website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma (Perjanjian Baru)
Roma 9 : 3 = Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ayub 32 (Ayub / AYB 32 / Job 32 / 욥기 32)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
32:1-22 = Elihu merasa juga berhak untuk mengemukakan pendapat
(1) Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
(1) Karena Ayub yakin sekali akan kebenaran dirinya, maka ketiga sahabatnya itu pun tak mau menjawab dia lagi.
(1) [Elihu Menambahkan Pendapat] Kemudian ketiga sahabat Ayub berhenti berusaha memberikan jawaban kepada Ayub karena ia yakin bahwa ia benar.
(2) Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,
(2) Tetapi di situ ada seorang yang bernama Elihu anak Barakheel, seorang keturunan Bus dari kaum Ram. Ia tidak dapat menahan marahnya, karena Ayub membenarkan dirinya sendiri dan mempersalahkan Allah.
(2) Ada orang muda bernama Elihu anak Barakheel. Barakheel keturunan Bus. Elihu dari keluarga Ram. Ia sangat marah karena Ayub masih mengatakan bahwa ia benar — ia benar dan Allah salah.
(3) dan ia juga marah terhadap ketiga orang sahabat itu, karena mereka mempersalahkan Ayub, meskipun tidak dapat memberikan sanggahan.
(3) Ia juga marah kepada ketiga sahabat Ayub itu karena mereka tidak dapat membantah kata-kata Ayub, meskipun mereka mempersalahkannya.
(3) Elihu juga marah terhadap ketiga sahabat Ayub karena mereka tidak dapat menjawabnya dan masih menganggapnya salah.
(4) Elihu menangguhkan bicaranya dengan Ayub, karena mereka lebih tua dari pada dia.
(4) Elihu orang yang paling muda di antara mereka, sebab itu ia menunggu sampai semuanya selesai berbicara.
(4) Elihulah yang termuda di sana, jadi ia menunggu sampai setiap orang selesai bicara. Kemudian dia merasa sudah dapat mulai berbicara.
(5) Tetapi setelah dilihatnya, bahwa mulut ketiga orang itu tidak lagi memberi sanggahan, maka marahlah ia.
(5) Setelah melihat bahwa ketiga orang itu tidak dapat menjawab, ia menjadi marah,
(5) Ketika Elihu melihat ketiga sahabat Ayub tidak lagi mengatakan apa-apa, ia menjadi marah.
(6) Lalu berbicaralah Elihu bin Barakheel, orang Bus itu: "Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi; oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu.
(6) dan berkata demikian, "Aku masih muda, sedangkan kamu sudah tua, sebab itu aku takut dan ragu mengemukakan pendapatku.
(6) Elihu mengatakan, “Aku hanya orang yang muda, dan kamu orang yang tua. Oleh sebab itu, aku takut mengatakan kepada kamu yang ada dalam pikiranku.
(7) Pikirku: Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak jumlah tahunnya memaparkan hikmat.
(7) Pikirku, kamulah yang harus berbicara, yang lebih tua harus membagikan hikmatnya.
(7) Aku berpikir, ‘Orang yang lebih tua harus lebih dahulu berbicara. Mereka telah hidup bertahun-tahun, jadi mereka mengetahui banyak hal.’
(8) Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.
(8) Tetapi yang memberi hikmat kepada manusia, hanyalah Roh Allah Yang Mahakuasa.
(8) Roh Allah membuat orang bijaksana. Nafas dari Allah Yang Mahakuasa membuat orang mengerti.
(9) Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.
(9) Orang menjadi bijak, bukan karena lanjut umurnya; orang mengerti yang benar, bukan karena tinggi usianya.
(9) Bukan hanya orang yang tua yang bijaksana. Bukan hanya mereka yang mengerti apa yang benar.
(10) Oleh sebab itu aku berkata: Dengarkanlah aku, akupun akan mengemukakan pendapatku.
(10) Sebab itu, dengarkanlah aku; izinkanlah aku mengatakan pendapatku.
(10) Tolong dengarkan aku, dan aku mengatakan pendapatku kepadamu.
(11) Ketahuilah, aku telah menantikan kata-katamu, aku telah memperhatikan pemikiranmu, hingga kamu menemukan kata-kata yang tepat.
(11) Dengan sabar aku mendengarkan ketika kamu berbicara, dan menanti ketika kamu mencari kata-kata yang bijaksana.
(11) Aku menunggu dengan sabar ketika kamu berbicara. Aku mendengarkan jawaban yang kamu berikan kepada Ayub, ketika kamu mencari kata-kata yang tepat.
(12) Kepadamulah kupusatkan perhatianku, tetapi sesungguhnya, tiada seorangpun yang mengecam Ayub, tiada seorangpun di antara kamu menyanggah perkataannya.
(12) Kuperhatikan dengan saksama; kudengar kamu menemui kegagalan. Kesalahan dalam kata-kata Ayub tak dapat kamu buktikan.
(12) Aku mendengarkan dengan teliti yang kamu katakan. Tidak ada seorang pun dari kamu mempersalahkan Ayub. Tidak ada seorang pun dari kamu menjawab pendapatnya.
(13) Jangan berkata sekarang: Kami sudah mendapatkan hikmat; hanya Allah yang dapat mengalahkan dia, bukan manusia.
(13) Bagaimana dapat kamu katakan bahwa hikmat telah kamu temukan? Karena kamu terpaksa menyerah. Yang bisa menjawab Ayub hanyalah Allah.
(13) Kamu bertiga tidak dapat berkata bahwa kamu telah memperoleh hikmat. Allah harus menjawab pendapat Ayub, bukan manusia.
(14) Perkataannya tidak tertuju kepadaku, dan aku tidak akan menjawabnya dengan perkataanmu.
(14) Kepadamulah Ayub berbicara, dan bukan kepadaku, tetapi aku tak akan memberi jawaban seperti kamu.
(14) Ayub tidak menyampaikan pendapatnya kepadaku. Jadi, aku tidak memakai pendapat yang kamu bertiga katakan.
(15) Mereka bingung, mereka tidak dapat memberi sanggahan lagi, mereka tidak dapat berbicara lagi.
(15) Ayub, mereka bingung dan tak dapat memberi jawaban; tak ada yang dapat mereka katakan.
(15) Mereka telah kehilangan pendapat. Mereka tidak mempunyai sesuatu lagi untuk dikatakan. Mereka tidak mempunyai jawaban lagi.
(16) Haruskah aku menunggu, karena mereka putus bicara, karena mereka berdiri di sana dan tidak memberi sanggahan lagi?
(16) Mereka berdiri saja, tak dapat berbicara lagi. Haruskah aku menunggu meskipun mereka berdiam diri?
(16) Aku menunggu mereka menjawab engkau, tetapi sekarang, mereka diam. Mereka berhenti berdebat dengan engkau.
(17) Akupun hendak memberi sanggahan pada giliranku, akupun akan mengemukakan pendapatku.
(17) Tidak, sekarang akan kuberi jawaban; pendapatku akan kusampaikan.
(17) Jadi, sekarang, aku memberikan jawabanku kepadamu. Ya, aku mengatakan pendapatku kepadamu.
(18) Karena aku tumpat dengan kata-kata, semangat yang ada dalam diriku mendesak aku.
(18) Tak sabar lagi aku menunggu. Tak dapat lagi kutahan kata-kataku.
(18) Banyak yang harus kukatakan, yang harus kucetuskan.
(19) Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang tidak mendapat jalan hawa, seperti kirbat baru yang akan meletup.
(19) Jika aku diam saja, akan pecahlah aku, seperti kantong yang penuh dengan anggur baru.
(19) Aku seperti botol anggur baru yang belum dibuka. Aku seperti kantong kulit anggur yang akan meletup.
(20) Aku harus berbicara, supaya merasa lega, aku harus membuka mulutku dan memberi sanggahan.
(20) Aku harus berbicara, supaya hatiku tenang; aku harus membuka mulutku dan memberi jawaban.
(20) Aku harus berbicara sehingga aku merasa baik. Aku harus menjawab pendapatmu.
(21) Aku tidak akan memihak kepada siapapun dan tidak akan menyanjung-nyanjung siapapun,
(21) Tak akan kubela siapa pun dalam sengketa ini dan tak seorang pun akan kupuji-puji.
(21) Aku harus memperlakukan engkau seperti aku memperlakukan orang lain. Aku tidak berusaha mengatakan hal-hal yang baik kepadamu.
(22) karena aku tidak tahu menyanjung-nyanjung; jika demikian, maka segera Pembuatku akan mencabut nyawaku."
(22) Cara menyanjung-nyanjung pun, aku tidak tahu, dan seandainya aku melakukan itu, Allah akan segera menghukum aku.
(22) Aku tidak dapat memperlakukan seseorang lebih baik daripada orang lain. Jika aku melakukannya, Allah Penciptaku akan menghukum aku.”
Ayub (Job) (욥기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345678910111213141516171819202122232425262728293031
- 32 -
33343536373839404142