website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Mazmur (Perjanjian Lama)
Mazmur 147 : 16 = Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ayub 3 (Ayub / AYB 3 / Job 3 / 욥기 3)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
3:1-26 = Keluh kesah Ayub
(1) Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.
(1) Kemudian Ayub mulai berbicara dan mengutuki hari kelahirannya, katanya,
(1) [Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya] Kemudian Ayub buka mulut dan mengutuk hari kelahirannya.
(2) Maka berbicaralah Ayub:
(2) "Ya Allah, kutukilah hari kelahiranku, dan malam aku mulai dikandung ibuku!
(2) Ia berkata,
(3) Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.
(3) (3:2)
(3) “Aku ingin hari kelahiranku hilang selamanya. Aku ingin malam itu mereka tidak pernah mengatakan, ‘Ia seorang anak laki-laki!’
(4) Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya.
(4) Ya Allah, jadikanlah hari itu gelap, hapuskan dari ingatan-Mu hingga lenyap; janganlah Engkau biarkan pula cahaya cerah menyinarinya.
(4) Aku ingin hari itu tetap gelap. Aku ingin Allah melupakan hari itu. Aku ingin terang tidak bersinar pada hari itu.
(5) Biarlah kegelapan dan kekelaman menuntut hari itu, awan-gemawan menudunginya, dan gerhana matahari mengejutkannya.
(5) Jadikanlah hari itu hitam kelam, gelap gulita, kabur dan suram; liputilah dengan awan dan mega, tudungilah dari sinar sang surya.
(5) Aku ingin hari itu tetap gelap segelap maut, ditutupi oleh awan yang tergelap.
(6) Malam itu--biarlah dia dicekam oleh kegelapan; janganlah ia bersukaria pada hari-hari dalam setahun; janganlah ia termasuk bilangan bulan-bulan.
(6) Hendaknya malam itu dihilangkan dari hitungan tahun dan bulan; jangan lagi dikenang, jangan pula dibilang.
(6) Aku ingin kegelapan menjauhkan malam itu, dikeluarkan dari kalender dan tidak termasuk dalam bulan apa pun.
(7) Ya, biarlah pada malam itu tidak ada yang melahirkan, dan tidak terdengar suara kegirangan.
(7) Biarlah malam itu penuh kegelapan tiada kemesraan, tiada kegembiraan.
(7) Aku ingin malam itu tidak menghasilkan sesuatu, dan tidak terdengar suara gembira pada malam itu.
(8) Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari, oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.
(8) Hai orang perdukunan dan pengendali Lewiatan, timpalah hari itu dengan sumpah dan kutukan;
(8) Beberapa ahli sihir selalu ingin membangunkan raksasa laut. Jadi, biarlah mereka mengatakan kutukannya dan mengutuk hari kelahiranku.
(9) Biarlah bintang-bintang senja menjadi gelap; biarlah ia menantikan terang yang tak kunjung datang, janganlah ia melihat merekahnya fajar,
(9) jangan sampai bintang kejora bersinar, jangan biarkan sinar fajar memancar! Biarlah malam itu percuma menunggu datangnya hari dan harapan yang baru.
(9) Biarlah bintang senja menjadi gelap. Biarlah malam menunggu pagi yang tidak pernah datang. Aku ingin malam tidak pernah melihat cahaya matahari.
(10) karena tidak ditutupnya pintu kandungan ibuku, dan tidak disembunyikannya kesusahan dari mataku.
(10) Terkutuklah malam celaka ketika aku dilahirkan bunda, dan dibiarkan menanggung sengsara.
(10) Aku ingin malam itu menghentikan aku dilahirkan, dan menghentikan aku melihat kesusahan ini.
(11) Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?
(11) Mengapa aku tidak mati dalam rahim ibu, atau putus nyawa pada saat kelahiranku?
(11) Mengapa aku tidak mati ketika aku dilahirkan? Mengapa aku tidak mati pada waktu kelahiranku?
(12) Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu?
(12) Mengapa aku dipeluk ibuku dan dipangkunya, serta disusuinya pada buah dadanya?
(12) Mengapa ibuku memegang aku pada lututnya? Mengapa susunya menyusui aku?
(13) Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat
(13) Sekiranya pada saat itu aku berpulang, maka aku tidur dan mengaso dengan tenang,
(13) Sekiranya aku telah mati ketika aku lahir, aku berada dalam damai sekarang. Aku ingin tidur dan beristirahat
(14) bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya,
(14) seperti para raja dan penguasa dahulu kala, yang membangun kembali istana zaman purba.
(14) bersama raja-raja dan penasihatnya yang membangun istana yang sekarang telah hancur.
(15) atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak.
(15) Aku tertidur seperti putra raja, yang mengisi rumahnya dengan perak kencana.
(15) Aku ingin dikubur bersama pemerintah yang mengisi kuburannya dengan emas dan perak.
(16) Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?
(16) Mengapa aku tidak lahir tanpa nyawa supaya tidurku lelap dan terlena?
(16) Mengapa aku tidak menjadi anak yang mati pada hari kelahirannya dan dikuburkan dalam tanah? Aku ingin sekiranya aku dikubur seperti bayi yang tidak pernah melihat terang hari.
(17) Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat.
(17) Di sana, di dalam kuburan, penjahat tidak melakukan kejahatan, dan buruh yang habis tenaga dapat melepaskan lelahnya.
(17) Orang jahat berhenti membuat kesusahan dan yang lelah dapat beristirahat.
(18) Dan para tawanan bersama-sama menjadi tenang, mereka tidak lagi mendengar suara pengerah.
(18) Juga tawanan merasa lega, bebas dari hardik para penjaga.
(18) Bahkan para tawanan bebas dalam kuburan; mereka tidak mendengar penjaganya berteriak kepada mereka.
(19) Di sana orang kecil dan orang besar sama, dan budak bebas dari pada tuannya.
(19) Di sana semua orang sama: yang tenar dan yang tidak ternama. Dan para budak bebas akhirnya.
(19) Semua orang ada dalam kuburan — orang penting dan yang tidak berapa penting, bahkan hamba dibebaskan dari tuannya.
(20) Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati;
(20) Mengapa manusia dibiarkan terus hidup sengsara? Mengapa terang diberi kepada yang duka?
(20) Mengapa harus orang yang menderita terus hidup? Mengapa diberikan hidup kepada orang yang jiwanya pahit?
(21) yang menantikan maut, yang tak kunjung tiba, yang mengejarnya lebih dari pada menggali harta terpendam;
(21) Mereka lebih suka kuburan daripada harta, menanti maut, tapi tak kunjung tiba.
(21) Orang seperti itu ingin mati, tetapi kematian tidak datang. Mereka mencari kematian lebih daripada mencari harta tersembunyi.
(22) yang bersukaria dan bersorak-sorai dan senang, bila mereka menemukan kubur;
(22) Kebahagiaan baru dapat dirasakan bila mereka mati dan dikuburkan.
(22) Mereka seandainya senang mendapatkan kuburannya. Mereka gembira menemukan kuburnya.
(23) kepada orang laki-laki yang jalannya tersembunyi, yang dikepung Allah?
(23) Masa depan mereka diselubungi oleh Allah, mereka dikepung olehnya dari segala arah.
(23) Allah memegang masa depannya dalam rahasia dan membangun tembok sekeliling mereka untuk melindunginya.
(24) Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku, dan keluhanku tercurah seperti air.
(24) Gantinya makan aku mengeluh, tiada hentinya aku mengaduh.
(24) Ketika tiba waktunya makan, aku hanya mengeluh dengan sedih bukan dengan sukacita. Keluhanku mengalir seperti air.
(25) Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.
(25) Segala yang kucemaskan, menimpa aku, segala yang kutakuti, melanda aku.
(25) Aku takut bahwa sesuatu yang mengerikan dapat terjadi padaku. Apa yang paling kutakuti terjadi padaku.
(26) Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."
(26) Bagiku tiada ketentraman, aku menderita tanpa kesudahan."
(26) Aku tidak dapat tenang atau beristirahat. Aku sangat bingung untuk beristirahat.”
Ayub (Job) (욥기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12
- 3 -
456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142