website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Hakim Hakim (Perjanjian Lama)
Hakim Hakim 4 : 21 = Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah--sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya--maka matilah orang itu.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ayub 31 (Ayub / AYB 31 / Job 31 / 욥기 31)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
31:1-40 = Sekali lagi Ayub mengaku tidak bersalah
(1) Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?
(1) Dengan sumpah aku telah berjanji gadis muda tak akan kupandang dengan berahi.
(1) “Aku membuat perjanjian dengan mataku tidak memandang kepada perempuan muda dengan cara yang membuat aku menginginkannya.
(2) Karena bagian apakah yang ditentukan Allah dari atas, milik pusaka apakah yang ditetapkan Yang Mahakuasa dari tempat yang tinggi?
(2) Apakah yang dilakukan Allah terhadap kita? Bagaimanakah dibalas-Nya perbuatan manusia?
(2) Apakah yang dilakukan Allah terhadap kita? Bagaimana Allah Yang Mahakuasa membayar kembali kepada orang dari tempat tinggal-Nya yang tinggi di langit?
(3) Bukankah kebinasaan bagi orang yang curang dan kemalangan bagi yang melakukan kejahatan?
(3) Celaka dan kemalangan pasti Ia datangkan kepada orang yang melakukan kejahatan!
(3) Ia mengirim kesusahan kepada orang jahat dan bencana kepada orang yang melakukan yang salah.
(4) Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?
(4) Allah pasti mengetahui segala perbuatanku; dilihat-Nya segala langkahku.
(4) Allah yang tahu apa yang kulakukan, dan melihat setiap langkahku.
(5) Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya,
(5) Aku bersumpah bahwa belum pernah aku bertindak curang; belum pernah pula aku menipu orang.
(5) Aku tidak berdusta terhadap seseorang dan tidak pernah berusaha menipu orang.
(6) biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah.
(6) Biarlah Allah menimbang aku di atas neraca yang sah, maka Ia akan tahu bahwa aku tidak bersalah.
(6) Jika Allah memakai timbangan yang benar, Ia tahu bahwa aku benar.
(7) Jikalau langkahku menyimpang dari jalan, dan hatiku menuruti pandangan mataku, dan noda melekat pada tanganku,
(7) Andaikata aku telah menyimpang dari jalan yang benar, atau hatiku tertarik oleh hal yang cemar, jika tanganku ternoda oleh dosa,
(7) Jika aku pernah tidak berjalan pada jalan yang benar, jika mataku membawa hatiku melakukan yang jahat, atau jika tanganku kotor karena dosa,
(8) maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah tercabut apa yang tumbuh bagiku.
(8) maka biarlah orang lain makan apa yang kutabur, dan seluruh hasil bumiku hancur.
(8) biarlah orang lain memakan buah yang kutanam. Biarlah tanamanku dicabut sampai ke akar-akarnya.
(9) Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di pintu sesamaku,
(9) Seandainya pernah aku tertarik kepada istri tetanggaku, dan dengan sembunyi, kuintip dia di balik pintu,
(9) Jika aku menginginkan perempuan lain atau menunggu pada pintu tetanggaku melakukan dosa terhadap istrinya,
(10) maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia.
(10) maka biarlah istriku memasak untuk orang lain; biarlah di ranjang lelaki lain ia berbaring.
(10) maka biarlah istriku memasak makanan orang lain, dan orang lain tidur dengan dia.
(11) Karena hal itu adalah perbuatan mesum, bahkan kejahatan, yang patut dihukum oleh hakim.
(11) Jika dosa yang keji itu memang kulakukan, aku patut menerima hukuman.
(11) Melakukan hal seperti itu akan memalukan, dosa yang harus dihukum.
(12) Sesungguhnya, itulah api yang memakan habis, dan menghanguskan seluruh hasilku.
(12) Dosa itu membinasakan seperti api neraka, segala yang kumiliki habis dibakarnya.
(12) Dosa percabulan seperti api yang membakar sampai segala sesuatu binasa. Itu dapat merusak segala sesuatu yang pernah kulakukan.
(13) Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan, ketika mereka beperkara dengan aku,
(13) Ketika hambaku mengeluh karena haknya kusalahi, kudengarkan dia dan kuperlakukan dengan tulus hati.
(13) Jika aku tidak jujur terhadap hamba-hambaku, ketika mereka menuntut aku,
(14) apakah dayaku, kalau Allah bangkit berdiri; kalau Ia mengadakan pengusutan, apakah jawabku kepada-Nya?
(14) Jika tidak, bagaimana harus kuhadapi Allahku? Apa jawabku pada waktu Ia datang menghakimi aku?
(14) maka apa yang aku lakukan, bila aku harus menghadap Allah? Apa yang kukatakan bila Ia meminta kepadaku untuk menerangkan yang kulakukan?
(15) Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang itu juga? Bukankah satu juga yang membentuk kami dalam rahim?
(15) Bukankah Allah yang menciptakan aku, menciptakan juga hamba-hambaku itu?
(15) Allah membuat aku dalam kandungan ibuku dan juga membuat hambaku. Allah membentuk kami semua dalam kandungan ibu kami.
(16) Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar,
(16) Belum pernah aku tak mau menolong orang yang papa, atau membiarkan para janda hidup berputus asa.
(16) Aku tidak pernah menolak menolong orang miskin. Aku selalu memberikan kepada para janda yang dibutuhkannya.
(17) atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya
(17) Belum pernah kubiarkan yatim piatu kelaparan, sedangkan aku sendiri cukup makanan.
(17) Aku tidak pernah puas dengan makananku. Aku selalu memberikan makanan kepada yatim piatu.
(18) --malah sejak mudanya aku membesarkan dia seperti seorang ayah, dan sejak kandungan ibunya aku membimbing dia--;
(18) Sejak kecil mereka kupelihara; seumur hidupku kubimbing mereka.
(18) Seumur hidupku aku seperti ayah bagi anak yatim piatu, dan aku telah memelihara para janda.
(19) jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut,
(19) Jika kulihat orang yang berkekurangan, terlalu miskin untuk membeli pakaian,
(19) Bila aku bertemu dengan orang yang menderita, karena mereka tidak mempunyai pakaian, atau orang miskin yang tidak berpakaian,
(20) dan pinggangnya tidak meminta berkat bagiku, dan tidak dipanaskannya tubuhnya dengan kulit bulu dombaku;
(20) kuhangatkan dia dengan kain wol dari dombaku sendiri, maka ia akan memuji aku dengan segenap hati.
(20) aku selalu memberikan pakaian kepada mereka. Aku menggunakan wol dari dombaku sendiri membuat mereka panas. Dan mereka memberkati aku dengan segenap hatinya.
(21) jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku,
(21) Sekiranya pernah aku menindas yatim piatu, sebab yakin akan menang perkaraku,
(21) Aku tidak pernah memukul seorang yatim piatu, yang kulihat pada pintu gerbang minta tolong.
(22) maka biarlah tulang belikatku lepas dari bahuku, dan lenganku dipatahkan dari persendiannya.
(22) maka biarlah patah kedua lenganku sehingga terpisah dari bahuku.
(22) Jika aku pernah melakukan hal itu, lenganku dicabut dari sikuku dan jatuh dari bahuku,
(23) Karena celaka yang dari pada Allah menakutkan aku, dan aku tidak berdaya terhadap keluhuran-Nya.
(23) Tak akan aku berbuat begitu, sebab hukuman Allah sangat mengecutkan hatiku.
(23) tetapi aku tidak melakukan sesuatu dari yang buruk itu. Aku takut atas hukuman Allah. Keagungan-Nya membuat aku takut.
(24) Jikalau aku menaruh kepercayaan kepada emas, dan berkata kepada kencana: Engkaulah kepercayaanku;
(24) Tidak pernah aku mengandalkan hartaku,
(24) Aku tidak pernah percaya kepada kekayaanku. Aku tidak pernah berkata kepada emas murni, ‘Engkaulah pengharapanku.’
(25) jikalau aku bersukacita, karena kekayaanku besar dan karena tanganku memperoleh harta benda yang berlimpah-limpah;
(25) atau membanggakan kekayaanku.
(25) Aku kaya, tetapi itu tidak membuat aku sombong. Aku memperoleh banyak uang, tetapi itu tidak membuat aku bahagia.
(26) jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya,
(26) Tak pernah kusembah mentari yang bersinar cerah ataupun bulan yang bercahaya indah.
(26) Aku tidak pernah menyembah matahari yang bersinar, atau bulan yang indah.
(27) sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya,
(27) Tak pernah aku terpikat olehnya, atau kukecup tanganku untuk menghormatinya.
(27) Aku tidak pernah bodoh untuk menyembah matahari dan bulan.
(28) maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari.
(28) Dosa semacam itu patut mendapat hukuman mati; karena Allah Yang Mahakuasa telah diingkari.
(28) Itu juga dosa yang harus dihukum. Jika aku menyembahnya, maka aku tidak setia kepada Allah Yang Mahakuasa.
(29) Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka
(29) Belum pernah aku bersenang karena musuhku menderita, atau bersukacita karena ia mendapat celaka.
(29) Aku tidak pernah bahagia bila musuhku binasa. Aku tidak pernah mengejek musuhku bila hal yang buruk terjadi padanya.
(30) --aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah! --
(30) Aku tidak berdoa untuk kematian musuhku; tak pernah aku berbuat dosa semacam itu.
(30) Aku tidak pernah membiarkan mulutku berdosa dengan mengutuk musuhku, dan menginginkan mereka mati.
(31) Jikalau orang-orang di kemahku mengatakan: Siapa yang tidak kenyang dengan lauknya?
(31) Orang-orang yang bekerja padaku tahu, bahwa siapa saja kujamu di rumahku.
(31) Semua orang dalam rumahku tahu bahwa aku selalu memberikan makanan kepada orang asing.
(32) --malah orang asingpun tidak pernah bermalam di luar, pintuku kubuka bagi musafir! --
(32) Rumahku terbuka bagi orang yang bepergian; tak pernah kubiarkan mereka bermalam di jalan.
(32) Aku selalu mengundang orang asing ke rumahku, jadi mereka tidak harus tidur di jalan pada waktu malam.
(33) Jikalau aku menutupi pelanggaranku seperti manusia dengan menyembunyikan kesalahanku dalam hatiku,
(33) Orang lain menyembunyikan dosanya, tetapi aku tak pernah berbuat seperti mereka.
(33) Yang lain berusaha menyembunyikan dosanya, tetapi aku tidak menyembunyikannya.
(34) karena aku takuti khalayak ramai dan penghinaan kaum keluarga mengagetkan aku, sehingga aku berdiam diri dan tidak keluar dari pintu!
(34) Pendapat umum tidak kutakuti, dan penghinaan orang, aku tak perduli. Tak pernah aku tinggal di rumah atau diam saja, hanya karena takut akan dihina.
(34) Aku tidak pernah takut tentang yang mungkin dikatakan orang atau membuat musuh. Yang menyimpan dosaku secara rahasia dan membuat aku tidak mau pergi ke luar.
(35) Ah, sekiranya ada yang mendengarkan aku! --Inilah tanda tanganku! Hendaklah Yang Mahakuasa menjawab aku! --Sekiranya ada surat tuduhan yang ditulis lawanku!
(35) Tiadakah orang yang mau mendengarkan kata-kataku? Ku bersumpah bahwa benarlah semuanya itu. Kiranya Yang Mahakuasa menjawab aku. Seandainya tuduhan musuh terhadap aku ditulis semua sehingga terlihat olehku,
(35) Oh, semoga ada orang yang mendengarkan aku. Aku menaruh tanda tanganku atas semua yang kukatakan. Sekarang biarlah Allah Yang Mahakuasa menjawab aku. Biarlah Dia membuat suatu daftar kesalahanku.
(36) Sungguh, surat itu akan kupikul, dan akan kupakai bagaikan mahkota.
(36) maka dengan bangga akan kupasang pada bahu, dan sebagai mahkota kulekatkan di kepalaku.
(36) Kemudian aku memakai tanda tangan itu di sekeliling leherku. Aku membuatnya di atas kepalaku seperti mahkota.
(37) Setiap langkahku akan kuberitahukan kepada-Nya, selaku pemuka aku akan menghadap Dia.
(37) Akan kuberitahukan kepada Allah segala yang kubuat; akan kuhadapi Dia dengan bangga dan kepala terangkat.
(37) Jika Allah melakukan itu, maka aku dapat menerangkan segala sesuatu yang telah kulakukan. Aku dapat datang kepada Allah selaku seorang pemimpin dengan mengangkat kepalaku tinggi.
(38) Jikalau ladangku berteriak karena aku dan alur bajaknya menangis bersama-sama,
(38) Seandainya tanah yang kubajak telah kucuri, dan kurampas dari pemiliknya yang sejati,
(38) Aku tidak mencuri tanahku dari siapa pun. Tidak ada yang dapat menyalahkan aku dari pencurian.
(39) jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya,
(39) seandainya hasilnya habis kumakan, dan petani yang menanamnya kubiarkan kelaparan,
(39) Aku selalu membayar para petani atas makanan yang kuperoleh dari tanah. Dan aku tidak pernah berusaha mengambil tanah dari pemiliknya.
(40) maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub.
(40) biarlah bukan jelai dan gandum yang tumbuh di ladang, melainkan semak berduri dan rumput ilalang." Sekianlah kata-kata Ayub.
(40) Jika aku pernah melakukan sesuatu yang buruk itu, biarlah duri dan semak tumbuh di ladangku sebagai ganti gandum dan jelai.” Perkataan Ayub telah selesai.
Ayub (Job) (욥기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
123456789101112131415161718192021222324252627282930
- 31 -
3233343536373839404142