www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Imamat / Leviticus / 레위기
1
- 2 -
3456789101112131415161718192021222324252627
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
2:1-16 = Korban sajian
(1) Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.
(1) Apabila seseorang mempersembahkan kurban sajian kepada TUHAN, kurban itu harus berupa tepung yang paling baik yang dituangi minyak zaitun dan diberi kemenyan di atasnya.
(1) [Kurban Sajian] “Apabila engkau mempersembahkan kurban sajian kepada TUHAN, persembahan itu terbuat dari tepung halus. Tuangkan minyak ke atas tepung itu dan taruh kemenyan di atasnya.
(2) Lalu korban itu harus dibawanya kepada anak-anak Harun, imam-imam itu. Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
(2) Ia harus membawanya kepada imam-imam keturunan Harun. Imam yang bertugas harus mengambil segenggam dari tepung itu dengan minyak zaitunnya dan semua kemenyannya, lalu membakarnya di atas mezbah sebagai tanda bahwa seluruhnya sudah dipersembahkan kepada TUHAN. Bau kurban makanan itu menyenangkan hati TUHAN.
(2) Kemudian bawalah kepada anak-anak Harun, imam itu. Imam membawa segenggam tepung yang baik bersama minyak serta kemenyan di dalamnya. Kemudian dia membawa persembahan peringatan ke atas mezbah, untuk dikurbankan selaku persembahan yang harum bagi TUHAN.
(3) Korban sajian selebihnya adalah teruntuk bagi Harun dan anak-anaknya, yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian TUHAN.
(3) Kurban sajian yang selebihnya adalah untuk para imam. Kurban itu sangat suci karena diambil dari makanan yang sudah dipersembahkan kepada TUHAN.
(3) Sisa kurban sajian itu menjadi milik Harun dan anak-anaknya. Pemberian untuk TUHAN itu sangat kudus.”
(4) Apabila engkau hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian dari apa yang dibakar di dalam pembakaran roti, haruslah itu dari tepung yang terbaik, berupa roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, atau roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak.
(4) Kalau yang dipersembahkan itu roti yang dibakar di dalam pembakaran, roti itu harus dibuat tanpa ragi. Roti itu boleh tebal, dibuat dari adonan tepung halus dengan minyak zaitun, boleh juga kue yang hanya dioles dengan minyak zaitun.
(4) [Kurban Sajian yang Dibakar] “Apabila engkau mempersembahkan kurban sajian yang telah dibakar dalam pembakaran, haruslah dari roti yang tidak beragi terbuat dari tepung halus dicampur dengan minyak atau roti tipis yang ke atasnya dituangkan minyak.
(5) Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dipanggang di atas panggangan, haruslah itu dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, berupa roti yang tidak beragi.
(5) Kalau yang dipersembahkan itu roti yang dipanggang di atas panggangan, roti itu harus dibuat dari tepung halus dengan minyak zaitun, tetapi tidak pakai ragi.
(5) Jika persembahanmu merupakan kurban sajian yang dimasak di atas wajan ceper, haruslah digunakan tepung halus, dicampur dengan minyak, tetapi tidak beragi.
(6) Korban itu harus dipotong-potong, lalu kautuangkanlah minyak ke atasnya; itulah korban sajian.
(6) Roti yang dipersembahkan itu harus dibelah-belah, lalu dituangi minyak zaitun.
(6) Potong-potonglah itu dan tuangkan minyak ke atasnya. Itulah kurban sajian.
(7) Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan, haruslah itu diolah dari tepung yang terbaik bersama-sama minyak.
(7) Kalau yang dipersembahkan itu roti yang dimasak dalam kuali, roti itu harus dibuat dari tepung halus dan minyak zaitun.
(7) Jika persembahanmu merupakan kurban sajian yang dimasak di atas penggorengan, haruslah digunakan tepung halus, dicampur dengan minyak.
(8) Maka korban sajian yang diolah menurut salah satu cara itu haruslah kaupersembahkan kepada TUHAN, yakni harus disampaikan kepada imam, yang membawanya ke mezbah.
(8) Roti yang dibuat dengan cara itu harus dipersembahkan kepada TUHAN dan diserahkan kepada imam yang membawanya ke mezbah.
(8) Apabila engkau membawa kurban sajian terbuat dari bahan-bahan itu kepada TUHAN, berikanlah itu kepada imam, dan dia meletakkannya ke atas mezbah.
(9) Kemudian imam harus mengkhususkan dari korban sajian itu bagian ingat-ingatannya lalu membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
(9) Imam mengambil sebagian dari roti itu lalu membakarnya di atas mezbah sebagai tanda bahwa seluruhnya sudah dipersembahkan kepada TUHAN. Baunya menyenangkan hati TUHAN.
(9) Kemudian imam mengambil sebagian kurban sajian itu dan mengangkatnya sebagai kurban peringatan. Dia membawanya ke atas mezbah untuk dikurbankan selaku persembahan yang harum bagi TUHAN.
(10) Korban sajian selebihnya adalah bagian Harun dan anak-anaknya, yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian TUHAN!
(10) Selebihnya adalah untuk para imam. Roti itu sangat suci karena diambil dari makanan yang sudah dipersembahkan kepada TUHAN.
(10) Sisa dari kurban sajian itu adalah kepunyaan Harun dan anak-anaknya. Pemberian untuk TUHAN itu sangat kudus.
(11) Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.
(11) Kurban sajian untuk TUHAN tak boleh dicampur dengan madu atau ragi, karena madu dan ragi tak boleh dibakar untuk persembahan bagi TUHAN.
(11) Janganlah berikan kurban sajian kepada TUHAN yang ada ragi di dalamnya. Janganlah membakar ragi atau madu sebagai pemberian untuk TUHAN.
(12) Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan.
(12) Dari hasil tanah yang pertama setiap tahun, sebagian harus dipersembahkan kepada TUHAN, tetapi tak boleh dibakar di atas mezbah.
(12) Engkau dapat membawa ragi dan madu kepada TUHAN sebagai persembahan hasil panen pertama, tetapi ragi dan madu tidak dibakar di atas mezbah yang harum baunya.
(13) Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.
(13) Setiap kurban sajian harus diberi garam, karena garam menandakan perjanjian Allah dengan kamu. Jadi semua persembahan harus diberi garam.
(13) Juga taruhlah garam pada setiap kurban sajian yang engkau bawa. Janganlah abaikan garam Perjanjian Allah setiap kali engkau mempersembahkan kurban sajian. Bubuhilah garam pada semua persembahanmu.”
(14) Jikalau engkau hendak mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil kepada TUHAN, haruslah engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu.
(14) Apabila kamu mempersembahkan kepada TUHAN gandum pertama yang kamu tuai, bawalah gandum baru yang sudah ditumbuk halus atau dipanggang.
(14) [Kurban Sajian Hasil Panen Pertama] “Jika engkau mempersembahkan kurban sajian dari hasil panen pertama kepada TUHAN, persembahkan bulir gandum yang dipanggang, yaitu emping dari gandum segar. Itulah kurban sajian dari hasil panenmu yang pertama.
(15) Haruslah kaububuh minyak dan kautaruh kemenyan ke atasnya; itulah korban sajian.
(15) Gandum itu harus dituangi minyak zaitun dan diberi kemenyan di atasnya.
(15) Tambahkan minyak dan kemenyan ke atasnya. Itulah kurban sajian.
(16) Haruslah imam membakar sebagai ingat-ingatannya, sebagian dari emping gandumnya dan minyaknya beserta seluruh kemenyannya sebagai korban api-apian bagi TUHAN."
(16) Imam harus membakar sebagian dari gandum dan minyak itu serta semua kemenyannya, sebagai tanda bahwa seluruhnya sudah dipersembahkan kepada TUHAN.
(16) Imam membakar sebagian dari emping gandum, minyak, dan semua kemenyan yang ada di atasnya sebagai persembahan peringatan. Itulah pemberian untuk TUHAN.”
Imamat / Leviticus / 레위기
1
- 2 -
3456789101112131415161718192021222324252627