website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik Indonesia terpercaya
vidinici pakaian dan lingerie wanita

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Hagai / Haggai / 학개
- 1 -
2
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
1:1 - 2:1 = Ajakan untuk membangun kembali Bait Suci
(1) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
(1) Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius atas Persia, pada tanggal satu bulan keenam, TUHAN berbicara dengan perantaraan Nabi Hagai. Pesan TUHAN itu ditujukan kepada Zerubabel anak Sealtiel, gubernur Yehuda, dan kepada Imam Agung Yosua anak Yozadak.
(1) [Sudah Waktunya Membangun Rumah Tuhan] Pada hari pertama bulan keenam tahun kedua masa pemerintahan Darius raja Persia, Hagai menerima pesan dari TUHAN. Pesan itu ialah untuk Zerubabel anak Sealtiel dan untuk Yosua anak Yozadak. Zerubabel ialah gubernur Yehuda dan Yosua imam agung.
(2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!
(2) TUHAN Yang Mahakuasa berkata kepada Hagai, "Bangsa ini mengatakan bahwa belum waktunya untuk membangun kembali Rumah-Ku."
(2) Inilah yang dikatakan TUHAN Yang Mahakuasa, “Umat mengatakan belum waktunya membangun Bait TUHAN.”
(3) Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
(3) Kemudian dengan perantaraan Nabi Hagai, TUHAN berkata kepada umat-Nya,
(3) Hagai menerima pesan ini lagi dari TUHAN. Hagai mengatakan pesan ini,
(4) Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
(4) "Hai umat-Ku, apakah sudah waktunya bagimu untuk tinggal dalam rumah yang kuat dan kokoh, sedangkan Rumah-Ku masih berupa puing-puing?
(4) “Kamu umat menganggap sudah waktunya bagi kamu mendiami rumah mewahmu. Kamu tinggal di rumah dengan kayu yang indah terpasang di dinding, tetapi Bait Tuhan masih dalam keadaan reruntuhan.
(5) Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
(5) Coba, perhatikanlah keadaanmu!
(5) Sekarang TUHAN Yang Mahakuasa mengatakan, ‘Pikirkanlah apa yang sedang terjadi.
(6) Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
(6) Kamu telah menabur banyak benih, namun panenmu sedikit. Kamu ada makanan, tetapi tidak cukup untuk mengenyangkan perutmu. Kamu mempunyai anggur, tetapi tidak cukup untuk memuaskan hatimu. Kamu mempunyai pakaian, tetapi tidak cukup untuk menghangatkan dirimu. Dan upah yang diterima kaum buruh tidak cukup untuk menyambung hidup mereka.
(6) Kamu menanam banyak benih, tetapi kamu hanya menuai sedikit. Kamu mempunyai makanan, tetapi tidak cukup untuk membuat kamu kenyang. Kamu mempunyai minuman, tetapi kamu tidak merasa puas. Kamu mempunyai pakaian, tetapi tidak cukup untuk membuat hangat. Kamu mendapat sedikit uang, tetapi sama seperti memasukkannya ke dalam kantong yang bocor.’”
(7) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
(7) Tidak sadarkah kamu, mengapa hal itu terjadi?
(7) TUHAN Yang Mahakuasa mengatakan, “Pikirkanlah apa yang kamu lakukan.
(8) Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
(8) Sekarang, naiklah ke bukit-bukit untuk mengambil kayu, lalu bangunlah Rumah-Ku; maka Aku akan merasa senang dan Aku akan disembah lagi dengan cara yang semestinya. Coba, perhatikanlah keadaanmu!
(8) Pergi ke gunung dan bawa kayu dari sana dan bangunlah Rumah Tuhan. Aku akan berkenan atas Rumah itu dan Aku dipermuliakan.” Itulah yang dikatakan oleh TUHAN.
(9) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
(9) Kamu mengharapkan hasil panen yang berlimpah-limpah, tahu-tahu yang kamu dapat hanya sedikit sekali; kamu membawanya pulang, tetapi hasil panenmu itu Kuhembus, sehingga habis dibawa angin. Mengapa Kulakukan itu? Jawabnya ialah: Karena Rumah-Ku masih berupa puing-puing, sedangkan kamu semua giat membangun rumahmu masing-masing.
(9) TUHAN Yang Mahakuasa mengatakan, “Kamu mengharapkan panen besar, tetapi bila kamu pergi memanennya, hanya sedikit hasilnya. Kamu membawa hasil yang sedikit ke rumahmu, tetapi Aku mengirim angin dan menghembuskannya, karena Rumah-Ku tetap dalam reruntuhan, sementara masing-masing kamu sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
(10) Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,
(10) Itulah sebabnya hujan tidak kunjung turun sehingga tak ada tanaman yang bisa tumbuh.
(10) Oleh sebab itu, langit menahan hujan dan bumi memberi hasil sedikit.
(11) dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."
(11) Aku telah mendatangkan kekeringan atas tanah dan bukit-bukit, atas ladang-ladang gandum dan kebun-kebun anggur serta kebun-kebun zaitun, dan atas segala tumbuh-tumbuhan di tanah ini, bahkan juga atas manusia dan hewan serta segala sesuatu yang kamu usahakan."
(11) Aku memerintahkan tanah dan gunung-gunung menjadi kering. Gandum, anggur baru, minyak zaitun, dan segala sesuatu yang dihasilkan bumi akan rusak. Semua orang dan binatang menjadi lemah.”
(12) Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN.
(12) Kemudian Zerubabel dan Yosua serta seluruh umat Israel yang telah kembali dari pembuangan di Babel, mentaati kata-kata Hagai, utusan TUHAN itu. Mereka melakukan apa yang diperintahkan TUHAN kepada mereka, karena takut kepada TUHAN.
(12) [Pembangunan Rumah Tuhan Baru Dimulai] TUHAN Allah menyuruh Hagai berbicara kepada Zerubabel anak Sealtiel dan imam agung Yosua anak Yozadak. Jadi, orang itu serta semua bangsa mendengar suara TUHAN Allah mereka dan perkataan Nabi Hagai. Dan bangsa itu menunjukkan rasa takut dan hormatnya di hadapan TUHAN.
(13) Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN."
(13) Lalu Hagai menyampaikan kepada rakyat pesan TUHAN bahwa TUHAN telah berjanji akan melindungi mereka.
(13) Kemudian Hagai, utusan TUHAN, menyampaikan pesan ini kepada umat, “TUHAN berkata, ‘Aku menyertai kamu.’”
(14) TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,
(14) Demikianlah TUHAN menggerakkan hati Gubernur Zerubabel, Imam Agung Yosua serta semua orang yang telah kembali dari pembuangan, supaya mereka semua bekerja membangun Rumah TUHAN Yang Mahakuasa, Allah mereka.
(14) Zerubabel anak Sealtiel adalah gubernur Yehuda. Yosua anak Yozadak imam agung. TUHAN membuat mereka dan umat lainnya bersemangat untuk mengerjakan Bait Allah mereka, TUHAN Yang Mahakuasa.
(15) (2-1a) pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. (2-1b) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius,
(15) Mereka mulai bekerja pada tanggal dua puluh empat, bulan enam dalam tahun kedua masa pemerintahan Raja Darius.
(15) (2-1a) Jadi, mereka memulai pekerjaan itu pada hari yang kedua puluh empat bulan keenam tahun kedua masa pemerintahan Raja Darius.
Hagai / Haggai / 학개
- 1 -
2