website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Mazmur (Perjanjian Lama)
Mazmur 69 : 21 = (69-22) Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ayub 41 (Ayub / AYB 41 / Job 41 / 욥기 41)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
(sambungan dari) 40:20 - 41:25 = Lukisan tentang buaya
(1) (40-20) "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?
(1) Dapatkah kautangkap si buaya Lewiatan, hanya dengan sebuah pancing ikan? Dapatkah lidahnya kautambat dengan tali-tali pengikat?
(1) (40-20) Dapatkah engkau menangkap naga dengan pancing ikan? Dapatkah engkau mengikat lidahnya dengan tali?
(2) (40-21) Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?
(2) Dapatkah engkau memasang tali pada hidungnya ataupun kait besi pada rahangnya?
(2) (40-21) Dapatkah engkau memasukkan tali melalui hidungnya, atau kait melalui rahangnya?
(3) (40-22) Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?
(3) Mungkinkah ia mohon padamu untuk dibebaskan? atau berunding denganmu, minta belas kasihan?
(3) (40-22) Apakah naga memohon kepadamu untuk membiarkannya bebas? Apakah naga berbicara kepadamu dengan kata-kata manis?
(4) (40-23) Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?
(4) Mungkinkah ia membuat persetujuan denganmu, dan berjanji akan selalu melayanimu?
(4) (40-23) Apakah naga akan membuat perjanjian dengan engkau dan berjanji melayani engkau selama-lamanya?
(5) (40-24) Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?
(5) Mungkinkah engkau mengikatnya seperti burung peliharaan, yang menyenangkan hamba-hamba perempuan?
(5) (40-24) Apakah engkau bermain dengan naga seperti engkau bermain dengan burung? Apakah engkau memasang tali padanya sehingga hambamu perempuan dapat bermain dengan dia?
(6) (40-25) Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?
(6) Mungkinkah ia diperdagangkan oleh nelayan-nelayan dan dibagi-bagikan di antara para pedagang?
(6) (40-25) Apakah penjala berusaha membeli naga dari engkau? Apakah mereka memotongnya berkeping-keping dan menjualnya kepada pedagang?
(7) (40-26) Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?
(7) Dapatkah kautusuk kulitnya dengan tombak bermata tiga atau kaulempari dia dengan lembing yang menembus kepalanya?
(7) (40-26) Dapatkah engkau melemparkan tombak kepada kulit naga atau kepalanya?
(8) (40-27) Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi!
(8) Sentuhlah dia sekali saja, dan tak akan lagi engkau mengulanginya; pertarungan itu tak akan kaulupakan selama-lamanya.
(8) (40-27) Jika engkau pernah meletakkan tangan pada naga, engkau tidak akan pernah melakukannya lagi! Ingatlah pertarungan yang akan terjadi!
(9) (40-28) Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.
(9) Setiap orang yang melihat Lewiatan, akan menjadi lemah lalu jatuh pingsan.
(9) (40-28) Apakah engkau pikir engkau dapat mengalahkan naga? Baiklah, lupakan itu! Tidak ada pengharapan. Hanya melihatnya saja, engkau sudah takut.
(10) (41-1) Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?
(10) Ia ganas bila dibangunkan dari tidurnya; tak seorang pun berani berdiri di hadapannya.
(10) (41-1) “Tidak ada yang cukup berani membangkitkannya dan membuatnya marah. Baiklah, tidak ada yang dapat menantang Aku!
(11) (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.
(11) Siapa yang dapat menyerangnya tanpa kena cedera? Di dunia ini tak ada yang sanggup melakukannya.
(11) (41-2) Aku tidak berutang kepada siapa pun. Segala sesuatu di bawah langit ialah milik-Ku.
(12) (41-3) Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan.
(12) Marilah Kuceritakan tentang anggota badan Lewiatan, tentang kekuatannya dan bentuknya yang tampan.
(12) (41-3) Aku akan mengatakan kepadamu tentang kaki naga, kekuatannya, dan perawakannya.
(13) (41-4) Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya? Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya?
(13) Tak seorang pun dapat mengoyakkan baju luarnya atau menembus baju perang yang dipakainya.
(13) (41-4) Tidak ada yang dapat menembus kulitnya. Kulitnya seperti senjata.
(14) (41-5) Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian.
(14) Siapa dapat membuka moncongnya yang kuat, berisi gigi-gigi yang dahsyat?
(14) (41-5) Tidak ada yang dapat memaksa naga membuka mulutnya. Gigi dalam mulutnya membuat orang takut.
(15) (41-6) Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.
(15) Bagai perisai tersusun, itulah punggungnya terlekat rapat, seperti batu kerasnya.
(15) (41-6) Punggungnya mempunyai perisai yang tersusun disegel kuat.
(16) (41-7) Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk;
(16) Tindih-menindih, terikat erat, sehingga angin pun tak dapat masuk menyelinap.
(16) (41-7) Perisai berdekatan satu sama lain air tidak dapat mengalir di antaranya.
(17) (41-8) yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi.
(17) Perisai itu begitu kuat bertautan sehingga tak mungkin diceraikan.
(17) (41-8) Perisai berkaitan satu sama lain. Semuanya bersatu dengan kuat yang tidak dapat dicabut.
(18) (41-9) Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar.
(18) Apabila Lewiatan bersin, berpijaran cahaya; matanya berkilau bagai terbitnya sang surya.
(18) (41-9) Bila naga bersin, itu seperti sinar yang bercahaya. Matanya bersinar seperti fajar.
(19) (41-10) Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.
(19) Lidah api menghambur dari mulutnya; bunga api berpancaran ke mana-mana.
(19) (41-10) Suluh yang menyala keluar dari mulutnya. Nyala api berpancar keluar.
(20) (41-11) Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.
(20) Asap mengepul dari dalam hidungnya, seperti asap kayu bakar di bawah belanga.
(20) (41-11) Asap keluar dari hidung naga seperti rumput yang terbakar di bawah belanga yang mendidih.
(21) (41-12) Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.
(21) Napasnya menyalakan bara; nyala api keluar dari mulutnya.
(21) (41-12) Nafasnya membuat arang terbakar, dan nyala api keluar dari mulutnya.
(22) (41-13) Di dalam tengkuknya ada kekuatan; ketakutan berlompatan di hadapannya.
(22) Tengkuknya demikian kuatnya, sehingga semuanya ketakutan di hadapannya.
(22) (41-13) Lehernya sangat berkuasa. Orang takut dan lari dari dia.
(23) (41-14) Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak.
(23) Tak ada tempat lemah pada kulitnya; tak mungkin pecah karena sekeras baja.
(23) (41-14) Tidak ada bintik halus pada kulitnya. Itu keras seperti besi.
(24) (41-15) Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.
(24) Hatinya seteguh batu, tak kenal bimbang kokoh dan keras seperti batu gilingan.
(24) (41-15) Hatinya seperti batu, ia tidak takut, keras seperti batu kilangan bawah.
(25) (41-16) Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.
(25) Bila ia bangkit, orang terkuat pun kehilangan keberanian, dibuat tak berdaya karena sangat ketakutan.
(25) (41-16) Bila naga bangun, orang kuat takut. Mereka berlari bila naga mengayunkan ekornya.
(26) (41-17) Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.
(26) Tak ada pedang yang dapat melukainya; tombak, panah ataupun lembing tak dapat menyakitinya.
(26) (41-17) Pedang, tombak, dan anak panah memukul naga, tetapi naga hanya melambung. Senjata sama sekali tidak melukainya.
(27) (41-18) Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk.
(27) Besi dianggapnya sehalus rerumputan dan tembaga selunak kayu bercendawan.
(27) (41-18) Naga memecahkan besi semudah jerami. Ia memecahkan tembaga seperti kayu busuk.
(28) (41-19) Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami.
(28) Tak ada panah yang dapat menghalau dia; batu yang dilemparkan kepadanya seolah-olah jerami saja.
(28) (41-19) Anak panah tidak membuat naga lari. Batu melambungkannya seperti jerami.
(29) (41-20) Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing.
(29) Gada dianggapnya sehelai rumput kering; ia tertawa jika orang melemparkan lembing.
(29) (41-20) Bila sepotong kayu memukul naga, rasanya seperti sepotong jerami baginya. Ia tertawa bila orang melemparkan tombak padanya.
(30) (41-21) Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing; ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.
(30) Sisik di perutnya seperti beling yang runcing ujungnya. Bagai alat penebah ia mengorek lumpur dan membelahnya.
(30) (41-21) Kulit pada pinggangnya seperti kepingan tajam dari tembikar. Ia meninggalkan jejak dalam lumpur seperti papan pengirikan.
(31) (41-22) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.
(31) Laut dikocoknya sehingga menyerupai air mendidih; seperti panci pemasak minyak yang berbuih-buih.
(31) (41-22) Naga membuat air berbual-bual seperti belanga yang mendidih. Ia membuatnya bergelembung-gelembung seperti belanga yang memasak minyak.
(32) (41-23) Ia meninggalkan jejak yang bercahaya, sehingga samudera raya disangka orang rambut putih.
(32) Ia meninggalkan bekas tapak kaki yang bercahaya, laut diubahnya menjadi buih yang putih warnanya.
(32) (41-23) Bila naga berenang, ia meninggalkan jejak di belakangnya sendiri. Ia membuat air berbual-bual dan meninggalkan busa putih di belakangnya.
(33) (41-24) Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.
(33) Di atas bumi tak ada tandingannya; makhluk yang tak kenal takut, itulah dia!
(33) (41-24) Tidak ada binatang di bumi seperti naga, seekor binatang yang tidak takut.
(34) (41-25) Segala yang tinggi takut kepadanya; ia adalah raja atas segala binatang yang ganas."
(34) Binatang yang paling megah pun dipandangnya hina; di antara segala binatang buas, dialah raja."
(34) (41-25) Naga memandang rendah binatang lain. Dialah raja atas semua binatang liar.”
Ayub (Job) (욥기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940
- 41 -
42