website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Mazmur (Perjanjian Lama)
Mazmur 102 : 22 = (102-23) apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Pengkhotbah 10 (Pengkhotbah / PKH 10 / Ecclesiastes 10 / 전도서 10)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
10:1-20 = Akibat-akibat kebodohan
(1) Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.
(1) Bangkai lalat membusukkan sebotol minyak wangi, sedikit kebodohan menghilangkan hikmat yang tinggi.
(1) Beberapa lalat yang mati membuat wewangian yang harum berbau busuk. Demikian juga, kebodohan yang sedikit dapat menghancurkan hikmat dan kehormatan yang banyak.
(2) Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.
(2) Wajarlah kalau orang arif melakukan kebajikan, dan orang bodoh melakukan kejahatan.
(2) Pikiran dari hikmat membawa kepada jalan yang benar, tetapi pikiran dari kebodohan membawa kepada jalan yang salah.
(3) Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!"
(3) Kebodohannya tampak pada segala gerak-geriknya. Dan kepada semua orang ditunjukkannya kedunguannya.
(3) Orang bodoh menunjukkan betapa bodohnya mereka, hanya dengan berjalan di jalanan. Pikiran mereka kosong dan semua orang mengetahuinya.
(4) Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.
(4) Jika engkau dimarahi penguasa, janganlah minta berhenti bekerja. Biarpun kesalahanmu besar, engkau dimaafkan bila tenang dan sabar.
(4) Jangan hentikan pekerjaanmu hanya karena pimpinanmu marah kepadamu. Jika engkau tetap tenang dan suka menolong, engkau dapat memeriksa bahkan kesalahan yang sangat besar.
(5) Ada suatu kejahatan yang kulihat di bawah matahari sebagai kekhilafan yang berasal dari seorang penguasa:
(5) Ada kejahatan lain yang kulihat di dunia, yaitu penyelewengan para penguasa.
(5) Ini hal lain yang kulihat dalam hidup ini, yang tidak adil. Ini adalah kesalahan yang dilakukan penguasa:
(6) pada banyak tempat yang tinggi, didudukkan orang bodoh, sedangkan tempat yang rendah diduduki orang kaya.
(6) Orang bodoh diberi kedudukan yang mulia, sedangkan orang terkemuka tak mendapat apa-apa.
(6) Orang bodoh diberi kedudukan penting, sementara orang kaya mendapat pekerjaan yang tidak penting.
(7) Aku melihat budak-budak menunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.
(7) Pernah kulihat budak-budak menunggang kuda sedangkan kaum bangsawan berjalan kaki seperti hamba.
(7) Aku pernah melihat seorang hamba menunggang kuda ketika orang yang seharusnya memerintah berjalan di sampingnya seperti hamba.
(8) Barangsiapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan barangsiapa mendobrak tembok akan dipagut ular.
(8) Siapa menggali lubang, akan jatuh ke dalamnya; siapa mendobrak tembok akan digigit ular berbisa.
(8) [Setiap Pekerjaan Mempunyai Bahaya] Jika engkau menggali lubang, engkau dapat jatuh ke dalamnya. Jika engkau meruntuhkan dinding, engkau dapat digigit ular.
(9) Barangsiapa memecahkan batu akan dilukainya; barangsiapa membelah kayu akan dibahayakannya.
(9) Siapa bekerja di tambang batu, akan terbentur dan luka. Siapa membelah kayu, mungkin sekali mendapat cedera.
(9) Jika engkau menggeser batu besar, engkau dapat terluka. Jika engkau menebang kayu, engkau dapat tertimpa.
(10) Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
(10) Apabila parangmu tumpul dan tidak kauasah, engkau harus bekerja dengan lebih bersusah payah. Pakailah akal sehatmu, dan buatlah rencana lebih dahulu.
(10) Hikmat akan membuat setiap pekerjaan lebih mudah. Sangat sulit memotong dengan pisau yang tumpul, tetapi jika engkau mengasah pisau itu, pekerjaan itu mudah.
(11) Jika ular memagut sebelum mantera diucapkan, maka tukang mantera tidak akan berhasil.
(11) Kalau ular menggigit sebelum dijinakkan dengan mantera, maka pawang ular tak ada lagi gunanya.
(11) Seseorang mungkin tahu bagaimana menjinakkan ular, tetapi keahlian itu sia-sia, jika ular menggigit ketika orang itu tidak ada di sana.
(12) Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.
(12) Ucapan orang arif membuat ia dihormati, tetapi orang bodoh binasa karena kata-katanya sendiri.
(12) Perkataan orang bijak membawa pujian, tetapi perkataan orang bodoh membawa kehancuran.
(13) Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan.
(13) Ia mulai dengan omong kosong biasa, tetapi akhirnya bicaranya seperti orang gila.
(13) Orang bodoh mungkin mulai dengan mengatakan hal-hal yang bodoh, tetapi pada akhirnya, mereka mengatakan yang sia-sia.
(14) Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?
(14) Memang, orang bodoh banyak bicara. Hari depan tersembunyi bagi kita semua. Tak ada yang dapat meramalkan kejadian setelah kita tiada.
(14) Orang bodoh selalu berkata tentang hal-hal yang akan dilakukannya, tetapi tidak pernah diketahui kapan itu akan terjadi. Orang tidak dapat mengatakan yang terjadi kemudian.
(15) Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota.
(15) Cuma orang bodoh yang tak tahu jalan ke rumahnya, ia bekerja keras dengan tak henti-hentinya.
(15) Orang bodoh tidak dapat menemukan jalan ke rumahnya, jadi mereka harus bekerja keras sepanjang hidupnya.
(16) Wahai engkau tanah, kalau rajamu seorang kanak-kanak, dan pemimpin-pemimpinmu pagi-pagi sudah makan!
(16) Celakalah negeri yang rajanya muda belia, dan para pembesarnya semalam suntuk berpesta pora.
(16) [Nilai Pekerjaan] Adalah sangat buruk bagi suatu negeri jika rajanya seperti anak-anak. Dan sangat buruk bagi negeri jika pemerintahnya memakai semua waktunya untuk makan.
(17) Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang berasal dari kaum pemuka, dan pemimpin-pemimpinmu makan pada waktunya dalam keperkasaan dan bukan dalam kemabukan!
(17) Mujurlah negeri yang rajanya berwibawa, yang pembesarnya makan pada waktunya, tak suka mabuk dan pandai menahan dirinya.
(17) Sangat baik bagi sebuah negeri jika rajanya berasal dari keluarga baik-baik. Dan sangat baik bagi negeri jika penguasa makan pada waktunya. Mereka makan dan minum agar menjadi kuat, bukan membuang waktu.
(18) Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.
(18) Atap rumah akan bocor kalau tidak dibetulkan, dan akhirnya rumah itu lapuk akibat kemalasan.
(18) Jika orang sangat malas bekerja, rumahnya mulai bocor, dan atapnya akan runtuh.
(19) Untuk tertawa orang menghidangkan makanan; anggur meriangkan hidup dan uang memungkinkan semuanya itu.
(19) Pesta membuat tertawa, dan anggur membuat gembira. Tapi perlu ada uang untuk membayarnya.
(19) Orang suka makan, dan anggur membuat hidup lebih bahagia, dan uang memecahkan banyak masalah.
(20) Dalam pikiranpun janganlah engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang kaya, karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap dapat menyampaikan apa yang kauucapkan.
(20) Jangan mengecam raja, biar di dalam hati. Jangan mengumpat orang kaya, biar di kamar tidur pribadi. Mungkin seekor burung mendengar apa yang kaukatakan, lalu menyampaikannya kepada yang bersangkutan.
(20) [Gosip] Jangan mengatakan hal yang buruk tentang raja. Bahkan jangan berprasangka buruk tentang dia. Dan jangan katakan hal yang buruk tentang orang kaya, walaupun engkau hanya sendirian di rumahmu. Burung kecil mungkin terbang dan memberitahukan kepada mereka semua yang engkau katakan.
Pengkhotbah (Ecclesiastes) (전도서)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
123456789
- 10 -
1112