www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Hakim Hakim / Judges / 사사기
1234
- 5 -
6789101112131415161718192021
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
5:1-31 = Nyanyian Debora
(1) Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam, demikian:
(1) Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak anak Abinoam. Begini katanya:
(1) [Nyanyian Debora] Pada hari itu orang Israel mengalahkan Sisera, Debora dan Barak anak Abinoam menyanyikan nyanyian ini:
(2) Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
(2) Pujilah TUHAN, sebab pahlawan-pahlawan Israel telah bertekad untuk berjuang, dan rakyat dengan rela pergi berperang.
(2) “Orang Israel mempersiapkan diri untuk berperang. Mereka dengan suka rela pergi berperang. Pujilah TUHAN!
(3) Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel.
(3) Dengarlah hai para raja dan pangeran, aku bernyanyi bagi Allah Israel, yaitu TUHAN.
(3) Dengarlah, hai raja-raja. Perhatikanlah, hai para penguasa. Aku akan bernyanyi. Aku sendiri bernyanyi bagi TUHAN. Aku memainkan alat musik bagi TUHAN, bagi Allah orang Israel.
(4) TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya;
(4) Tatkala Kauberangkat dari Seir, ya TUHAN, dan wilayah Edom Kautinggalkan, bumi bergetar, saluran-saluran langit pun terbuka, dan awan-awan mencurahkan airnya.
(4) TUHAN, pada masa lampau Engkau datang dari Seir. Engkau berjalan dari negeri Edom. Engkau berjalan dan bumi gemetar. Langit mendung. Awan meneteskan air.
(5) gunung-gunung--yakni Sinai--bergoyang di hadapan TUHAN, di hadapan TUHAN, Allah Israel.
(5) Gunung-gunung bergoncang di depan penguasa Sinai, di depan TUHAN, Allah Israel.
(5) Gunung bergetar di hadapan TUHAN Allah Gunung Sinai, di hadapan TUHAN Allah Israel.
(6) Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.
(6) Di masa Samgar, anak Anat, dan di masa Yael juga, tiada kafilah di negeri, tiada kelana di jalan raya.
(6) Pada zamannya Samgar anak Anat, pada zamannya Yael, jalan-jalan besar kosong. Kafilah dan para pejalan kaki mengambil jalan belakang.
(7) Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di Israel.
(7) Kota-kota Israel tiada penghuninya, sunyi sepi hingga kaudatang, Debora; kaudatang bagaikan ibu yang tercinta.
(7) Di sana tidak ada tentara di Israel sampai Debora bangkit sebagai ibu bagi Israel.
(8) Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di pintu gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak terlihat di antara empat puluh ribu orang di Israel.
(8) Ketika Israel mulai menyembah dewa, pecahlah perang di negeri mereka; di antara empat puluh ribu pahlawan bangsa, tak seorang pun mengangkat senjata.
(8) Allah memilih pemimpin yang baru untuk berperang di pintu gerbang kota. Tidak terlihat perisai atau tombak di tengah-tengah 40.000 tentara Israel.
(9) Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka yang menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu. Pujilah TUHAN!
(9) Kepada para panglima Israel yang menawarkan diri dengan sukarela, kusampaikan penghargaanku yang sedalam-dalamnya. Pujilah TUHAN!
(9) Hatiku bersama para komandan Israel yang pergi berperang dengan sukarela. Pujilah TUHAN!
(10) Kamu, yang menunggang keledai betina putih, kamu, yang duduk di atas permadani, kamu, yang berjalan di jalan, ceriterakanlah hal itu!
(10) Hai kamu yang mengendarai keledai putih, kamu yang duduk di atas permadani, dan kamu semua yang berjalan kaki, kabarkanlah kisah kemenangan ini!
(10) Perhatikanlah, hai orang-orang yang mengendarai keledai putih, yang duduk di atas karpet berharga, dan yang berjalan di sepanjang jalan.
(11) Di tempat-tempat penimbaan air, menurut suara orang-orang yang berdendang, di sanalah orang menyanyikan perbuatan TUHAN yang adil, perbuatan-Nya yang adil terhadap orang-orang-Nya di pedusunan di Israel. Pada waktu itu turunlah umat TUHAN ke pintu gerbang.
(11) Di dekat sumur-sumur terdengar orang ramai berdendang, mengisahkan kemenangan TUHAN berulang-ulang, kemenangan Israel, umat TUHAN. Maka berbarislah mereka menuju ke gerbang kota.
(11) Di tempat-tempat penimbaan air buat hewan, kami mendengar alat-alat musik canang. Orang-orang menyanyikan kemenangan TUHAN, kemenangan para tentara di Israel, ketika umat TUHAN berperang di pintu gerbang kota dan menang.
(12) Bangunlah, bangunlah, Debora! Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah suatu nyanyian! Bangkitlah, Barak! dan giringlah tawananmu, hai anak Abinoam!
(12) Bangkitlah Debora, dan angkatlah nyanyian. Bangunlah Barak, giringlah para tahanan!
(12) Bangunlah, bangunlah, hai Debora. Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah nyanyian itu. Bangkitlah Barak. Tangkaplah musuhmu, hai anak Abinoam.
(13) Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, umat TUHAN turun bagi-Nya sebagai pahlawan.
(13) Ksatria yang tersisa datang kepada pemimpinnya, mereka datang, dan siap untuk berjuang bagi-Nya.
(13) Sekarang hai orang yang selamat, pergilah kepada para pemimpin. Hai umat TUHAN, datanglah bersama aku dan para tentara.
(14) Dari suku Efraim mereka datang ke lembah, mengikuti engkau, ya suku Benyamin, dengan laskarmu; dari suku Makhir turunlah para panglima dan dari suku Zebulon orang-orang pembawa tongkat pengerah.
(14) Mereka berjalan dari Efraim ke lembah, mengikuti pasukan Benyamin yang berbaris di depan mereka. Dari Makhir datanglah para panglima, dan dari Zebulon bangkit para perwira.
(14) Orang Efraim datang dari daerah pebukitan Amalek. Hai Benyamin, orang-orang itu mengikut engkau dan umatmu. Dan ada para komandan dari keluarga Makir. Para pemimpin dari suku Zebulon datang bersama tongkat pemukul.
(15) Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.
(15) Para pemuka Isakhar datang bersama Debora, ya, Isakhar datang, dan Barak turut juga; mereka mengikuti dia menuruni lembah. Tetapi suku Ruben tak dapat menentukan sikap sebab di antara mereka tak terdapat kata sepakat.
(15) Para pemimpin dari Isakhar datang bersama Debora. Keluarga Isakhar baik terhadap Barak. Mereka berjalan kaki ke lembah. Hai Ruben, di antara pasukanmu banyak tentara yang berani.
(16) Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
(16) Mengapa mereka tinggal di antara domba-domba? Apakah untuk mendengarkan gembala memanggil ternaknya? Memang suku Ruben tak dapat menentukan sikap sebab di antara mereka tak terdapat kata sepakat.
(16) Jadi, mengapa engkau duduk di sana menghadap tembok-tembok kandang kambing dombamu? Tentara Ruben yang berani memikirkan dengan sangat berat tentang perang, tetapi mereka tinggal di rumah sambil mendengarkan musik yang dimainkannya untuk dombanya.
(17) Orang Gilead tinggal diam di seberang sungai Yordan; dan suku Dan, mengapa mereka tinggal dekat kapal-kapal? Suku Asyer duduk di tepi pantai laut, tinggal diam di teluk-teluknya.
(17) Sementara Zebulon dan Naftali berjuang sengit di medan perang, suku Dan bercokol di kapal, dan suku Gad tetap tinggal di timur Yordan, sedangkan suku Asyer tenang-tenang dan tak mau menyingkir dari tempat mereka di sepanjang pesisir.
(17) Orang Gilead tinggal di kemah mereka di seberang Sungai Yordan. Bagi kamu orang Dan, mengapa kamu tinggal di dalam kapal-kapalmu? Orang Asyer tinggal dekat laut, berkemah dekat pelabuhan yang aman.
(18) Tetapi suku Zebulon ialah bangsa yang berani mempertaruhkan nyawanya, demikian juga suku Naftali, di tempat-tempat tinggi di padang.
(18) (5:17)
(18) Orang Zebulon dan Naftali mempertaruhkan hidupnya berperang di bukit-bukit.
(19) Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.
(19) Di Taanakh, dekat sungai di Megido, raja-raja berperang, raja-raja Kanaan berjuang, tapi perak tak ada yang mereka bawa sebagai jarahan.
(19) Raja-raja Kanaan datang bertempur, tetapi mereka tidak mengambil barang-barang rampasan. Mereka berperang di kota Taanakh, dekat air Megido.
(20) Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka memerangi Sisera.
(20) Bintang-bintang juga turut berjuang melawan Sisera, dari tempat peredaran mereka di angkasa.
(20) Bintang-bintang melawan mereka dari langit. Dari jalannya melewati angkasa, mereka bertempur melawan Sisera.
(21) Sungai Kison menghanyutkan musuh, Kison, sungai yang terkenal dari dahulu kala itu. --Majulah sekuat tenaga, hai jiwaku! --
(21) Sungai Kison meluap-luap menghanyutkan seteru. Maju, majulah dengan perkasa, hai jiwaku!
(21) Sungai Kison, sungai tua itu, menghanyutkan mereka. Jiwaku, majulah dengan kekuatan.
(22) Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari kuda-kudanya.
(22) Dengan laju menderaplah telapak-telapak kuda yang dipacu oleh pengendaranya.
(22) Telapak kaki kuda menghentak tanah. Kuda Sisera terus berlari.
(23) Kutukilah kota Meros!
(23) "Kutuklah Meros, dan penghuninya," kata Malaikat TUHAN "sebab mereka tidak datang memberi bantuan sebagai pahlawan yang berjuang untuk TUHAN."
(23) Malaikat TUHAN berkata, ‘Terkutuklah kota Meroz. Terkutuklah penduduknya. Mereka tidak datang menolong peperangan TUHAN.’ Mereka tidak menolong TUHAN melawan musuh-musuh-Nya yang kuat.
(24) Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
(24) Beruntunglah Yael, istri Heber orang Keni; dari semua penghuni kemah, dialah yang paling diberkati.
(24) Yael adalah istri Heber orang Keni. Dia akan diberkati melebihi segala perempuan.
(25) Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan yang indah disuguhkannya dadih.
(25) Sisera minta air, tapi ia memberikan susu kepadanya, disajikannya susu dalam mangkuk yang pantas untuk raja-raja.
(25) Sisera minta air, Yael memberikan susu kepadanya. Dalam mangkuk yang pantas untuk penguasa, ia membawa susu kepadanya.
(26) Tangannya diulurkannya mengambil patok, tangan kanannya mengambil tukul tukang, ditukulnya Sisera, dihancurkannya kepalanya, diremukkan dan ditembusnya pelipisnya.
(26) Dengan pasak dan martil di tangannya Yael memukul Sisera sampai hancur kepalanya.
(26) Kemudian Yael mengambil patok kemah itu. Dengan tangan kanannya diambilnya martil, yang biasa dipakai tukang. Kemudian dia memakainya pada Sisera. Ia membinasakan kepalanya, membuat lubang pada pelipisnya.
(27) Dekat kakinya orang itu rebah, tewas tergeletak, dekat kakinya orang itu rebah dan tewas, di tempat ia rebah, di sanalah orang itu tewas, digagahi.
(27) Di kaki Yael ia rebah tak bernyawa tergeletak di tanah menemui ajalnya.
(27) Ia rebah di antara kaki Yael. Ia jatuh dan di sanalah dia tergeletak. Ia rebah di antara kakinya. Ia jatuh di sana. Di mana Sisera rebah, di sanalah ia jatuh. Dan di sanalah dia tergeletak, mati!
(28) Dari jendela ibu Sisera menjenguk dan berseru dari tingkap: "Mengapa keretanya tak kunjung datang? Mengapa kereta-keretanya belum kedengaran?"
(28) Dari ruji-ruji jendela ibu Sisera memandang, dan berkata, "Mengapa keretanya, tak kunjung tiba, mengapa tak terdengar derap kudanya?"
(28) Lihatlah, ada ibu Sisera mengintip melalui jendela. Mengintip melalui kisi-kisi jendelanya dan berseru, ‘Mengapa kereta perang Sisera begitu terlambat? Mengapa aku tidak dapat mendengar keretanya?’
(29) Yang paling bijak di antara dayang-dayangnya menjawabnya, dan ia sendiri juga membalas perkataannya itu:
(29) Yang terarif di antara dayang-dayangnya memberi jawaban yang telah ditemukannya sendiri dalam hatinya:
(29) Hamba perempuannya yang paling bijaksana menjawabnya. Ya, hamba memberikan jawaban kepadanya.
(30) Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk leherku?
(30) "Mereka sedang membagi-bagi barang rampasan, untuk tiap prajurit, satu atau dua perawan. Untuk Sisera, bahan baju yang paling berharga, untuk ratu, selendang bersulam aneka warna."
(30) ‘Pasti, mereka menang dalam peperangan dan mengambil barang rampasan dari yang dikalahkannya. Mereka membagi-baginya di antara sesamanya. Setiap tentara mengambil satu atau dua perempuan. Mungkin Sisera mendapat kain dari yang telah mati. Sisera menemukan sepotong kain yang beraneka warna — atau mungkin dua potong — bagi Sisera pejuang itu untuk dipakainya.’
(31) Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.
(31) Semoga musuh-musuh-Mu, ya TUHAN, tewas seperti Sisera, tetapi semua sahabat-Mu jaya bagaikan surya di angkasa! Setelah itu, tentramlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.
(31) Semoga semua musuh-Mu mati seperti itu, ya TUHAN. Dan semoga semua orang yang mengasihi Engkau menjadi kuat bagaikan matahari yang terbit.” Amanlah negeri itu selama 40 tahun.
Hakim Hakim / Judges / 사사기
1234
- 5 -
6789101112131415161718192021