:1-15 = Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
(1) Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
(1) Engkau cantik jelita, manisku, sungguh, engkau cantik jelita. Matamu di balik cadarmu bagaikan merpati; rambutmu seperti kawanan kambing yang menuruni bukit-bukit Gilead.
(1) [Mempelai Laki-Laki Berbicara kepada Kekasihnya] Aduhai cantiknya engkau, hai kekasihku. Alangkah cantiknya engkau. Matamu seperti merpati di bawah tudungmu. Rambutmu panjang dan melambai seperti sekawanan kambing kecil yang menari-nari turun dari lereng Gunung Gilead.
(2) Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
(2) Gigimu putih seperti kawanan domba yang baru dicukur dan dimandikan; berpasangan seperti anak-anak domba kembar, satu pun tidak ada yang hilang.
(2) Gigimu putih seperti kumpulan domba betina yang baru dicukur, yang keluar dari tempat permandiannya. Semuanya melahirkan domba kembar, tidak satu pun yang hilang.
(3) Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
(3) Bibirmu bagaikan seutas pita merah, dan eloklah mulutmu. Pipimu seperti belahan buah delima, tersembunyi di balik cadarmu.
(3) Bibirmu seperti sulaman merah, dan mulutmu indah. Pipimu seperti sepotong buah delima di balik tudungmu.
(4) Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.
(4) Lehermu bagaikan menara Daud, yang dibangun untuk menyimpan senjata. Kalungmu serupa seribu perisai, gada para pahlawan semuanya.
(4) Lehermu panjang dan kurus seperti menara Daud. Menara yang dibangun dengan temboknya berhiaskan 1.000 perisai, dengan perisai tentara yang berkuasa.
(5) Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
(5) Buah dadamu laksana dua anak rusa, anak kembar kijang yang tengah merumput di antara bunga-bunga bakung.
(5) Buah dadamu seperti anak rusa kembar, seperti rusa kembar, yang makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
(6) Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
(6) Ingin aku pergi ke gunung mur, ke bukit kemenyan, sampai berhembus angin pagi, yang melenyapkan kegelapan malam.
(6) Aku akan pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan, sementara angin senja berembus, dan bayang-bayang menghilang.
(7) Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.
(7) Engkau cantik sekali, manisku, tiada cacat padamu.
(7) Kekasihku, engkau cantik mengatasi segalanya. Tidak ada cacat padamu.
(8) Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
(8) Mari kita turun dari Libanon, pengantinku, mari kita turun dari Libanon. Turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, tempat tinggal macan tutul dan singa.
(8) Hai pengantinku, datanglah bersamaku dari Libanon. Datanglah bersamaku dari Libanon. Datanglah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari sarang-sarang singa, dari bukit tempat macan tutul mencari mangsa.
(9) Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
(9) Engkau menawan hatiku, dinda, pengantinku, engkau menawan hatiku dengan pandanganmu, dengan permata indah pada kalungmu.
(9) Kekasihku, tunanganku, engkau telah menawan hatiku. Engkau telah memikat hatiku dengan kilauan matamu, dengan permata kalungmu.
(10) Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
(10) Betapa nikmat cintamu, dinda, pengantinku, jauh lebih nikmat daripada anggur. Minyakmu harum semerbak, melebihi segala macam rempah.
(10) Alangkah indahnya penampilan cintamu, kekasihku, pengantinku. Cintamu lebih menyenangkan daripada anggur. Keharuman dari wewangianmu lebih baik daripada segala jenis wewangian.
(11) Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
(11) Manis kata-katamu, pengantinku, seperti madu murni dan susu. Pakaianmu seharum Gunung Libanon.
(11) Bibirmu meneteskan madu manis, hai pengantinku. Madu dan susu ada di bawah lidahmu, Pakaianmu seharum wewangian.
(12) Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.
(12) Kekasihku adalah kebun bertembok, kebun bertembok, mata air terkunci.
(12) Kekasihku, pengantinku, engkau suci seperti taman yang terkunci. Engkau seperti genangan yang terkunci, air mancur yang tertutup.
(13) Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar dan narwastu,
(13) Di sana tumbuh pohon-pohon delima, dengan buah-buah yang paling lezat. Bunga pacar dan narwastu,
(13) Cabangmu seperti pohon penuh delima dan buah yang lezat lainnya, dengan semua rempah yang terbaik, bunga pacar,
(14) narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.
(14) narwastu, kunyit, kayu manis dan tebu, dengan macam-macam pohon kemenyan. Mur dan gaharu, dengan macam-macam rempah pilihan.
(14) narwastu, kunyit, tanaman manis, penuh dengan kayu manis, kemenyan, mur, dan gaharu.
(15) O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!
(15) Mata air di kebunku membualkan air hidup yang mengalir dari Libanon!
(15) Engkau seperti mata air, seperti sumber air yang hidup, yang mengalir dari Gunung Libanon.
4:16 - 5:1 = Kedua mempelai saling menyapa
(16) --Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.
(16) Bangunlah, hai angin utara, datanglah, hai angin selatan! Bertiuplah di kebunku, biar harumnya semerbak. Semoga kekasihku datang ke kebunnya, dan makan buah-buahnya yang lezat.
(16) [Mempelai Perempuan Berbicara] Bangunlah, hai angin utara. Datanglah, hai angin selatan. Bertiuplah dalam kebunku. Sebarkanlah bau harumnya. Biarlah kekasihku datang ke kebunku dan memakan buah yang menyenangkan.
Kidung Agung / Song of Solomon / 아가
123
- 4 -
5678