website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik Indonesia terpercaya
vidinici pakaian dan lingerie wanita

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Roma / Romans / 로마서
12345678
- 9 -
10111213141516
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
9:1-29 = Pilihan atas Israel
(1) Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
(1) Apa yang akan saya katakan ini adalah benar karena saya milik Kristus. Saya tidak berdusta. Hati nurani saya yang dibimbing oleh Roh Allah, meyakinkan saya juga bahwa perkataan saya ini benar.
(1) [Allah dan Orang Yahudi] Aku ada dalam Kristus dan aku mengatakan kebenaran. Aku tidak berdusta. Perasaanku dikuasai oleh Roh Kudus. Semua perasaanku mengatakan aku tidak berdusta.
(2) bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
(2) Saya sangat sedih dan hati saya menderita
(2) Aku sangat berduka dan selalu sedih karena orang Yahudi.
(3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
(3) karena saudara-saudara saya yang sebangsa dengan saya. Sebab untuk mereka, saya sendiri rela dikutuk oleh Allah dan diceraikan dari Kristus.
(3) Mereka adalah saudara laki-laki dan saudara perempuanku di bumi ini. Aku ingin menolongnya. Aku rela walaupun aku harus dikutuk dan dipisahkan dari Kristus, asalkan hal itu dapat menolongnya.
(4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
(4) Mereka adalah umat yang terpilih dan Allah menjadikan mereka anak-anak-Nya sendiri, serta menyatakan kuasa-Nya kepada mereka. Ia mengadakan perjanjian dengan mereka dan memberikan kepada mereka hukum agama. Allah memberitahukan kepada mereka bagaimana mereka harus beribadat dan mereka sudah menerima pula janji-janji-Nya.
(4) Mereka adalah bangsa Israel. Orang Yahudi itu anak-anak pilihan Allah. Mereka memiliki kemuliaan Allah dan Perjanjian yang dibuat oleh Allah dengan umat-Nya. Allah memberikan hukum Taurat, Bait peribadatan, dan janji-Nya kepada mereka.
(5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
(5) Mereka adalah keturunan dari nenek moyang kita. Kristus secara manusia berasal dari bangsa mereka. Ia lebih tinggi dari semuanya. Terpujilah Allah untuk selama-lamanya! Amin.
(5) Mereka adalah keturunan nenek moyang kita. Dan mereka adalah keluarga Kristus secara jasmani di bumi ini, tetapi Kristus adalah Allah atas segala sesuatu. Pujilah Dia selama-lamanya. Amin.
(6) Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
(6) Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa janji Allah sudah tidak berlaku lagi; tetapi bukan semua orang Israel adalah umat yang dipilih oleh Allah.
(6) Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa Allah telah gagal menepati janji-Nya kepada orang Yahudi, tetapi hanya sedikit orang Israel yang sungguh-sungguh umat Allah.
(7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
(7) Tidak semua keturunan Abraham adalah anak-anak Allah. Sebab Allah berkata kepada Abraham, "Hanya keturunan Ishak sajalah yang akan disebut keturunanmu."
(7) Dan hanya sedikit dari keturunan Abraham yang sungguh-sungguh anak Abraham. Allah berkata kepada Abraham, “Hanya Ishaklah anakmu yang sah.”
(8) Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
(8) Itu berarti bahwa keturunan Abraham yang menjadi anak-anak Allah, adalah hanya keturunannya yang lahir karena janji Allah; dan bukan semua keturunannya.
(8) Hal itu berarti bahwa tidak semua keturunan Abraham anak Allah yang sesungguhnya. Anak-anak Abraham yang sesungguhnya adalah orang yang menjadi anak-anak Allah karena janji yang telah dibuat Allah kepada Abraham.
(9) Sebab firman ini mengandung janji: "Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki."
(9) Sebab janji Allah adalah sebagai berikut, "Pada waktu yang ditentukan, Aku akan kembali, dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki."
(9) Allah berjanji kepada Abraham, “Aku akan kembali pada waktu seperti ini tahun depan dan Sarah akan mempunyai anak.”
(10) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
(10) Dan ini juga: Ribka melahirkan dua orang anak laki-laki dari satu ayah, yaitu Ishak nenek moyang kita.
(10) Lebih jauh lagi, Ribka juga mempunyai anak laki-laki. Semua anaknya berasal dari satu bapa, yaitu Ishak, bapa kita.
(11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya--
(11) Sebelum kedua orang anak itu lahir, Allah sudah menentukan pilihan-Nya untuk selanjutnya. Pilihan Allah itu tidak bergantung kepada apa yang dapat dilakukan oleh orang, tetapi bergantung kepada panggilan Allah sendiri. Sebab pada waktu kedua anak laki-laki Ribka itu belum dapat melakukan sesuatu yang baik atau yang jahat,
(11) Sebelum anak-anak itu lahir, Allah telah memberitahukan kepada Ribka, “Anak yang sulung akan melayani adiknya.” Itu telah dikatakan sebelum anak-anak itu melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Allah mengatakan itu sebelum mereka lahir. Dengan demikian, anak yang dipilih Allah, dipilih-Nya hanya karena rencana-Nya,
(12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
(12) Allah sudah mengatakan kepada Ribka, "Yang tua akan melayani yang muda."
(12) (9:11)
(13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
(13) Dalam Alkitab tertulis bahwa Allah berkata begini, "Yakub Aku kasihi, tetapi Esau Aku benci."
(13) seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Aku telah mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”
(14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
(14) Apakah kesimpulan kita sekarang? Bahwa Allah itu tidak adilkah? Sudah barang tentu Allah adil!
(14) Apa yang dapat kita katakan? Apakah Allah bertindak tidak adil? Kita tidak dapat mengatakan demikian.
(15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
(15) Sebab Allah berkata kepada Musa, "Aku akan menunjukkan rahmat kepada orang yang Aku mau menunjukkan rahmat, dan Aku akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang Aku mau menunjukkan belas kasihan."
(15) Allah berkata kepada Musa, “Aku akan menunjukkan belas kasihan-Ku kepada orang yang akan Kuberikan rahmat. Aku akan menunjukkan belas kasihan-Ku kepada orang yang Aku ingini.”
(16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
(16) Jadi, keputusan Allah itu tidaklah bergantung kepada kerelaan manusia atau kepada usaha manusia, melainkan kepada kebaikan hati Allah saja terhadap orang yang dipilih-Nya itu.
(16) Jadi, hal itu tidak bergantung pada kemauan atau usaha seseorang untuk menerimanya, tetapi bergantung pada kebaikan Allah.
(17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."
(17) Sebab dalam Alkitab tertulis, "Allah berkata kepada raja Mesir, 'Aku menjadikan engkau raja untuk satu maksud ini saja, yaitu supaya dengan engkau, Aku menunjukkan kekuasaan-Ku dan membuat nama-Ku termasyhur di seluruh dunia.'"
(17) Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Allah berkata kepada Firaun, “Aku menjadikan engkau raja dengan maksud: supaya Aku dapat menunjukkan kuasa-Ku dengan perantaraanmu, supaya nama-Ku diumumkan ke seluruh dunia.”
(18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.
(18) Jadi, Allah berbelaskasihan kepada seseorang, kalau Allah menghendaki begitu. Dan Allah menyebabkan seseorang menjadi keras kepala, kalau Allah menghendaki demikian juga.
(18) Jadi, Allah mau menunjukkan belas kasihan kepada orang yang kepada-Nya Ia mau menunjukkan belas kasihan. Dan Dia mengeraskan hati orang yang dikehendaki-Nya demikian.
(19) Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"
(19) Nah, Saudara akan berkata kepada saya, "Kalau begitu mengapa Allah masih mau menyalahkan manusia? Bukankah tidak seorang pun dapat mencegah keinginan Allah?"
(19) Mungkin kamu akan bertanya kepadaku, “Kalau Allah mengatur semua perbuatan kita, mengapa Ia masih menyalahkan kita atas dosa-dosa kita?”
(20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
(20) Tetapi, Saudara! Saudara hanya manusia saja. Dan Saudara tidak boleh berani menyahut kepada Allah! Bolehkah pot kembang bertanya kepada orang yang membuatnya, "Mengapa engkau membuat saya begini?"
(20) Jangan berkata demikian. Kamu hanyalah manusia. Dan manusia tidak mempunyai hak untuk bertanya kepada Allah. Sebuah bejana tanah liat tidak dapat bertanya kepada orang yang membuatnya. Bejana itu tidak mengatakan, “Mengapa engkau membentuk aku seperti ini?”
(21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
(21) Bukankah orang yang membuat pot kembang itu berhak mengerjakan tanah liat itu sekehendak hatinya? Dari segumpal tanah liat, orang itu berhak membuat dua macam pot kembang: satu yang bagus, dan yang lainnya yang kurang bagus.
(21) Pembuat bejana berhak membuat bentuk yang dikehendakinya. Ia dapat menggunakan tanah liat yang sama untuk membuat bentuk yang beraneka ragam. Ia dapat membuat bejana khusus atau bejana untuk keperluan sehari-hari.
(22) Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--
(22) Begitu jugalah dengan apa yang dibuat oleh Allah. Ia berniat untuk melampiaskan kemarahan-Nya dan memperlihatkan kekuasaan-Nya. Namun Ia sabar terhadap mereka yang harus dihukum karena membuat Ia murka.
(22) Hal itu sama seperti yang telah dibuat Allah. Allah mau menunjukkan amarah-Nya dan membiarkan orang melihat kuasa-Nya, tetapi Allah sabar kepada orang yang sedang dimarahi-Nya — yaitu orang yang siap untuk dibinasakan.
(23) justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
(23) Allah juga berniat untuk menunjukkan kepada kita kebahagiaan berlimpah-limpah yang dicurahkan-Nya kepada kita yang dikasihani-Nya. Kita sudah disiapkan-Nya untuk menerima kebahagiaan itu.
(23) Allah menunggu dengan sabar supaya Ia dapat menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya. Ia mau memberikan kemuliaan-Nya kepada setiap orang yang menerima belas kasihan-Nya. Dan Dia telah menyiapkannya untuk menerima kemuliaan-Nya.
(24) yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
(24) Kitalah yang sudah dipanggil-Nya, bukan hanya dari bangsa Yahudi, tetapi juga dari bangsa-bangsa lain.
(24) Kita adalah milik-Nya. Kita adalah orang yang dipilih-Nya. Ia memanggil kita dari antara orang Yahudi dan yang bukan Yahudi.
(25) seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
(25) Sebab dalam buku Nabi Hosea, Allah berkata, "Orang-orang yang bukan umat-Ku, akan Kusebut 'Umat-Ku'. Bangsa yang tidak Aku kasihi, akan Kusebut 'Kekasih-Ku'.
(25) Sebagaimana tertulis dalam kitab Hosea, “Orang yang bukan milik-Ku, akan Kukatakan mereka milik-Ku. Dan orang yang tidak Aku kasihi, akan Kukatakan mereka Kukasihi.”
(26) Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."
(26) Dan di tempat di mana dikatakan kepada orang, 'Kamu bukan umat-Ku,' di situ orang-orang itu akan disebut anak-anak Allah yang hidup."
(26) “Dan pada tempat yang sama Allah mengatakan, ‘Kamu bukan umat-Ku,’ dan di tempat itu pula mereka akan disebut anak Allah yang hidup.”
(27) Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
(27) Nabi Yesaya berkata dengan tegas mengenai bangsa Israel, "Sungguh pun jumlah bangsa Israel sebanyak pasir di laut, hanya sedikit saja yang akan selamat;
(27) Dan Yesaya menangisi Israel, “Meskipun orang Israel sebanyak butir-butir pasir di pantai, tetapi hanya sedikit yang akan selamat.
(28) Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
(28) sebab Tuhan akan segera menjatuhkan hukuman terhadap seisi dunia."
(28) Ya, Allah akan segera menyelesaikan penghakiman atas orang di bumi.”
(29) Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."
(29) Yesaya berkata begini juga, "Seandainya Allah Yang Mahakuasa tidak meninggalkan kepada kita keturunan, pasti kita semua sudah menjadi seperti Sodom dan Gomora."
(29) Seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya, “Tuhan mempunyai semua kuasa. Tuhan menyelamatkan sebagian dari umat-Nya untuk kita. Jika hal itu tidak dilakukan-Nya, mungkin sekarang kita telah sama seperti Sodom dan kita telah menjadi seperti Gomora.”
9:30 - 10:3 = Keselamatan bangsa-bangsa lain dan kesesatan orang Israel
(30) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
(30) Jadi, kesimpulannya ialah ini: Bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi tidak berusaha supaya hubungan mereka dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi karena mereka percaya, maka Allah membuat hubungan mereka dengan Dia menjadi baik kembali.
(30) Jadi, apa yang hendak kita katakan? Kesimpulannya sebagai berikut: Orang yang bukan Yahudi tidak berusaha membenarkan dirinya di hadapan Allah, tetapi mereka telah dibenarkan di hadapan Allah. Mereka dibenarkan di hadapan Allah karena imannya.
(31) Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.
(31) Sebaliknya, orang-orang Yahudi selalu berusaha mentaati hukum supaya hubungan mereka dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi mereka justru tidak berhasil.
(31) Orang Israel berusaha menaati hukum Taurat untuk membuat dirinya benar di hadapan Allah, tetapi mereka tidak berhasil,
(32) Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,
(32) Mengapa mereka tidak berhasil? Sebab mereka melakukan itu tidak melalui percaya kepada Allah, melainkan melalui usaha mereka sendiri. Maka mereka jatuh tersandung pada "Batu Sandungan".
(32) sebab mereka berusaha membenarkan dirinya di hadapan Allah dengan perbuatannya. Mereka tidak percaya kepada Allah untuk membuat mereka benar. Mereka jatuh karena batu yang membuat orang jatuh.
(33) seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
(33) Mengenai batu itu di dalam Alkitab tertulis begini, "Perhatikanlah ini: Di Sion sudah Kuletakkan sebuah batu yang akan mengakibatkan orang tersandung; yaitu sebuah batu besar yang akan mengakibatkan orang jatuh. Tetapi orang yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa."
(33) Kitab Suci menuliskan tentang hal itu, “Lihatlah, Aku meletakkan batu di Sion, yang akan membuat orang tersandung. Batu itu akan membuat orang jatuh. Tetapi orang yang percaya pada Batu itu, tidak akan kecewa.”
Roma / Romans / 로마서
12345678
- 9 -
10111213141516