website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Wahyu Kepada Yohanes (Perjanjian Baru)
Wahyu 21 : 11 = Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ester 2 (Ester / EST 2 / Esther 2 / 에스더 2)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
English Amplified 2015

[Versi Mudah Dibaca 2006]
2:1-18 = Ester diangkat menjadi ratu
(1) Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya.
(1) Beberapa waktu kemudian, walaupun raja sudah tidak marah lagi, ia masih terus memikirkan perbuatan Ratu Wasti dan tindakan yang telah diambil terhadapnya.
(1) {Vashti's Successor Sought}After these things, when the wrath of King Ahasuerus (Xerxes) had subsided, he remembered Vashti and what she had done and what had been decreed against her.
(2) Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Hendaklah orang mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya;
(2) Sebab itu penasihat-penasihat yang akrab dengan raja memberi usul yang berikut, "Sebaiknya dicarikan gadis-gadis yang cantik untuk Baginda.
(2) Then the king's attendants, who served him, said, "Let beautiful young virgins be sought for the king.
(3) hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.
(3) Hendaklah Baginda mengangkat pegawai-pegawai di segala provinsi kerajaan ini untuk mencari gadis-gadis yang cantik lalu membawa mereka semua ke istana wanita di Susan ini. Hegai, pejabat khusus yang menjadi kepala rumah tangga istana wanita, akan mengurus mereka dan memberi mereka perawatan kecantikan.
(3) "Let the king appoint administrators in all the provinces of his kingdom, and have them gather all the beautiful young virgins to the citadel in Susa, into the harem, under the custody of Hegai, the king's eunuch, who is in charge of the women; and let their beauty preparations be given to them.
(4) Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti." Hal itu dipandang baik oleh raja, dan dilakukanlah demikian.
(4) Setelah itu, hendaklah Baginda memilih gadis yang paling Baginda sukai, dan menjadikan dia ratu sebagai pengganti Ratu Wasti." Raja menyetujui nasihat itu dan melaksanakannya.
(4) Then let the young woman who pleases the king be queen in place of Vashti." This pleased the king, and he did accordingly.
(5) Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin
(5) Di kota Susan itu ada seorang Yahudi yang bernama Mordekhai anak Yair. Ia keturunan Kis dan Simei dari suku Benyamin.
(5) There was a certain Jew in the citadel of Susa whose name was Mordecai the son of Jair, the son of Shimei, the son of Kish, a Benjamite,
(6) yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel.
(6) Mordekhai telah ditawan ketika Yerusalem dikalahkan oleh Nebukadnezar, raja Babel. Mordekhai diasingkan ke Babel bersama-sama dengan Yoyakin, raja Yehuda, dan banyak tawanan yang lain.
(6) who had been deported from Jerusalem with the captives who had been exiled with Jeconiah king of Judah, whom Nebuchadnezzar the king of Babylon had exiled.
(7) Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
(7) Ia mempunyai saudara sepupu, seorang gadis yang berwajah cantik dan bertubuh molek, bernama Ester, sedang nama Ibraninya ialah Hadasa. Orang tua Ester sudah meninggal dan ia menjadi anak angkat Mordekhai dan diasuh sebagai anak kandungnya.
(7) He was the guardian of Hadassah, that is Esther, his uncle's daughter, for she had no father or mother. The young woman was beautiful of form and face; and when her father and mother died, Mordecai took her in as his own daughter.
(8) Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.
(8) Setelah perintah raja diumumkan, banyak gadis dikumpulkan di Susan dan Ester ada di antara mereka. Dia pun dibawa ke istana raja dan dipercayakan kepada Hegai kepala rumah tangga istana wanita.
(8) {Esther Finds Favor}So it came about when the king's command and his decree were proclaimed and when many young women were gathered together in the citadel of Susa into the custody of Hegai, that Esther was taken to the king's palace [and placed] in the custody of Hegai, who was in charge of the women.
(9) Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.
(9) Hegai kagum melihat Ester dan suka kepadanya. Dengan segera gadis itu diberinya perawatan kecantikan serta makanan yang khusus. Ester dipindahkan ke bagian yang termewah di istana wanita itu dan tujuh orang gadis yang paling cekatan di istana raja ditugaskan untuk melayani dia.
(9) Now the young woman pleased Hegai and found favor with him. So he quickly provided her with beauty preparations and her [portion of] food, and he gave her seven choice maids from the king's palace; then he transferred her and her maids to the best place in the harem.
(10) Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai.
(10) Atas nasihat Mordekhai, Ester tidak memberitahukan bahwa ia seorang Yahudi.
(10) Esther did not reveal [the Jewish background of] her people or her family, for Mordecai had instructed her not to do so.
(11) Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya.
(11) Setiap hari Mordekhai berjalan-jalan di halaman depan istana wanita itu untuk menanyakan keadaan Ester dan apa yang akan terjadi dengan dia.
(11) Every day Mordecai [who was an attendant in the king's court] walked back and forth in front of the courtyard of the harem to learn how Esther was getting along and what was happening to her.
(12) Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.
(12) Menurut peraturan, para wanita diberi perawatan kecantikan selama satu tahun: enam bulan dengan minyak campur kemenyan, dan enam bulan berikutnya dengan minyak campur wangi-wangian yang lain. Setelah itu, setiap gadis mendapat giliran untuk menghadap Raja Ahasyweros.
(12) Now when it was each young woman's turn to go before King Ahasuerus, after the end of her twelve months under the regulations for the women—for the days of their beautification were completed as follows: six months with oil of myrrh and six months with [sweet] spices and perfumes and the beauty preparations for women—
(13) Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja.
(13) Pada waktu seorang gadis menghadap raja, ia boleh memakai apa saja menurut kesukaannya.
(13) then the young woman would go before the king in this way: anything that she wanted was given her to take with her from the harem into the king's palace.
(14) Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua, di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan disebutkan namanya.
(14) Ia dibawa ke istana raja pada waktu malam, dan besoknya ia dibawa ke istana lain, dan diurus oleh Saasgas, seorang pejabat khusus yang mengurus para selir raja. Gadis itu tidak akan menghadap raja lagi, kecuali jika raja menghendakinya dan memanggil dia dengan menyebut namanya.
(14) In the evening she would go in and the next morning she would return to the second harem, to the custody of Shaashgaz, the king's eunuch who was in charge of the concubines. She would not return to the king unless he delighted in her and she was summoned by name.
(15) Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.
(15) Maka tibalah giliran Ester untuk menghadap raja. --Ester adalah anak Abihail dan saudara sepupu Mordekhai yang telah mengangkatnya sebagai anaknya sendiri; Ester dikagumi setiap orang yang memandangnya. Ketika ia pergi menghadap raja, Ester berpakaian menurut petunjuk dan nasihat Hegai, kepala istana wanita.
(15) Now as for Esther, the daughter of Abihail the uncle of Mordecai who had taken her in as his [own] daughter, when her turn came to go in to the king, she requested nothing except what Hegai the king's eunuch [and attendant] who was in charge of the women, advised. And Esther found favor in the sight of all who saw her.
(16) Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh--yakni bulan Tebet--pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.
(16) Demikianlah, pada tahun ketujuh pemerintahan Ahasyweros pada bulan sepuluh, yaitu bulan Tebet, Ester dibawa menghadap Raja Ahasyweros di istana raja.
(16) So Esther was taken to King Ahasuerus, to his royal palace in the tenth month, that is, the month of Tebeth (Dec-Jan), in the seventh year of his reign.
(17) Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
(17) Ia menyenangkan dan membahagiakan raja lebih dari gadis-gadis lain. Sebab itu ia paling dicintai oleh raja. Maka raja memasang mahkota kerajaan pada kepala Ester dan menjadikan dia ratu menggantikan Ratu Wasti.
(17) {Esther Becomes Queen}Now the king loved Esther more than all the other women, and she found favor and kindness with him more than all the [other] virgins, so that he set the royal crown on her head and made her queen in the place of Vashti.
(18) Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja.
(18) Setelah itu, raja mengadakan pesta besar sebagai penghormatan kepada Ester dan mengundang semua pegawai serta pembesarnya. Ia mengumumkan hari libur di seluruh kerajaan dan membagi-bagikan hadiah dengan berlimpah-limpah.
(18) Then the king held a great banquet, Esther's banquet, for all his officials and his servants; and he made a festival for the provinces and gave gifts in accordance with the resources of the king.
2:19-23 = Mordekhai mengetahui suatu sekongkolan
(19) Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja.
(19) Sementara itu Mordekhai telah diangkat oleh raja menjadi pegawai negeri.
(19) And when the virgins were gathered together the second time, Mordecai was sitting at the king's gate.
(20) Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.
(20) Ester belum juga memberitahukan bahwa ia seorang Yahudi, sebab Mordekhai melarangnya. Ester mentaati Mordekhai seperti pada waktu ia masih kecil dan diasuh oleh saudara sepupunya itu.
(20) Esther had not revealed her family or her people [that is, her Jewish background], just as Mordecai had instructed her; for Esther did what Mordecai told her just as when she was under his care.
(21) Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros.
(21) Pada suatu hari, ketika Mordekhai sedang bertugas di istana, dua orang pejabat khusus raja, yaitu Bigtan dan Teres, bersekongkol hendak membunuh Raja Ahasyweros, karena mereka sangat membencinya.
(21) {Mordecai Saves the King}In those days, while Mordecai was sitting at the king's gate, Bigthan and Teresh, two of the king's eunuchs who guarded the door, became angry and conspired to attack King Ahasuerus.
(22) Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyala kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.
(22) Rencana itu ketahuan oleh Mordekhai dan ia segera menyampaikannya kepada Ester. Tanpa membuang-buang waktu, Ester menceritakan kepada raja apa yang diketahui oleh Mordekhai itu.
(22) But the plot became known to Mordecai, who informed Queen Esther, and Esther told the king in Mordecai's name.
(23) Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja.
(23) Perkara itu diselidiki, maka nyatalah bahwa laporan itu benar. Kedua orang itu dihukum gantung. Sesuai dengan perintah raja, peristiwa itu dicatat dalam buku sejarah kerajaan.
(23) Now when the plot was investigated and found to be true, both men were hanged on the gallows. And it was recorded in the Book of the Chronicles in the king's presence.
Ester (Esther) (에스더)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
1
- 2 -
345678910