www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Keluaran / Exodus / 출애굽기
12345678910111213141516171819202122232425
- 26 -
2728293031323334353637383940
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
26:1-37 = Mengenai Kemah Suci
(1) Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
(1) "Buatlah Kemah untuk-Ku dari sepuluh potong kain linen halus, ditenun dengan wol biru, ungu dan merah. Sulamlah kain itu dengan gambar kerub.
(1) [Kemah Suci] “Kemah Suci harus terbuat dari 10 tirai. Tirai itu harus dari lenan halus, benang berwarna biru, ungu, dan merah. Seorang pekerja yang ahli menyulam gambar malaikat kerub yang bersayap pada tirai itu.
(2) Panjang tiap-tiap tenda haruslah dua puluh delapan hasta dan lebar tiap-tiap tenda empat hasta: segala tenda itu harus sama ukurannya.
(2) Setiap potong harus sama ukurannya, panjangnya dua belas meter dan lebarnya dua meter.
(2) Buatlah ukuran setiap tirai sama. Setiap tirai panjangnya 14 meter dan lebar 2 meter.
(3) Lima dari tenda itu haruslah dirangkap menjadi satu, dan yang lima lagi juga harus dirangkap menjadi satu.
(3) Lima potong kain harus disambung menjadi satu layar, dan lima potong lainnya harus dibuat begitu juga.
(3) Sambunglah tirai itu menjadi dua bagian. Sambung 5 tirai menjadi satu bagian, dan 5 tirai lagi menjadi satu.
(4) Pada rangkapan yang pertama, di tepi satu tenda yang di ujung, haruslah engkau membuat sosok-sosok kain ungu tua dan demikian juga di tepi satu tenda yang paling ujung pada rangkapan yang kedua.
(4) Buatlah sangkutan dari kain biru pada pinggir kedua layar itu,
(4) Pakailah kain biru membuat lingkaran sepanjang pinggir ujung tirai pada satu bagian. Buatlah yang sama pada pinggir ujung tirai pada bagian kedua.
(5) Lima puluh sosok harus kaubuat pada tenda yang satu dan lima puluh sosok pada tenda yang di ujung pada rangkapan yang kedua, sehingga sosok-sosok itu tepat berhadapan satu sama lain.
(5) lima puluh sangkutan pada masing-masing layar.
(5) Harus ada 50 lingkaran pada ujung tirai dari bagian pertama, dan 50 lingkaran pada ujung tirai bagian kedua. Lingkaran-lingkaran itu berhadapan satu sama lain.
(6) Dan haruslah engkau membuat lima puluh kaitan emas dan menyambung tenda-tenda Kemah Suci yang satu dengan yang lain dengan memakai kaitan itu, sehingga menjadi satu.
(6) Buatlah lima puluh kait emas untuk menyambung kedua layar itu supaya dapat disatukan.
(6) Dan buat 50 gelang emas untuk menghubungkan tirai-tirai itu. Itulah yang menghubungkan Kemah Suci menjadi satu.
(7) Juga haruslah engkau membuat tenda-tenda dari bulu kambing menjadi atap kemah yang menudungi Kemah Suci, sebelas tenda harus kaubuat.
(7) Untuk atap Kemah itu buatlah sebelas potong kain dari bulu kambing.
(7) Buatlah kemah yang lain yang menutupi Kemah Suci. Pakailah 11 tirai membangun kemah itu. Buatlah kemah itu dari bulu kambing.
(8) Panjang tiap-tiap tenda harus tiga puluh hasta dan lebar tiap-tiap tenda empat hasta: yang sebelas tenda itu harus sama ukurannya.
(8) Setiap potong harus sama ukurannya, panjangnya tiga belas meter dan lebarnya dua meter.
(8) Semua tirai itu mempunyai ukuran yang sama, panjangnya 15 meter dan lebar 2 meter.
(9) Lima dari tenda itu haruslah kausambung dengan tersendiri, dan enam dari tenda itu dengan tersendiri, dan tenda yang keenam haruslah kaulipat dua, di sebelah depan kemah itu.
(9) Lima potong harus disambung menjadi satu layar, dan enam potong lainnya harus dibuat begitu juga. Sambungan yang keenam harus dilipat dua untuk menutupi bagian depan Kemah.
(9) Hubungkan 5 tirai menjadi satu. Dan hubungkan keenam tirai yang lainnya menjadi bagian yang lain. Lipat kembali setengah dari keenam tirai pada bagian depan Kemah.
(10) Haruslah engkau membuat lima puluh sosok pada rangkapan yang pertama di tepi satu tenda yang di ujung dan lima puluh sosok di tepi satu tenda pada rangkapan yang kedua.
(10) Pasanglah lima puluh sangkutan pada pinggir layar yang pertama dan lima puluh sangkutan pada pinggir layar yang kedua.
(10) Buatlah 50 lingkaran pada pinggir ujung tirai dari satu bagian. Lakukan hal yang sama terhadap pinggir ujung bagian kedua.
(11) Haruslah engkau membuat lima puluh kaitan tembaga dan memasukkan kaitan itu ke dalam sosok-sosok dan menyambung tenda-tenda kemah itu, supaya menjadi satu.
(11) Buatlah lima puluh kait dari perunggu dan kaitkan kepada sangkutan itu supaya kedua layar itu dapat disatukan menjadi atap Kemah.
(11) Buatlah 50 gelang perunggu untuk menghubungkan tirai-tirai itu. Itulah yang mempersatukan kemah itu.
(12) Mengenai bagian yang berjuntai itu, yang berlebih pada tenda kemah itu, haruslah setengah dari tenda yang berlebih itu berjuntai di sebelah belakang Kemah Suci.
(12) Setengah potong kain yang selebihnya adalah untuk menutupi bagian belakang Kemah.
(12) Setengah dari ujung tirai kemah itu akan tergantung di bawah sudut belakang Kemah.
(13) Sehasta di sebelah sini dan sehasta di sebelah sana pada bagian yang berlebih pada panjang tenda-tenda kemah itu haruslah berjuntai pada sisi-sisi Kemah Suci, di sebelah sini dan di sebelah sana untuk menudunginya.
(13) Kelebihan kain selebar lima puluh sentimeter sepanjang Kemah harus dibiarkan menutupi sisi Kemah itu.
(13) Di bagian luar, tirai-tirai kemah akan tergantung 0,5 meter di bawah sudut bawah Kemah Suci. Kemah itu menutupi Kemah Suci.
(14) Juga haruslah engkau membuat untuk kemah itu tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi.
(14) Buatlah dua tutup untuk bagian luar Kemah, satu dari kulit domba jantan yang diwarnai merah dan satu lagi dari kulit halus.
(14) Buatlah dua penutup untuk bagian luar kemah. Satu penutup terbuat dari kulit domba jantan yang dicat merah dan penutup lainnya dari kulit halus.
(15) Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,
(15) Buatlah rangka-rangka Kemah yang tegak lurus dari kayu akasia.
(15) Pakailah kayu akasia menjadi kerangka menopang Kemah Suci.
(16) sepuluh hasta panjangnya satu papan dan satu setengah hasta lebarnya tiap-tiap papan.
(16) Setiap rangka tingginya empat meter dan lebarnya 66 sentimeter.
(16) Kerangka itu panjangnya 5 meter dengan lebar 0,75 meter.
(17) Tiap-tiap papan harus ada dua pasaknya yang disengkang satu sama lain; demikianlah harus kauperbuat dengan segala papan Kemah Suci.
(17) Pada setiap rangka ada dua patok yang sepasang, sehingga rangka-rangka itu dapat disambung satu dengan yang lain.
(17) Dua tonggak samping disatukan dengan kayu bersilang untuk membuat setiap kerangka. Semua kerangka untuk Kemah Suci sama.
(18) Haruslah engkau membuat papan-papan untuk Kemah Suci, dua puluh papan pada sebelah selatan.
(18) Untuk bagian selatan Kemah, buatlah dua puluh rangka,
(18) Buatlah 20 kerangka pada sisi sebelah selatan Kemah Suci.
(19) Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya.
(19) dengan empat puluh alasnya dari perak, dua di bawah setiap rangka untuk kedua patoknya.
(19) Dan buat 40 alas perak untuk kerangka. Setiap kerangka mempunyai dua alas di bawahnya — satu alas untuk setiap tonggak samping.
(20) Juga untuk sisi yang kedua dari Kemah Suci, pada sebelah utara, kaubuatlah dua puluh papan
(20) Untuk bagian utara Kemah, buatlah dua puluh rangka
(20) Buatlah 20 lagi kerangka untuk sisi sebelah utara Kemah Suci.
(21) dengan empat puluh alas peraknya: dua alas di bawah satu papan dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan.
(21) dengan empat puluh alasnya dari perak, dua di bawah setiap rangka.
(21) Dan buat 40 alas perak untuk kerangka itu — 2 di bawah setiap kerangka.
(22) Untuk sisi belakang Kemah Suci, pada sebelah barat, haruslah kaubuat enam papan.
(22) Untuk bagian belakang Kemah sebelah barat, buatlah enam rangka
(22) Buat 6 lagi kerangka untuk bagian belakang Kemah Suci, yaitu sisi sebelah barat.
(23) Dua papan haruslah kaubuat untuk sudut Kemah Suci, di sisi belakang.
(23) dan dua rangka untuk sudut-sudutnya.
(23) Buat dua kerangka untuk sudut bagian belakang Kemah Suci.
(24) Kedua papan itu haruslah kembar pasaknya di sebelah bawah dan seperti itu juga kembar pasaknya di sebelah atas, di dekat gelang yang satu itu; demikianlah harus kedua papan itu; haruslah itu merupakan kedua sudutnya.
(24) Rangka-rangka sudut itu harus dihubungkan pada bagian kakinya, terus sampai di bagian atasnya. Kedua rangka yang membentuk sudutnya harus dibuat dengan cara itu.
(24) Kerangka pada sudut-sudut disambungkan pada bagian bawah. Pada bagian atas, sebuah gelang menahan kerangka itu bersatu. Lakukanlah hal yang sama untuk kedua sudut itu.
(25) Jadi harus ada delapan papan dengan alas peraknya: enam belas alas; dua alas di bawah satu papan dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan.
(25) Jadi semuanya ada delapan rangka dengan enam belas alas perak, dua di bawah setiap rangka.
(25) Jadi, ada 8 kerangka untuk bagian ujung barat Kemah itu. Ada 16 alas perak — dua alas di bawah setiap kerangka.
(26) Juga haruslah kaubuat kayu lintang dari kayu penaga: lima untuk papan-papan pada sisi yang satu dari Kemah Suci,
(26) Buatlah lima belas kayu lintang dari kayu akasia, lima untuk rangka-rangka pada satu sisi Kemah,
(26) Pakailah kayu akasia dan buat penjepit untuk kerangka Kemah Suci. Lima penjepit untuk sisi pertama Kemah Suci.
(27) lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah barat.
(27) lima untuk sisi yang lain, dan lima lagi untuk sisi Kemah bagian belakang sebelah barat.
(27) Dan 5 penjepit untuk kerangka pada sisi lainnya dari Kemah Suci, 5 penjepit untuk kerangka pada bagian belakang, sisi bagian barat Kemah Suci.
(28) Dan kayu lintang yang di tengah, di tengah-tengah papan-papan itu, haruslah melintang terus dari ujung ke ujung.
(28) Kayu lintang yang tengah harus dipasang setinggi setengah rangka, dari ujung ke ujung Kemah itu.
(28) Penjepit tengah kena pada semua kerangka mulai dari ujung ke ujung.
(29) Papan-papan itu haruslah kausalut dengan emas, gelang-gelang itu haruslah kaubuat dari emas sebagai tempat memasukkan kayu-kayu lintang itu, dan kayu-kayu lintang itu haruslah kausalut dengan emas.
(29) Rangka Kemah dan kayu-kayu lintang itu harus dilapisi dengan emas. Gelang-gelang untuk menahan kayu-kayu itu harus dibuat dari emas.
(29) Lapisilah kerangka itu dengan emas. Dan buat gelang untuk kerangka menahan penjepit itu. Buatlah gelang itu dari emas. Juga, lapisilah penjepit itu dengan emas.
(30) Kemudian haruslah kaudirikan Kemah Suci sesuai dengan rancangan yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.
(30) Dirikanlah Kemah itu menurut rencana yang Kutunjukkan kepadamu di atas gunung ini.
(30) Bangunlah Kemah Suci dengan cara yang Kutunjukkan kepadamu di gunung.”
(31) Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.
(31) Buatlah sebuah kain pintu dari linen halus yang ditenun dengan wol biru, ungu dan merah. Sulamlah kain itu dengan gambar kerub.
(31) [Bagian Dalam Kemah Suci] “Gunakanlah lenan halus dan buat tirai khusus untuk bagian dalam Kemah Suci. Pakai benang biru, ungu, dan merah dan tenunlah gambar malaikat kerub pada tirai itu.
(32) Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.
(32) Gantungkan kain pintu itu pada empat tiang kayu akasia yang berlapis emas dengan kait emas dan dipasang atas empat alas perak.
(32) Buatlah empat tonggak dari kayu akasia dan lapisi dengan emas. Buat kaitan dari emas pada keempat tonggak itu. Buat 4 alas perak di bawah tonggak dan gantungkan tirai pada kaitan emas itu.
(33) Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus.
(33) Tempatkan kain itu di bawah deretan kait pada atap Kemah. Di belakang kain itu harus diletakkan Peti Perjanjian yang berisi kedua batu itu. Kain itu memisahkan Ruang Suci dari Ruang Mahasuci.
(33) Buat tirai di bawah gelang emas lalu taruh Kotak Perjanjian di belakang tirai. Tirai itu memisahkan Tempat Kudus dari Tempat Yang Mahakudus.
(34) Tutup pendamaian itu haruslah kauletakkan di atas tabut hukum di dalam tempat maha kudus.
(34) Letakkan tutup Peti Perjanjian di atas petinya.
(34) Taruhlah penutup di atas Kotak Perjanjian dalam Tempat Yang Mahakudus.
(35) Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir itu, dan kandil itu berhadapan dengan meja itu pada sisi selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara.
(35) Meja persembahan harus ditempatkan di luar Ruang Mahasuci di bagian utara, dan kaki lampu di bagian selatan dalam Kemah itu.
(35) Taruhlah meja khusus yang kaubuat di luar tirai. Meja itu ada di bagian utara Kemah Suci. Dan taruh lampu di bagian selatan, berhadapan dengan meja.”
(36) Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.
(36) Buatlah tirai untuk pintu Kemah dari kain linen halus yang ditenun dengan wol biru, ungu dan merah, dihias dengan sulaman.
(36) [Pintu Kemah Suci] “Kemudian buat sebuah tirai menutup jalan masuk ke Kemah Suci. Pakailah benang biru, ungu, dan merah dengan kain lenan menjadi tirai. Lukislah gambar di atasnya.
(37) Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga."
(37) Untuk tirai itu harus dibuat lima tiang dari kayu akasia yang dilapisi dengan emas dan dihubungkan dengan lima kait emas. Buatlah lima buah alas dari perunggu untuk tiang-tiang itu."
(37) Buatlah kaitan emas untuk tirai itu. Buat 5 tonggak dari kayu akasia berlapis emas dan 5 alas dari perunggu untuk tonggak.”
Keluaran / Exodus / 출애굽기
12345678910111213141516171819202122232425
- 26 -
2728293031323334353637383940