website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Keluaran (Perjanjian Lama)
Keluaran 12 : 40 = Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Ayub 6 (Ayub / AYB 6 / Job 6 / 욥기 6)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
6:1-30 = Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya
(1) Lalu Ayub menjawab:
(1) Lalu Ayub menjawab, "Andaikata duka nestapaku ditimbang beratnya,
(1) [Ayub Menjawab Elifas] Kemudian Ayub menjawab, “Aku ingin penderitaanku dapat ditimbang, dan semua kesusahanku dapat dimasukkan ke dalam timbangan,
(2) Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!
(2) (6:1)
(2) (6:1)
(3) Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.
(3) pasti lebih berat daripada pasir samudra. Jadi, jangan heran jika kata-kataku kurang hati-hati serta terburu-buru.
(3) Kesedihanku dapat lebih berat daripada semua pasir di laut. Oleh sebab itu, perkataanku tampaknya bodoh.
(4) Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.
(4) Panah dari Yang Mahakuasa menembus tubuhku; racunnya menyebar ke seluruh jiwa ragaku. Kedahsyatan Allah sangat mengerikan, dan menyerang aku bagai pasukan lawan.
(4) Anak panah Allah Yang Mahakuasa ada padaku. Rohku merasakan racun dari anak panah-Nya. Senjata yang mengerikan dari Allah berbaris melawan aku.
(5) Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?
(5) Keledai akan puas jika diberi rumput muda, begitu pula lembu jika diberi makanannya.
(5) Bahkan keledai liar tidak mengeluh bila memakan rumput. Dan lembuku tenang bila mempunyai makanan.
(6) Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?
(6) Tetapi makanan hambar, siapa suka? Mana boleh putih telur ada rasanya?
(6) Makanan tanpa garam rasanya tidak enak, dan putih telur tidak mempunyai rasa.
(7) Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.
(7) Tidak sudi aku menyentuhnya; muak aku jika memakannya.
(7) Aku tidak mau menyentuhnya; itu membuat aku sakit!
(8) Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!
(8) Mengapa Allah enggan mendengar doaku? Mengapa tak diperhatikan-Nya seruanku?
(8) Aku ingin dapat mempunyai apa yang kuminta. Aku ingin Allah dapat memberi kepadaku apa yang kuinginkan.
(9) Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!
(9) Kiranya Allah berkenan meremukkan aku! Kiranya Ia bertindak dan membunuh aku!
(9) Aku ingin Dia dapat menindas aku — maju dan bunuhlah aku!
(10) Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.
(10) Bagiku hal itu akan merupakan hiburan; aku bakal menari di tengah penderitaan. Segala perintah Allah Yang Mahakudus, telah kutaati dan kuperhatikan terus.
(10) Kemudian aku dihibur oleh satu hal, bahkan melalui semua yang sakit itu, aku tidak pernah berhenti mematuhi Yang Mahakudus.
(11) Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?
(11) Apa kekuatanku sehingga aku masih ada? Apa harapanku untuk ingin hidup lebih lama?
(11) Kekuatanku lenyap, jadi aku tidak berpengharapan dalam hidup ini. Tidak ada lagi yang kunantikan, jadi mengapa harus aku sabar?
(12) Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?
(12) Sekuat batukah badanku ini? Dari tembagakah tubuhku ini?
(12) Aku tidak kuat seperti batu. Tubuhku bukan terbuat dari tembaga.
(13) Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?
(13) Habislah tenagaku mencari bantuan; bagiku tak ada lagi pertolongan.
(13) Aku tidak mempunyai kuasa menolong diriku sendiri sekarang karena semua keberhasilanku telah diambil dari aku.
(14) Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.
(14) Dalam derita seperti ini, kudambakan sahabat sejati. Entah aku masih tetap setia atau sudah melalaikan Yang Mahakuasa.
(14) Sahabat seseorang harus setia kepadanya bila ia mempunyai kesusahan, bahkan jika ia berbalik dari Allah Yang Mahakuasa.
(15) Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap,
(15) Tetapi kamu, hai kawan-kawan, tak dapat dipercaya dan diandalkan. Kamu seperti kali yang habis airnya, di kala hujan tak kunjung tiba.
(15) Hai sahabatku, aku tidak dapat bergantung padamu. Kamu seperti sungai yang berhenti mengalir pada musim kering, tetapi banjir pada musim hujan.
(16) yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair,
(16) Kamu seperti sungai yang diam dan kaku, karena tertutup salju dan air beku.
(16) Pada musim dingin, itu ditahan oleh es dan salju yang cair.
(17) yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas;
(17) Segera bila tiba musim panas, salju dan es itu hilang tanpa bekas. Dasar sungai menjadi gersang, tidak berair dan kering kerontang.
(17) Apabila cuaca panas dan kering, air berhenti mengalir, dan sungai lenyap.
(18) berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap.
(18) Kafilah-kafilah sesat ketika mencari air; mereka mengembara dan mati di padang pasir.
(18) Pedagang mengikuti tikungan dan berputar-putar dan kemudian lenyap ke dalam padang gurun.
(19) Kafilah dari Tema mengamat-amatinya dan rombongan dari Syeba mengharapkannya,
(19) Kafilah dari Syeba dan dari Tema mencari air itu dan mengharapkannya.
(19) Pedagang dari Tema mencari air. Rombongan dari Syeba memandang dengan penuh harapan.
(20) tetapi mereka kecewa karena keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana.
(20) Tetapi harapan mereka sia-sia di tepi kali yang tiada airnya.
(20) Mereka yakin dapat menemukan air, tetapi mereka kecewa.
(21) Demikianlah kamu sekarang bagiku, ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu.
(21) Seperti sungai itulah kamu, kawanku; kaumundur dan takut melihat deritaku.
(21) Sekarang kamu seperti sungai itu. Kamu melihat kesusahanku dan kamu takut.
(22) Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu,
(22) Kenapa? Apakah kuminta sesuatu darimu? Atau menyuruhmu menyogok orang untuk kepentinganku?
(22) Apakah aku minta tolong kepadamu? Tidak! Namun, kamu bebas memberikan nasihatmu kepadaku.
(23) atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim?
(23) Apakah aku minta diselamatkan dan ditebus dari musuh yang tak berbelaskasihan?
(23) Tidak, dan aku tidak pernah mengatakan, ‘Selamatkan aku dari musuhku,’ atau ‘Selamatkan aku dari orang kejam.’
(24) Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat.
(24) Nah, ajarilah aku, tunjukkanlah kesalahanku! Aku akan diam dan mendengarkan perkataanmu.
(24) Jadi, sekarang, ajarlah aku, dan aku akan diam. Tunjukkan kepadaku yang kukatakan salah.
(25) Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu?
(25) Kata-kata yang tulus menyejukkan hati, tetapi bicaramu kosong, tiada arti!
(25) Perkataan yang jujur berkuasa, tetapi penjelasanmu tidak membuktikan apa pun.
(26) Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin?
(26) Segala perkataanku kamu anggap angin saja; percuma kamu jawab aku yang sudah putus asa.
(26) Apakah kamu berencana mengkritik aku? Apakah kamu mengatakan kata-kata yang membosankan?
(27) Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan.
(27) Bahkan anak yatim piatu kamu undikan nasibnya, teman karibmu kamu curangi untuk menjadi kaya.
(27) Apakah kamu seperti orang yang mempertaruhkan yatim piatu dan menjual sahabatmu sendiri?
(28) Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu.
(28) Coba, perhatikanlah aku; masakan aku ini berdusta kepadamu?
(28) Sekarang periksalah wajahku. Aku tidak berdusta kepadamu.
(29) Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar.
(29) Jangan bertindak tak adil, sadarlah! Jangan mencela aku, aku sungguh tak salah.
(29) Bertobatlah dan jangan tidak jujur. Pikirkan lagi karena aku tidak melakukan yang salah.
(30) Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?"
(30) Apakah pada sangkamu aku berdusta, tak bisa membedakan yang baik dan yang tercela?
(30) Aku tidak berdusta. Aku tahu yang benar atau salah.”
Ayub (Job) (욥기)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345
- 6 -
789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142