website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Bilangan (Perjanjian Lama)
Bilangan 31 : 37 = jadi upeti bagi TUHAN dari kambing domba itu ada enam ratus tujuh puluh lima ekor;

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Kejadian 29 (Kejadian / KEJ 29 / Genesis 29 / 창세기 29)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
29:1-30 = Yakub di rumah Laban
(1) Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.
(1) Yakub meneruskan perjalanannya dan pergi ke negeri di sebelah timur Kanaan.
(1) [Yakub Menemui Rahel] Kemudian Yakub meneruskan perjalanannya. Ia pergi ke negeri di Timur.
(2) Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
(2) Tiba-tiba dilihatnya sebuah sumur di padang, dan di dekatnya berbaringlah tiga kawanan kambing domba yang biasanya diberi minum di situ. Sumur itu tertutup batu besar.
(2) Ia melihat sebuah sumur di ladang. Di sana beristirahat tiga kawanan domba, terbaring dekat sumur, tempat domba minum air. Ada sebuah batu yang besar menutupi sumur itu.
(3) dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
(3) Kalau semua kawanan kambing domba sudah berkumpul di tempat itu, para gembala menggulingkan batu itu ke samping, lalu kambing domba itu diberi minum. Setelah itu para gembala menutup sumur itu kembali.
(3) Apabila semua kawanan telah berkumpul di sana, gembala-gembala menggulingkan batu itu dari atas sumur. Semua domba dapat minum. Setelah domba-domba itu kenyang, gembala mengembalikan batu ke tempatnya semula.
(4) Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran."
(4) Lalu bertanyalah Yakub kepada para gembala yang ada di situ, "Hai kawan, dari mana kalian ini?" "Dari Haran," jawab mereka.
(4) Yakub berkata kepada gembala itu, “Saudara-saudara, dari mana kamu?” Jawab mereka, “Kami dari Haran.”
(5) Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal."
(5) Yakub bertanya lagi, "Kenalkah kalian kepada Laban anak Nahor?" "Kenal," jawab mereka.
(5) Yakub mengatakan, “Apakah kamu mengenal Laban, anak Nahor?” Jawab mereka, “Kami mengenal dia.”
(6) Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya."
(6) "Bagaimana keadaannya?" tanya Yakub lagi. "Baik-baik saja," jawab mereka. "Lihatlah, itu anaknya perempuan yang bernama Rahel. Ia datang membawa kawanan kambing domba ayahnya."
(6) Yakub mengatakan, “Apa kabarnya?” Jawab mereka, “Ia sehat. Segala sesuatu baik. Lihatlah, anaknya Rahel datang dengan domba-dombanya.”
(7) Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi."
(7) Kata Yakub, "Hari masih siang dan belum tiba waktunya kambing domba dimasukkan ke dalam kandang. Mengapa binatang-binatang itu tidak kalian beri minum, lalu kalian biarkan makan rumput lagi?"
(7) Yakub mengatakan, “Lihatlah, hari masih siang, matahari masih lama supaya terbenam. Belum waktunya untuk mengumpulkan ternak pada malam hari. Berilah domba-domba itu minum dan kembalikan ke ladang.”
(8) Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami."
(8) Jawab mereka, "Kami baru dapat memberi minum domba-domba itu kalau semua kawanan domba sudah berkumpul di sini dan batu penutup sudah digulingkan."
(8) Mereka berkata, “Kami tidak dapat melakukan itu hingga semua kawanan domba berkumpul. Kami mengangkat batu itu dari atas sumur, dan semua domba akan minum.”
(9) Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya.
(9) Selagi Yakub berbicara dengan mereka, Rahel datang dengan kawanan kambing dombanya.
(9) Ketika Yakub berbicara dengan mereka, Rahel datang dengan domba ayahnya. Tugasnya adalah menggembalakan domba.
(10) Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.
(10) Ketika Yakub melihat Rahel bersama kawanannya itu, pergilah Yakub ke sumur itu, lalu menggulingkan batu penutupnya ke samping dan memberi minum kawanan itu.
(10) Rahel ialah anak Laban. Laban saudara Ribka, ibu Yakub. Ketika Yakub melihat Rahel, ia pergi dan mengangkat batu itu dan memberikan air kepada domba-domba.
(11) Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.
(11) Kemudian ia mencium Rahel, dan menangis karena terharu.
(11) Kemudian Yakub mencium Rahel dan menangis.
(12) Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.
(12) Katanya kepada Rahel, "Saya anak Ribka, saudara ayahmu." Lalu berlarilah Rahel pulang ke rumahnya untuk menceritakan hal itu kepada ayahnya.
(12) Ia berkata kepadanya bahwa ia dari keluarga ayahnya. Ia berkata kepadanya bahwa ia anak Ribka. Jadi, Rahel lari ke rumah dan memberi tahu kepada ayahnya.
(13) Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban.
(13) Ketika Laban mendengar berita tentang Yakub, kemanakannya itu, berlarilah ia hendak menemuinya. Laban memeluk Yakub dan menciumnya, lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban,
(13) Laban mendengar berita tentang Yakub, anak saudara perempuannya. Jadi, Laban berlari menemui Yakub. Laban memeluk dan menciumnya dan membawa dia ke rumahnya. Yakub menceritakan semua yang terjadi padanya.
(14) Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.
(14) Laban berkata, "Memang benar, engkau keluarga dekat dengan saya." Yakub tinggal di rumah itu sebulan penuh.
(14) Laban mengatakan, “Ya sesungguhnya, engkau keluargaku sendiri.” Jadi, Yakub tinggal bersama Laban sebulan.
(15) Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu."
(15) Pada suatu hari berkatalah Laban kepada Yakub, "Tidak patut engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma, hanya karena engkau sanak saudaraku. Berapa upah yang kauinginkan?"
(15) [Laban Menipu Yakub] Pada suatu hari Laban berkata kepada Yakub, “Engkaulah keluargaku sendiri. Tidak baik bagimu terus kerja untukku tanpa dibayar. Apa yang harus kubayar?”
(16) Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
(16) Adapun Laban mempunyai dua anak perempuan; yang sulung bernama Lea, dan adiknya bernama Rahel.
(16) Laban mempunyai dua anak. Yang tua ialah Lea dan yang muda Rahel.
(17) Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.
(17) Lea matanya indah, sedangkan Rahel bertubuh molek dan berwajah cantik.
(17) Mata Lea lemah, tetapi Rahel cantik.
(18) Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."
(18) Yakub telah jatuh cinta kepada Rahel, sebab itu ia menjawab kepada Laban, "Saya mau bekerja selama tujuh tahun jika Paman mengizinkan saya kawin dengan Rahel."
(18) Yakub mencintai Rahel. Yakub berkata kepada Laban, “Aku akan bekerja tujuh tahun untukmu jika engkau mengizinkan aku mengawini anakmu Rahel.”
(19) Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku."
(19) Kata Laban, "Lebih baik saya berikan dia kepadamu daripada kepada orang lain; jadi tinggallah di sini."
(19) Laban mengatakan, “Lebih baik baginya kawin dengan engkau daripada dengan orang lain. Jadi, tinggallah bersama aku.”
(20) Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.
(20) Maka bekerjalah Yakub selama tujuh tahun untuk mendapat Rahel, dan baginya tahun-tahun itu berlalu seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada gadis itu.
(20) Yakub tinggal dan bekerja pada Laban selama tujuh tahun. Tampaknya waktu sangat cepat berlalu karena ia sangat mencintai Rahel.
(21) Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia."
(21) Sesudah itu Yakub berkata kepada Laban, "Tujuh tahun sudah lewat; izinkanlah saya kawin dengan anak Paman."
(21) Setelah tujuh tahun Yakub berkata kepada Laban, “Berikanlah kepadaku Rahel agar aku dapat mengawininya. Masa kerjaku padamu sudah selesai.”
(22) Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.
(22) Lalu Laban mengadakan pesta perkawinan dan mengundang semua orang di kota itu.
(22) Laban membuat satu perjamuan bagi semua orang di tempat itu.
(23) Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia.
(23) Tetapi pada malam itu, bukan Rahel, melainkan Lea yang diantarkan Laban kepada Yakub, dan Yakub bersetubuh dengan dia.
(23) Malam itu, Laban membawa anaknya Lea kepada Yakub. Yakub dan Lea mengadakan hubungan suami istri.
(24) Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
(24) (Laban memberikan hambanya perempuan yang bernama Zilpa kepada Lea, untuk menjadi hambanya.)
(24) Laban memberikan pelayan perempuan Zilpa kepada anaknya untuk menjadi pembantunya.
(25) Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?"
(25) Baru keesokan harinya Yakub mengetahui bahwa Lea yang dikawininya. Lalu pergilah Yakub kepada Laban dan berkata, "Mengapa Paman perlakukan saya begini? Bukankah saya bekerja untuk mendapat Rahel? Mengapa Paman menipu saya?"
(25) Besok paginya Yakub melihat bahwa Lea ada bersamanya. Yakub berkata kepada Laban, “Engkau telah menipu aku. Aku bekerja keras untukmu agar aku dapat mengawini Rahel. Mengapa engkau menipu aku?”
(26) Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
(26) Laban menjawab, "Menurut adat di sini, adik tidak boleh kawin lebih dahulu daripada kakak.
(26) Laban mengatakan, “Di negeri kami tidak diizinkan anak yang lebih muda kawin sebelum yang tertua kawin.
(27) Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi."
(27) Tunggulah sampai selesai pesta tujuh hari perkawinan, nanti saya berikan Rahel kepadamu juga, asal engkau mau bekerja tujuh tahun lagi."
(27) Teruskanlah untuk melakukan acara perkawinan selama seminggu penuh, dan aku akan memberi Rahel juga untuk kaukawini, tetapi engkau harus melayani aku tujuh tahun lagi.”
(28) Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.
(28) Yakub setuju, dan setelah pesta itu lewat, Laban memberikan kepadanya Rahel menjadi istrinya.
(28) Yakub melakukan itu dan menggenapi minggu itu. Kemudian Laban memberikan anaknya Rahel selaku istri kepadanya.
(29) Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.
(29) (Laban memberikan hambanya perempuan yang bernama Bilha kepada Rahel, untuk menjadi hambanya.)
(29) Laban memberikan pelayan perempuannya Bilha kepada anaknya Rahel menjadi pembantunya.
(30) Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.
(30) Yakub bersetubuh dengan Rahel juga, dan ia lebih mencintai Rahel daripada Lea. Kemudian ia bekerja tujuh tahun lagi.
(30) Yakub mengadakan hubungan suami istri dengan Rahel juga. Dan Yakub lebih cinta kepada Rahel daripada kepada Lea. Yakub bekerja pada Laban tujuh tahun lagi.
29:31 - 30:24 = Anak-anak Yakub
(31) Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.
(31) Ketika TUHAN melihat bahwa Lea tidak begitu dicintai seperti Rahel, TUHAN mengizinkan Lea melahirkan anak, tetapi Rahel tetap tidak mendapat anak.
(31) [Keluarga Yakub Bertambah] TUHAN melihat bahwa Yakub lebih mengasihi Rahel daripada Lea. Jadi, Ia memungkinkan Lea mempunyai anak, tetapi Rahel tidak mempunyai anak.
(32) Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."
(32) Lea mengandung lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Katanya, "TUHAN telah melihat kesusahan saya, dan sekarang suami saya akan mencintai saya." Lalu dinamakannya anaknya itu Ruben.
(32) Lea melahirkan seorang anak. Ia menamainya Ruben. Ia menamainya demikian karena ia mengatakan, “TUHAN telah melihat kesusahanku. Suamiku tidak mengasihi aku. Jadi, sekarang mungkin suamiku akan mengasihi aku.”
(33) Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.
(33) Lea mengandung lagi lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Kata Lea, "TUHAN telah memberikan kepada saya anak ini pula karena didengarnya bahwa saya tidak dicintai." Lalu dinamakannya anaknya itu Simeon.
(33) Lea mengandung lagi dan mempunyai anaknya yang lain. Dia menamai anaknya Simeon. Ia berkata, “TUHAN telah mendengar bahwa aku tidak dikasihi, jadi Ia memberikan anak ini kepadaku.”
(34) Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.
(34) Lea mengandung lagi lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Katanya, "Sekarang suami saya akan lebih terikat kepada saya karena saya telah melahirkan tiga anak laki-laki." Lalu dinamakannya anaknya itu Lewi.
(34) Lea mengandung kembali dan mempunyai anak yang lain. Dia menamai anak itu Lewi. Ia berkata, “Sekarang pasti suamiku mengasihi aku. Aku telah memberikan tiga anak laki-laki kepadanya.”
(35) Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.
(35) Kemudian Lea hamil lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki. Katanya, "Kali ini saya akan memuji TUHAN." Lalu dinamakannya anaknya itu Yehuda. Sesudah itu Lea tidak melahirkan lagi.
(35) Lea melahirkan anak yang lain. Dia menamai anak itu Yehuda. Lea menamainya demikian karena ia mengatakan, “Sekarang aku memuji TUHAN.” Lea berhenti melahirkan anak.
Kejadian (Genesis) (창세기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345678910111213141516171819202122232425262728
- 29 -
303132333435363738394041424344454647484950