website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Dibawah ini ada menu membaca isi Alkitab beberapa terjemahan secara bersamaan untuk memudahkan pengartian isi Alkitab, jika hanya ingin membaca 1 terjemahan Alkitab saja maka disarankan agar klik salah satu terjemahan Alkitab diatas yang isi nya khusus hanya 1 terjemahan Alkitab saja.

 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Surat Petrus Yang Pertama (Perjanjian Baru)
1 Petrus 3 : 16 = dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Injil Lukas 6 (Lukas / LUK 6 / Luke 6 / 누가복음 6)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
6:1-5 = Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat
(Mat 12:1-8; Mr 2:23-28)
(1) Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
(1) Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus lewat sebuah ladang gandum, pengikut-pengikut-Nya memetik gandum. Mereka menggosok gandum itu dengan tangan, lalu memakannya.
(1) [Yesus adalah Tuhan atas Hari Sabat] Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang-ladang gandum. Murid-murid-Nya memetik beberapa tangkai gandum. Mereka menggosok-gosoknya di dalam tangan, lalu memakan butir gandum itu.
(2) Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
(2) Beberapa orang Farisi berkata, "Mengapa kalian melanggar hukum-hukum agama kita dengan melakukan yang dilarang pada hari Sabat?"
(2) Beberapa orang Farisi bertanya, “Mengapa kamu melakukan itu? Melakukan hal itu pada hari Sabat, bertentangan dengan hukum Taurat.”
(3) Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
(3) Yesus menjawab, "Belum pernahkah kalian membaca tentang yang dilakukan Daud, ketika ia dan orang-orangnya lapar?
(3) Yesus mengatakan, “Apakah kamu tidak membaca yang dilakukan Daud ketika ia dan orang yang bersama dia lapar?
(4) bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
(4) Ia masuk ke dalam Rumah Tuhan dan mengambil roti yang sudah dipersembahkan kepada Allah, lalu memakannya. Kemudian diberikannya juga roti itu kepada orang-orangnya. Padahal menurut hukum agama kita, imam-imam saja yang boleh makan roti itu."
(4) Ia masuk ke rumah Allah dan mengambil roti yang dipersembahkan kepada Allah dan memakannya. Ia juga memberi roti kepada mereka yang bersama dia. Menurut hukum, roti itu hanya boleh dimakan oleh imam.”
(5) Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
(5) Lalu Yesus berkata, "Anak Manusia berkuasa atas hari Sabat!"
(5) Yesus berkata kepada orang Farisi itu, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
6:6-11 = Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat
(Mat 12:9-14; Mr 3:1-6)
(6) Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
(6) Pada suatu hari Sabat yang lain, Yesus pergi mengajar di rumah ibadat. Di situ ada orang yang tangannya lumpuh sebelah.
(6) [Yesus Menyembuhkan Pada Hari Sabat] Pada suatu hari Sabat Yesus pergi ke rumah pertemuan dan mengajar. Di sana terdapat seorang yang tangan kanannya lumpuh.
(7) Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
(7) Beberapa guru agama dan orang Farisi mau mencari kesalahan Yesus supaya bisa mengadukan Dia. Jadi mereka terus memperhatikan apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat.
(7) Guru Taurat dan orang Farisi mengamat-amati-Nya. Mereka ingin tahu apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Jika Ia melakukannya, mereka mempunyai alasan untuk mengadukan-Nya.
(8) Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
(8) Tetapi Yesus tahu pikiran mereka. Maka Ia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, "Mari berdiri di sini di depan!" Orang itu bangun, lalu berdiri di situ.
(8) Yesus tahu pikiran mereka lalu Ia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Bangkitlah dan berdiri di depan orang ini.” Orang itu pun bangkit dan berdiri di sana.
(9) Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
(9) Kemudian Yesus bertanya kepada orang-orang yang ada di situ, "Menurut agama, kita boleh berbuat apa pada hari Sabat? Berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau mencelakakan?"
(9) Yesus berkata kepada mereka, “Aku mau tahu, yang manakah yang benar: berbuat baik atau berbuat jahat pada hari Sabat? Menyelamatkan hidup seseorang atau membunuhnya?”
(10) Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
(10) Yesus melihat sekeliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang itu, "Ulurkanlah tanganmu." Orang itu mengulurkan tangannya, dan tangannya pun sembuh.
(10) Ia memandang mereka semua lalu berkata kepada orang itu, “Ulurkan tanganmu.” Orang itu melakukannya, dan ternyata tangannya sudah sembuh.
(11) Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
(11) Tetapi guru-guru agama dan orang-orang Farisi itu marah sekali, dan mulai berunding mengenai apa yang dapat mereka lakukan terhadap Yesus.
(11) Orang Farisi dan guru Taurat sangat marah. Kemudian mereka berbicara sesama mereka apa yang dapat dilakukannya terhadap Yesus.
6:12-16 = Yesus memanggil kedua belas rasul
(Mat 10:1-4; Mr 3:13-19)
(12) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
(12) Pada waktu itu Yesus naik ke sebuah bukit untuk berdoa. Di situ Ia berdoa kepada Allah sepanjang malam.
(12) [Yesus Memilih Dua Belas Rasul] Pada suatu ketika Yesus keluar untuk berdoa di sebuah gunung. Ia berada di sana sepanjang malam berdoa kepada Allah.
(13) Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
(13) Ketika hari sudah terang, Ia memanggil pengikut-pengikut-Nya, lalu memilih dua belas orang dari mereka. Ia menamakan kedua belas orang itu rasul-rasul. Mereka adalah:
(13) Besok paginya, Ia memanggil para pengikut-Nya dan memilih 12 orang dari antara mereka. Ia menyebut mereka rasul:
(14) Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
(14) Simon (yang disebut-Nya juga Petrus), dan Andreas saudara Simon; Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
(14) Simon, yang dinamai-Nya Petrus, Andreas, saudara Petrus, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus,
(15) Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
(15) Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon (yang disebut Patriot),
(15) Matius, Tomas, Yakobus, anak Alfeus, Simon, yang disebut orang Zelot,
(16) Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
(16) Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
(16) Yudas, anak Yakobus, Yudas Iskariot, yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17-19 = Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang
(Mat 4:23-25)
(17) Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
(17) Kemudian Yesus turun dari bukit itu bersama-sama dengan rasul-rasul itu, lalu berhenti dan berdiri di suatu tempat yang datar. Di situ ada juga sejumlah besar pengikut-pengikut-Nya yang lain dan banyak orang yang datang dari mana-mana di seluruh Yudea, Yerusalem, dan kota-kota Tirus dan Sidon yang di tepi laut.
(17) [Yesus Mengajar dan Menyembuhkan] Yesus turun bersama rasul-rasul itu dan Dia berdiri di suatu dataran. Sekelompok besar dari pengikut-Nya berada di sana. Juga ada di sana banyak orang yang datang dari seluruh daerah Yudea, Yerusalem, daerah pantai Tirus dan Sidon.
(18) Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
(18) Mereka datang untuk mendengar Yesus, dan untuk disembuhkan dari penyakit-penyakit mereka. Mereka yang kemasukan roh jahat datang juga dan disembuhkan.
(18) Mereka datang untuk mendengar Yesus dan untuk disembuhkan dari penyakit-penyakitnya. Ada juga yang diganggu oleh roh-roh jahat yang disembuhkan-Nya.
(19) Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
(19) Semua orang berusaha menjamah Yesus, karena ada kuasa yang keluar dari diri-Nya yang menyembuhkan mereka semua.
(19) Semua orang banyak itu berusaha menjamah Yesus sebab ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan mereka semua.
6:20-26 = Ucapan bahagia dan peringatan
(Mat 5:1-12)
(20) Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
(20) Yesus memandang pengikut-pengikut-Nya lalu berkata, "Berbahagialah kalian orang-orang miskin, karena kalian adalah anggota umat Allah!
(20) Ia memandang kepada pengikut-pengikut-Nya dan berkata, “Betapa bahagianya kamu yang miskin. Kerajaan Allah adalah milikmu.
(21) Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
(21) Berbahagialah kalian yang lapar sekarang; kalian akan dikenyangkan! Berbahagialah kalian yang menangis sekarang; kalian akan tertawa!
(21) Betapa bahagianya kamu yang lapar sekarang. Kamu akan kenyang. Betapa bahagianya kamu yang menangis sekarang. Kamu akan bersukacita dan tertawa.
(22) Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
(22) Berbahagialah kalian kalau dibenci, ditolak, dihina dan difitnah oleh karena Anak Manusia!
(22) Kamu akan dibenci orang karena kamu pengikut Anak Manusia. Mereka membuat kamu meninggalkan kelompok mereka. Mereka akan menghina kamu. Mereka menganggap bersalah walau hanya menyebut namamu. Apabila hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Allah akan memberkatimu.
(23) Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
(23) Nabi-nabi pada zaman dahulu diperlakukan begitu juga. Kalau hal itu terjadi hendaklah kalian bersenang hati dan menari dengan gembira, sebab besarlah upah yang tersedia untuk kalian di surga.
(23) pada waktu itu kamu dapat berbahagia dan bersukacita sebab upahmu besar di surga. Nenek moyang mereka juga melakukan hal yang sama terhadap nabi-nabi.
(24) Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
(24) Tetapi celakalah kalian yang kaya sekarang ini; sebab kalian sudah mengalami kenikmatan!
(24) Celakalah kamu yang kaya sebab kamu telah menerima hidup yang senang.
(25) Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
(25) Celakalah kalian yang kenyang sekarang ini; sebab kalian akan kelaparan! Celakalah kalian yang tertawa sekarang ini; sebab kalian akan bersedih hati dan menangis!
(25) Celakalah kamu yang kenyang sekarang sebab kamu akan mengalami kelaparan. Celakalah kamu yang tertawa sekarang sebab kamu akan berdukacita dan menangis.
(26) Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
(26) Celakalah kalian, jika semua orang memujimu; sebab begitu juga nenek moyang mereka memuji nabi-nabi palsu zaman dahulu."
(26) Tidak baik jika semua orang memujimu, karena demikian juga yang dilakukan nenek moyang mereka terhadap nabi-nabi palsu.”
6:27-36 = Kasihilah musuhmu
(Mat 5:38-48)
(27) Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
(27) "Tetapi kepada kalian yang mendengar Aku sekarang ini, Aku beri pesan ini: kasihilah musuh-musuhmu, dan berbuatlah baik kepada orang yang membencimu.
(27) [Kasihilah Musuhmu] “Tetapi Aku berkata kepada kamu yang mendengarkan Aku, kasihilah musuhmu. Berbuat baiklah terhadap mereka yang membencimu.
(28) mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
(28) Berkatilah orang yang mengutukmu, dan doakanlah orang yang jahat terhadapmu.
(28) Berkati mereka yang memaki-maki kamu. Berdoalah untuk mereka yang memperlakukanmu tidak baik.
(29) Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
(29) Kalau orang menampar pipimu yang satu, biarkan ia menampar pipimu yang sebelah juga. Kalau jubahmu dirampas, berikanlah juga bajumu.
(29) Jika ada orang memukul pipimu, berikan juga pipi yang lain. Dan jika ada orang mengambil pakaianmu, biarlah dia mengambil bajumu juga.
(30) Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
(30) Kalau orang minta sesuatu kepadamu, berikanlah itu kepadanya; dan kalau milikmu dirampas, janganlah memintanya kembali.
(30) Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu. Dan jika ada orang mengambil milikmu, jangan tagih kembali.
(31) Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
(31) Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka.
(31) Sebagaimana kamu mau diperlakukan orang lain, begitu juga kamu harus memperlakukan orang lain.
(32) Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
(32) Kalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian saja, apa jasamu? Orang berdosa pun mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka!
(32) Jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah kamu patut dipuji? Sebab orang berdosa pun mengasihi orang yang mengasihinya.
(33) Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
(33) Dan kalau kalian berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik kepadamu saja, apa jasamu? Orang berdosa pun berbuat begitu!
(33) Jika kamu berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik terhadapmu, apakah kamu dapat dipuji? Orang berdosa pun berbuat begitu.
(34) Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
(34) Dan kalau kalian meminjamkan uang hanya kepada orang-orang yang dapat mengembalikannya, apa jasamu? Orang berdosa pun meminjamkan uang kepada orang berdosa, lalu memintanya kembali!
(34) Jika kamu meminjamkan hanya kepada orang yang dapat membayarnya kembali, apa yang baik dari perbuatan itu? Orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa. Dan mereka mengharapkan pembayaran kembali sepenuhnya.
(35) Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
(35) Seharusnya bukan begitu! Kalian sebaliknya harus mengasihi musuhmu dan berbuat baik kepada mereka. Kalian harus memberi pinjam, dan jangan mengharap mendapat kembali. Bila demikian, upahmu akan besar dan kalian akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi. Sebab Allah baik hati terhadap orang yang tidak tahu terima kasih, dan terhadap yang jahat juga.
(35) Kasihilah musuhmu dan berbuat baiklah terhadap mereka. Pinjamkan tanpa mengharap akan dikembalikan sehingga upahmu akan besar dan kamu benar-benar bertindak sebagai anak Allah yang Mahatinggi. Ya, karena Allah baik hati terhadap orang yang penuh dengan dosa dan tidak tahu berterima kasih.
(36) Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
(36) Hendaklah kalian berbelaskasihan seperti Bapamu juga berbelaskasihan!"
(36) Tunjukkanlah kasih dan bermurah hatilah, sama seperti Bapamu memberikan kasih dan bermurah hati.”
6:37-42 = Hal menghakimi
(Mat 7:1-5)
(37) Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
(37) "Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah. Janganlah menghukum orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihukum Allah. Ampunilah orang lain, supaya Allah juga mengampuni kalian.
(37) [Periksalah Dirimu Sendiri] “Jangan menghakimi orang lain supaya kamu tidak dihakimi. Jangan menghukum orang lain supaya kamu juga tidak dihukum. Ampunilah orang lain, maka kamu juga akan diampuni.
(38) Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
(38) Berilah kepada orang lain, supaya Allah juga memberikan kepadamu; kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu. Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu."
(38) Berikanlah kepada orang lain, dan kamu akan menerima. Kamu akan diberi banyak. Itu akan diberikan ke tanganmu — lebih daripada yang dapat kamu pegang. Kamu akan diberi begitu banyak sampai tumpah ke pangkuanmu. Bagaimana caramu memberi kepada orang lain, demikian juga cara Allah memberi kepadamu.”
(39) Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
(39) Kemudian Yesus menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut ini, "Kalau orang buta memimpin orang buta yang lain, pasti kedua-duanya akan jatuh ke dalam selokan.
(39) Yesus menceritakan kepada mereka perumpamaan ini, “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Mereka berdua pasti akan jatuh ke dalam lubang.
(40) Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
(40) Tidak ada murid yang lebih besar daripada gurunya. Tetapi murid yang sudah selesai belajar, akan menjadi sama seperti gurunya.
(40) Seorang murid tidak lebih baik daripada gurunya, tetapi setiap orang, jika dilatih benar-benar, akan menjadi seperti gurunya.
(41) Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
(41) Mengapa kalian melihat secukil kayu dalam mata saudaramu, sedangkan balok yang di matamu sendiri tidak kalian perhatikan?
(41) Mengapa engkau melihat serbuk di mata saudaramu, padahal engkau tidak melihat balok di matamu sendiri?
(42) Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
(42) Bagaimana kalian dapat mengatakan kepada saudaramu, 'Mari, saudara, saya keluarkan kayu secukil itu dari matamu itu,' sedangkan dalam matamu sendiri ada balok yang tidak kalian lihat? Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok yang ada pada matamu sendiri. Barulah kalian dapat melihat dengan jelas dan dapat mengeluarkan secukil kayu dari mata saudaramu."
(42) Bagaimana mungkin engkau mengatakan kepada saudaramu, ‘Saudara, mari kubuang serbuk itu dari matamu,’ padahal engkau tidak melihat balok di matamu sendiri? Hai orang munafik. Buanglah dahulu balok itu dari matamu. Sesudah itu baru engkau dapat melihat dengan jelas serbuk dari mata saudaramu untuk membuangnya.”
6:43-45 = Pohon dan buahnya
(Mat 12:33-35)
(43) Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
(43) "Pohon yang subur tidak menghasilkan buah yang buruk. Begitu juga pohon yang tidak subur tidak menghasilkan buah yang baik.
(43) [Dua Macam Buah] “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Begitu pula tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
(44) Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
(44) Setiap pohon dikenal dari buahnya. Belukar berduri tidak menghasilkan buah ara, dan semak berduri tidak menghasilkan buah anggur.
(44) Setiap pohon dikenal karena buahnya. Orang tidak mengumpulkan buah ara dari semak-semak berduri. Begitu juga orang tidak memetik anggur dari semak berduri.
(45) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
(45) Orang yang baik mengeluarkan hal-hal baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan. Orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat karena hatinya penuh kejahatan. Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itulah yang melimpah dari hati."
(45) Orang yang baik menghasilkan hal-hal yang baik dari kebaikan yang tersimpan dalam hatinya, tetapi orang yang jahat akan menghasilkan hal-hal yang jahat dari kejahatan dalam hatinya. Orang mengatakan hal-hal yang ada di dalam hatinya.”
6:46-49 = Dua macam dasar
(Mat 7:24-27)
(46) Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
(46) "Mengapa kalian memanggil Aku, 'Tuhan, Tuhan,' tetapi tidak melakukan apa yang Kukatakan kepadamu?
(46) [Dua Macam Orang] “Mengapa kamu memanggil Aku, ‘Tuhan, Tuhan,’ padahal kamu tidak melakukan yang Aku katakan?
(47) Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--,
(47) Dengan siapakah dapat kita samakan orang yang datang kepada-Ku, dan mendengar perkataan-Ku, serta melakukannya? --Baiklah Aku menunjukkannya kepadamu--.
(47) Setiap orang yang datang kepada-Ku, dan mendengar ajaran-Ku, dan mengikutinya — akan Kutunjukkan sifat orang itu kepadamu:
(48) ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
(48) Ia seperti orang yang ketika membangun rumah menggali dalam-dalam, lalu membuat pondasinya pada batu. Pada waktu ada banjir dan air sungai melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, sebab sudah dibangun di atas pondasi yang baik.
(48) Orang itu seperti orang yang membangun rumah. Ia menggali dalam-dalam dan membangun dasar rumah itu di atas batu. Ketika datang banjir, sungai menghantam rumah itu, tetapi tidak dapat menggoyahkannya, sebab rumah itu dibangun dengan baik.
(49) Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
(49) Tetapi orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, adalah seperti seorang yang membangun rumah tanpa pondasi. Kalau banjir melanda, rumah itu segera roboh; dan kerusakannya hebat sekali!"
(49) Orang yang mendengar kata-kata-Ku dan tidak mematuhinya, adalah seperti orang yang membangun rumahnya bukan di atas batu. Banjir menghantam rumah itu dan segera rumah itu rubuh dan hancur seluruhnya.”
Lukas (Luke) (누가복음)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345
- 6 -
789101112131415161718192021222324