www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Yunus / Jonah / 요나
123
- 4 -
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
4:1-11 = Yunus belajar menginsyafi, bahwa Allah mengasihi bangsa-bangsa lain
(1) Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
(1) Yunus sama sekali tidak senang dengan hal itu; ia malahan menjadi marah.
(1) [Belas Kasihan Allah Membuat Yunus Marah] Yunus tidak senang bahwa Allah menyelamatkan kota itu. Ia menjadi marah.
(2) Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
(2) Lalu ia berdoa, "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan sebelum berangkat dari rumahku dulu, bahwa Engkau pasti akan berbuat begini? Itulah sebabnya aku langsung melarikan diri ke Spanyol! Aku tahu bahwa Engkau Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar, lemah lembut, dan selalu siap untuk mengubah rencana penghukuman.
(2) Ia menuntut kepada TUHAN dan berkata, “TUHAN, aku telah tahu itu akan terjadi. Aku ada di negeriku sendiri, dan Engkau katakan kepadaku datang kemari. Waktu itu, aku telah tahu bahwa Engkau mau mengampuni orang dari kota yang jahat ini, jadi aku memutuskan, untuk melarikan diri ke Tarsis. Aku telah tahu bahwa Engkau Allah yang murah hati. Aku tahu bahwa Engkau menunjukkan belas kasihan dan tidak mau menghukum orang. Aku tahu bahwa Engkau penuh dengan kebaikan. Aku tahu bahwa jika mereka berhenti berdosa, Engkau mengubah rencana-Mu dan tidak membinasakannya.
(3) Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
(3) Sekarang, ya TUHAN, biarlah aku mati saja, sebab lebih baik aku mati daripada hidup."
(3) Jadi sekarang, aku bermohon kepada-Mu, ya TUHAN, bunuhlah aku. Lebih baik aku mati daripada hidup.”
(4) Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
(4) Jawab TUHAN, "Engkau tak punya alasan untuk menjadi marah begitu."
(4) Kemudian TUHAN mengatakan, “Apakah engkau patut marah kepada-Ku karena Aku tidak membinasakan orang itu?”
(5) Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
(5) Kemudian Yunus pergi ke sebelah timur kota, lalu duduk di situ. Ia membuat sebuah pondok dan berteduh di dalamnya, sambil menunggu apa yang akan terjadi di kota Niniwe.
(5) Yunus pergi ke luar dari kota ke suatu tempat di sebelah timur dekat kota itu. Di sana ia membuat tempat bernaung bagi dirinya sambil menunggu yang akan terjadi atas kota itu.
(6) Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
(6) Maka TUHAN Allah menumbuhkan sebuah tanaman menjalar yang memberi naungan kepada Yunus sehingga ia merasa senang. Memang, Yunus senang sekali dengan tanaman itu.
(6) [Pohon Jarak dan Ulat] TUHAN membuat pohon jarak tumbuh dengan cepat melampaui Yunus. Hal itu membuat Yunus dapat duduk dengan segar dan lebih tenang. Ia sangat senang karena tanaman itu.
(7) Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
(7) Tetapi besoknya pada waktu subuh, Allah membuat seekor cacing menggerek akar tanaman itu, sehingga menjadi layu.
(7) Keesokan harinya, Allah mendatangkan seekor ulat menggigit pohon jarak itu. Ulat mulai memakan tanaman dan tanaman itu mati.
(8) Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
(8) Setelah matahari terbit, Allah mendatangkan angin panas yang bertiup dari timur. Yunus hampir pingsan karena ditimpa sinar matahari yang seakan-akan membakar kepalanya. Ia menjadi putus asa dan ingin mati. Katanya, "Lebih baik aku mati saja daripada hidup!"
(8) Kemudian ketika matahari sudah tinggi, Allah mendatangkan angin timur yang panas. Matahari semakin panas di atas kepala Yunus dan dia menjadi sangat lemah. Yunus memohon kepada Allah untuk membiarkannya mati. Katanya, “Lebih baik aku mati daripada hidup.”
(9) Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
(9) Tetapi Allah berkata kepadanya, "Engkau tak patut menjadi begitu sedih karena tanaman itu!" Jawab Yunus, "Mengapa tidak? Sepatutnyalah aku menjadi marah sekali sampai mati."
(9) Kemudian Allah berkata kepadanya, “Apakah engkau patut marah hanya karena pohon jarak itu mati?” Yunus mengatakan, “Ya! Aku patut marah. Sudah cukup marahku untuk mati.”
(10) Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
(10) Lalu kata TUHAN kepadanya, "Tanaman ini tumbuh dalam satu malam saja, dan ia layu pada hari berikutnya; engkau sama sekali tidak menumbuhkannya atau memeliharanya. Meskipun begitu engkau merasa sedih karena ia layu.
(10) Dan TUHAN mengatakan, “Engkau tidak melakukan sesuatu terhadap tanaman itu. Engkau tidak membuatnya tumbuh. Itu tumbuh pada waktu malam dan besoknya mati. Dan sekarang engkau sedih tentang itu.
(11) Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
(11) Masakan Aku tidak akan sedih memikirkan Niniwe, kota yang besar itu. Sebab selain binatang-binatangnya yang tidak terhitung itu, di situ terdapat juga lebih dari 120.000 orang anak yang belum dapat membedakan apa yang baik dan apa yang jahat."
(11) Jika engkau marah karena sebatang tanaman, pasti Aku pun merasa kasihan terhadap sebuah kota besar seperti Niniwe. Banyak orang dan ternak di kota itu. Lebih dari 120.000 orang ada di sana yang tidak tahu bahwa mereka melakukan yang salah.”
Yunus / Jonah / 요나
123
- 4 -