website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik Indonesia terpercaya
vidinici pakaian dan lingerie wanita

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
1 Korintus / 1 Corinthians / 고린도전서
1234567891011121314
- 15 -
16
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
English Amplified 2015

[Versi Mudah Dibaca 2006]
15:1-11 = Kebangkitan Kristus
(1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
(1) Dan sekarang, Saudara-saudara, saya mau kalian mengingat kembali akan Kabar Baik dari Allah yang saya beritakan dahulu kepadamu. Kalian menerimanya, dan percaya kepada Kristus karena Kabar Baik itu.
(1) {The Fact of Christ's Resurrection}Now brothers and sisters, let me remind you [once again] of the good news [of salvation] which I preached to you, which you welcomed and accepted and on which you stand [by faith].
(2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
(2) Kalau kalian berpegang teguh pada apa yang saya beritakan itu, maka Kabar Baik itu menyelamatkan kalian; kecuali kalau Saudara percaya tanpa pengertian.
(2) By this faith you are saved [reborn from above—spiritually transformed, renewed, and set apart for His purpose], if you hold firmly to the word which I preached to you, unless you believed in vain [just superficially and without complete commitment].
(3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
(3) Apa yang saya sampaikan kepada Saudara-saudara adalah yang sudah saya terima juga. Yang terpenting, seperti yang tertulis dalam Alkitab, saya menyampaikan kepadamu bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita;
(3) For I passed on to you as of first importance what I also received, that Christ died for our sins according to [that which] the Scriptures [foretold],
(4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
(4) bahwa Ia dikubur, tetapi kemudian dihidupkan kembali pada hari yang ketiga. Itu juga tertulis dalam Alkitab.
(4) and that He was buried, and that He was [bodily] raised on the third day according to [that which] the Scriptures [foretold],
(5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
(5) Saya memberitahukan juga kepadamu bahwa Kristus yang dihidupkan kembali itu menunjukkan juga diri-Nya kepada Petrus, dan kemudian kepada kedua belas rasul.
(5) and that He appeared to Cephas (Peter), then to the Twelve.
(6) Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
(6) Setelah itu Ia menunjukkan diri pula kepada lebih dari lima ratus pengikut-Nya sekaligus. Kebanyakan dari orang-orang itu masih hidup sekarang, hanya beberapa orang yang sudah meninggal.
(6) After that He appeared to more than five hundred brothers and sisters at one time, the majority of whom are still alive, but some have fallen asleep [in death].
(7) Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
(7) Sesudah itu Kristus menunjukkan diri juga kepada Yakobus dan kemudian kepada semua rasul.
(7) Then He was seen by James, then by all the apostles,
(8) Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
(8) Terakhir sekali Ia menunjukkan diri kepada saya juga--saya yang seperti bayi yang lahir tidak pada waktunya!
(8) and last of all, as to one untimely (prematurely, traumatically) born, He appeared to me also.
(9) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
(9) Saya adalah rasul Tuhan yang paling rendah. Saya tidak patut disebut rasul, sebab saya sudah menganiaya jemaat Allah.
(9) For I am the least [worthy] of the apostles, and not fit to be called an apostle, because I [at one time] fiercely oppressed and violently persecuted the church of God.
(10) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
(10) Tetapi karena rahmat Allah saya menjadi seperti keadaan saya yang sekarang. Dan tidaklah percuma Allah mengampuni saya. Malah justru sayalah yang bekerja lebih keras dari semua rasul yang lainnya. Tetapi itu sebenarnya bukan usaha saya; itu usaha Allah yang mengasihi saya dan yang bekerja bersama-sama saya.
(10) But by the [remarkable] grace of God I am what I am, and His grace toward me was not without effect. In fact, I worked harder than all of the apostles, though it was not I, but the grace of God [His unmerited favor and blessing which was] with me.
(11) Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.
(11) Jadi, dari siapa pun kalian menerima Kabar Baik itu--apakah itu dari saya atau dari rasul-rasul yang lain--itu tidak menjadi soal. Yang penting ialah kami memberitakan Kabar Baik itu dan Saudara percaya.
(11) So whether it was I or they, this is what we preach, and this is what you believed and trusted in and relied on with confidence.
15:12-34 = Kebangkitan kita
(12) Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
(12) Kalau yang kami beritakan itu ialah bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, mengapa ada dari antaramu yang berkata bahwa orang mati tidak akan dihidupkan kembali?
(12) Now if Christ is preached as raised from the dead, how is it that some among you say that there is no resurrection of the dead?
(13) Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
(13) Kalau betul orang mati tidak akan dihidupkan kembali, itu berarti Kristus juga tidak dihidupkan kembali dari kematian.
(13) But if there is no resurrection of the dead, then not even Christ has been raised;
(14) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
(14) Dan kalau seandainya Kristus tidak dihidupkan kembali dari kematian, maka tidak ada gunanya kami memberitakan apa-apa dan tidak ada gunanya pula kalian percaya, sebab kepercayaanmu itu tidak mempunyai dasar apa-apa.
(14) and if Christ has not been raised, then our preaching is vain [useless, amounting to nothing], and your faith is also vain [imaginary, unfounded, devoid of value and benefit—not based on truth].
(15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
(15) Lebih dari itu, ternyatalah bahwa kami berbohong mengenai Allah, sebab kami memberitakan bahwa Allah sudah menghidupkan kembali Kristus dari kematian, padahal Allah tidak menghidupkan Dia kembali--kalau memang benar orang mati tidak dihidupkan kembali!
(15) We are even discovered to be false witnesses [misrepresenting] God, because we testified concerning Him that He raised Christ, whom He did not raise, if in fact the dead are not raised.
(16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
(16) Sebab kalau orang mati tidak dihidupkan kembali, maka Kristus pun tidak dihidupkan kembali dari kematian.
(16) For if the dead are not raised, then Christ has not been raised, either;
(17) Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
(17) Dan kalau Kristus tidak dihidupkan kembali maka kepercayaanmu hanyalah impian belaka; itu berarti kalian masih dalam keadaan berdosa dan tidak mempunyai harapan sama sekali.
(17) and if Christ has not been raised, your faith is worthless and powerless [mere delusion]; you are still in your sins [and under the control and penalty of sin].
(18) Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
(18) Itu berarti pula bahwa orang-orang Kristen yang sudah meninggal, juga tidak mempunyai harapan.
(18) Then those also who have fallen asleep in Christ are lost.
(19) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
(19) Kalau pengharapan kita kepada Kristus terbatas pada hidup kita di dalam dunia ini saja, maka dari seluruh umat manusia di dalam dunia ini, kitalah yang paling malang!
(19) If we who are [abiding] in Christ have hoped only in this life [and this is all there is], then we are of all people most miserable and to be pitied.
(20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
(20) Tetapi nyatanya Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian. Inilah jaminan bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali.
(20) {The Order of Resurrection}But now [as things really are] Christ has in fact been raised from the dead, [and He became] the first fruits [that is, the first to be resurrected with an incorruptible, immortal body, foreshadowing the resurrection] of those who have fallen asleep [in death].
(21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
(21) Sebab kematian masuk ke dalam dunia dengan perantaraan satu orang, begitu juga hidup kembali dari kematian diberikan kepada manusia dengan perantaraan satu orang pula.
(21) For since [it was] by a man that death came [into the world], it is also by a Man that the resurrection of the dead has come.
(22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
(22) Sebagaimana seluruh manusia mati karena tergolong satu dengan Adam, begitu juga semua akan dihidupkan, karena tergolong satu dengan Kristus.
(22) For just as in Adam all die, so also in Christ all will be made alive.
(23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
(23) Tetapi masing-masing akan dihidupkan menurut gilirannya: pertama-tama Kristus; kemudian nanti pada waktu Ia datang lagi, menyusul giliran orang-orang yang termasuk milik Kristus.
(23) But each in his own order: Christ the first fruits, then those who are Christ's [own will be resurrected with incorruptible, immortal bodies] at His coming.
(24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
(24) Sesudah itu terjadilah kiamat. Pada waktu itu Kristus akan menaklukkan segala pemerintahan, segala kekuasaan dan segala kekuatan; lalu Ia akan menyerahkan kekuasaan-Nya sebagai Raja, kepada Allah, Bapa kita.
(24) After that comes the end (completion), when He hands over the kingdom to God the Father, after He has made inoperative and abolished every ruler and every authority and power.
(25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
(25) Kristus harus terus memerintah sampai Allah membuat semua musuh Kristus takluk kepada Kristus.
(25) For Christ must reign [as King] until He has put all His enemies under His feet.
(26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
(26) Musuh yang terakhir yang akan ditaklukkan ialah kematian.
(26) The last enemy to be abolished and put to an end is death.
(27) Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
(27) Dalam Alkitab tertulis begini, "Allah sudah membuat segala sesuatu takluk kepada-Nya." Jelaslah bahwa yang dimaksud dengan "segala sesuatu" itu tidak termasuk Allah sendiri, yang membuat segala sesuatu itu takluk kepada Kristus.
(27) For He (the Father) has put all things in subjection under His (Christ's) feet. But when He says, "All things have been put in subjection [under Christ]," it is clear that He (the Father) who put all things in subjection to Him (Christ) is excepted [since the Father is not in subjection to His own Son].
(28) Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
(28) Tetapi setelah seluruhnya ditaklukkan ke bawah pemerintahan Kristus, maka Ia sendiri, yaitu Anak Allah, akan menaklukkan diri-Nya kepada Allah yang sudah membuat segala-galanya takluk kepada-Nya. Maka Allah sendiri pun akan memerintah semuanya.
(28) However, when all things are subjected to Him (Christ), then the Son Himself will also be subjected to the One (the Father) who put all things under Him, so that God may be all in all [manifesting His glory without any opposition, the supreme indwelling and controlling factor of life].
(29) Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
(29) Kalau orang mati tidak dihidupkan kembali, mengapa ada orang yang dibaptis untuk orang mati? Untuk apa mereka melakukan hal itu? Kalau memang orang mati sama sekali tidak akan dihidupkan lagi, untuk apa mereka melakukan hal itu?
(29) Otherwise, what will those do who are being baptized for the dead? If the dead are not raised at all, why are people even baptized for them?
(30) Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
(30) Dan buat apa pula kami mau menghadapi bahaya setiap saat?
(30) [For that matter] why are we [running such risks and putting ourselves] in danger [nearly] every hour [if there is no resurrection]?
(31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
(31) Saudara-saudara! Setiap hari saya tahan menderita karena saya bangga atas kehidupanmu sebab kalian sudah percaya kepada Kristus Yesus, Tuhan kita.
(31) I assure you, believers, by the pride which I have in you in [your union with] Christ Jesus our Lord, I die daily [I face death and die to self].
(32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
(32) Kalau itu hanya dari segi manusia saja, apa untungnya bagi saya untuk berjuang seolah-olah melawan binatang-binatang buas di kota ini, di Efesus? Kalau memang orang mati tidak dihidupkan kembali, nah, lebih baik kita ikuti peribahasa ini: "Mari kita makan minum dan bersenang-senang, sebab besok kita toh akan mati."
(32) What good has it done me if, [merely] from a human point of view, I fought with wild animals at Ephesus? If the dead are not raised [at all], let us eat and drink [enjoying ourselves now], for tomorrow we die.
(33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
(33) Janganlah tertipu! Pergaulan yang buruk merusakkan ahlak yang baik.
(33) Do not be deceived: "Bad company corrupts good morals."
(34) Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
(34) Sadarlah sekarang, dan jangan lagi berbuat dosa. Sepantasnya kalian harus malu, bahwa di antaramu ada yang belum mengenal Allah.
(34) Be sober-minded [be sensible, wake up from your spiritual stupor] as you ought, and stop sinning; for some [of you] have no knowledge of God [you are disgracefully ignorant of Him, and ignore His truths]. I say this to your shame.
15:35-58 = Kebangkitan tubuh
(35) Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
(35) Mungkin ada yang bertanya, "Bagaimanakah orang mati dihidupkan kembali? Tubuh yang bagaimanakah yang diberi kepada mereka, sesudah mereka dihidupkan kembali?"
(35) But someone will say, "How are the dead raised? And with what kind of body will they come?"
(36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
(36) Bodoh sekali! Kalau Saudara menanam benih di dalam tanah, benih itu tidak akan tumbuh, kalau benih itu belum mati dahulu.
(36) You fool! Every time you plant seed you sow something that does not come to life [germinating, springing up and growing] unless it first dies.
(37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
(37) Dan benih yang Saudara tanam di dalam tanah itu--mungkin benih gandum atau benih lainnya--adalah biji benih itu saja, bukan seluruh tanamannya yang akan tumbuh nanti.
(37) The seed you sow is not the body (the plant) which it is going to become, but it is a bare seed, perhaps of wheat or some other grain.
(38) Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
(38) Allah sendiri yang akan memberikan kepada benih itu bentuk yang menurut pandangan-Nya baik untuk tanaman itu. Untuk setiap macam benih, Allah memberikan bentuk tanamannya sendiri-sendiri.
(38) But God gives it a body just as He planned, and to each kind of seed a body of its own [is given].
(39) Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
(39) Tubuh makhluk-makhluk yang bernyawa tidak semuanya sama. Manusia mempunyai sejenis tubuh, binatang-binatang mempunyai jenis tubuh yang lain; burung-burung lain pula jenis tubuhnya, dan ikan-ikan lain lagi jenis tubuhnya.
(39) All flesh is not the same. There is one kind for humans, another for animals, another for birds, and another for fish.
(40) Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
(40) Begitu juga dengan benda-benda yang di langit dan benda-benda yang di bumi. Benda-benda yang di langit masing-masing mempunyai keindahannya sendiri, dan benda-benda yang di bumi pun begitu juga.
(40) There are also heavenly bodies [sun, moon and stars] and earthly bodies [humans, animals, and plants], but the glory and beauty of the heavenly is one kind, and the glory of the earthly is another.
(41) Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
(41) Keindahan matahari lain daripada keindahan bulan. Bintang-bintang pun mempunyai keindahannya sendiri. Malah bintang-bintang itu masing-masing berlain-lainan pula keindahannya.
(41) There is a glory and beauty of the sun, another glory of the moon, and yet another [distinctive] glory of the stars; and one star differs from another in glory and brilliance.
(42) Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
(42) Begitu halnya nanti dengan orang-orang mati yang dihidupkan kembali. Tubuh yang dikubur itu adalah tubuh yang bisa busuk, tetapi tubuh yang dihidupkan kembali, adalah tubuh yang tidak bisa rusak.
(42) So it is with the resurrection of the dead. The [human] body that is sown is perishable and mortal, it is raised imperishable and immortal.
(43) Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
(43) Pada waktu tubuh itu dikuburkan, tubuh itu buruk dan lemah; tetapi pada waktu ia dihidupkan kembali, ia adalah tubuh yang bagus dan kuat.
(43) It is sown in dishonor, it is raised in glory; it is sown in weakness, it is raised in strength;
(44) Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
(44) Pada waktu dikuburkan, tubuh itu tubuh dari dunia; tetapi setelah hidup kembali, maka tubuh itu tubuh yang diberi oleh Roh Allah. Ada tubuh yang dari dunia, ada juga tubuh yang dari Allah.
(44) it is sown a natural body [mortal, suited to earth], it is raised a spiritual body [immortal, suited to heaven]. As surely as there is a physical body, there is also a spiritual body.
(45) Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
(45) Dalam Alkitab tertulis begini, "Manusia yang pertama, yakni Adam, menjadi makhluk yang hidup," tetapi Adam yang terakhir adalah Roh yang memberi hidup.
(45) So it is written [in Scripture], "The first man, Adam, became a living soul (an individual);" the last Adam (Christ) became a life-giving spirit [restoring the dead to life].
(46) Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
(46) Yang datang terlebih dahulu adalah yang jasmani, bukan yang rohani. Yang rohani datang kemudian.
(46) However, the spiritual [the immortal life] is not first, but the physical [the mortal life]; then the spiritual.
(47) Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
(47) Adam yang pertama dijadikan dari tanah, tetapi Adam yang kedua berasal dari surga.
(47) The first man [Adam] is from the earth, earthy [made of dust]; the second Man [Christ, the Lord] is from heaven.
(48) Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
(48) Orang-orang dunia ini adalah seperti Adam yang pertama, yang dijadikan dari tanah, tetapi orang-orang surga adalah seperti Dia yang datang dari surga.
(48) As is the earthly man [the man of dust], so are those who are of earth; and as is the heavenly [Man], so are those who are of heaven.
(49) Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
(49) Sebagaimana kita sekarang adalah seperti Adam yang dijadikan dari tanah, maka nanti kita akan menjadi seperti Dia yang dari surga itu.
(49) Just as we have borne the image of the earthly [the man of dust], we will also bear the image of the heavenly [the Man of heaven].
(50) Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
(50) Maksud saya, Saudara-saudara, ialah: tubuh yang dijadikan dari darah dan daging, tidak dapat masuk Dunia Baru Allah; dan tubuh yang dapat mati tidak dapat menjadi abadi.
(50) {The Mystery of Resurrection}Now I say this, believers, that flesh and blood cannot inherit nor be part of the kingdom of God; nor does the perishable (mortal) inherit the imperishable (immortal).
(51) Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
(51) Perhatikanlah rahasia ini: Tidak semuanya kita akan mati, tetapi kita semuanya akan berubah.
(51) Listen very carefully, I tell you a mystery [a secret truth decreed by God and previously hidden, but now revealed]; we will not all sleep [in death], but we will all be [completely] changed [wondrously transformed],
(52) dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
(52) Hal itu akan terjadi tiba-tiba dalam sekejap mata, pada waktu trompet dibunyikan untuk terakhir kalinya. Sebab pada waktu terdengar bunyi trompet itu, orang-orang mati akan dihidupkan kembali dengan tubuh yang abadi, dan kita semuanya akan diubah.
(52) in a moment, in the twinkling of an eye, at [the sound of] the last trumpet call. For a trumpet will sound, and the dead [who believed in Christ] will be raised imperishable, and we will be [completely] changed [wondrously transformed].
(53) Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
(53) Tubuh kita yang dapat mati ini harus diganti dengan tubuh yang tidak dapat mati, dan tubuh yang dari dunia harus diganti dengan tubuh yang dari surga.
(53) For this perishable [part of us] must put on the imperishable [nature], and this mortal [part of us that is capable of dying] must put on immortality [which is freedom from death].
(54) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
(54) Kalau tubuh yang dapat mati sudah diganti dengan tubuh yang tidak dapat mati, dan tubuh yang dari dunia sudah diganti dengan tubuh yang dari surga, pada waktu itu barulah terjadi apa yang tertulis dalam Alkitab, "Kematian sudah dibasmi; kemenangan sudah tercapai!"
(54) And when this perishable puts on the imperishable, and this mortal puts on immortality, then the Scripture will be fulfilled that says, "Death is swallowed up in victory (vanquished forever).
(55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
(55) "Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah bisamu?"
(55) O death, where is your victory? O death, where is your sting?"
(56) Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
(56) Bisa maut ialah dosa, dan dosa menjalankan peranannya melalui hukum agama.
(56) The sting of death is sin, and the power of sin [by which it brings death] is the law;
(57) Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
(57) Tetapi syukur kepada Allah; Ia memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus Tuhan kita!
(57) but thanks be to God, who gives us the victory [as conquerors] through our Lord Jesus Christ.
(58) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
(58) Oleh sebab itu, Saudara-saudara yang tercinta, hendaklah kalian kuat dan teguh. Bekerjalah terus untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab kalian mengetahui bahwa semua yang kalian kerjakan untuk Tuhan, tidak akan percuma.
(58) Therefore, my beloved brothers and sisters, be steadfast, immovable, always excelling in the work of the Lord [always doing your best and doing more than is needed], being continually aware that your labor [even to the point of exhaustion] in the Lord is not futile nor wasted [it is never without purpose].
1 Korintus / 1 Corinthians / 고린도전서
1234567891011121314
- 15 -
16