www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
Cari isi web dengan Google
(Search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab
(Search verses by keywords)
Terjemahan (translation)
Filipi / Philippians / 빌립보서
1
- 2 -
34
Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
English Amplified 2015

[Versi Mudah Dibaca 2006]
2:1-11 = Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
(1) Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
(1) Kalian kuat, karena kalian bersatu dengan Kristus. Dan kalian terhibur karena Kristus mengasihimu! Kalian dibimbing Roh Allah, dan kalian juga saling mengasihi serta menaruh belas kasihan satu sama lain.
(1) {Be Like Christ}Therefore if there is any encouragement and comfort in Christ [as there certainly is in abundance], if there is any consolation of love, if there is any fellowship [that we share] in the Spirit, if [there is] any [great depth of] affection and compassion,
(2) karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
(2) Nah, cobalah kalian betul-betul menyenangkan hati saya dengan hal-hal ini: Hiduplah sehati dengan kasih yang sama, dengan pikiran yang sama dan tujuan yang sama.
(2) make my joy complete by being of the same mind, having the same love [toward one another], knit together in spirit, intent on one purpose [and living a life that reflects your faith and spreads the gospel—the good news regarding salvation through faith in Christ].
(3) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
(3) Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri.
(3) Do nothing from selfishness or empty conceit [through factional motives, or strife], but with [an attitude of] humility [being neither arrogant nor self-righteous], regard others as more important than yourselves.
(4) dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
(4) Perhatikanlah kepentingan orang lain; jangan hanya kepentingan diri sendiri.
(4) Do not merely look out for your own personal interests, but also for the interests of others.
(5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
(5) Hendaklah kalian berjiwa seperti Yesus Kristus:
(5) Have this same attitude in yourselves which was in Christ Jesus [look to Him as your example in selfless humility],
(6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
(6) Pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang ilahi itu harus dipertahankan-Nya.
(6) who, although He existed in the form and unchanging essence of God [as One with Him, possessing the fullness of all the divine attributes—the entire nature of deity], did not regard equality with God a thing to be grasped or asserted [as if He did not already possess it, or was afraid of losing it];
(7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
(7) Sebaliknya, Ia melepaskan semuanya lalu menjadi sama seperti seorang hamba. Ia menjadi seperti manusia, dan nampak hidup seperti manusia.
(7) but emptied Himself [without renouncing or diminishing His deity, but only temporarily giving up the outward expression of divine equality and His rightful dignity] by assuming the form of a bond-servant, and being made in the likeness of men [He became completely human but was without sin, being fully God and fully man].
(8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
(8) Ia merendahkan diri, dan hidup dengan taat kepada Allah sampai mati--yaitu mati disalib.
(8) After He was found in [terms of His] outward appearance as a man [for a divinely-appointed time], He humbled Himself [still further] by becoming obedient [to the Father] to the point of death, even death on a cross.
(9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
(9) Sebab itulah Allah mengangkat Dia setinggi-tingginya, serta memberikan kepada-Nya kekuasaan yang lebih besar daripada segala kekuasaan yang lain.
(9) For this reason also [because He obeyed and so completely humbled Himself], God has highly exalted Him and bestowed on Him the name which is above every name,
(10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
(10) Maka untuk menghormati Yesus, semua makhluk yang di surga, dan yang di bumi, serta yang di bawah bumi, akan menyembah Dia.
(10) so that at the name of Jesus every knee shall bow [in submission], of those who are in heaven and on earth and under the earth,
(11) dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
(11) Mereka semuanya akan mengaku bahwa Yesus Kristuslah Tuhan; dengan demikian Allah Bapa dimuliakan.
(11) and that every tongue will confess and openly acknowledge that Jesus Christ is Lord (sovereign God), to the glory of God the Father.
2:12-18 = Tetaplah kerjakan keselamatanmu
(12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
(12) Sebab itu, Saudara-saudara yang tercinta, sebagaimana kalian selalu taat kepada saya pada waktu saya berada di tengah-tengah kalian, maka lebih-lebih sekarang pada waktu berjauhan, hendaklah kalian tetap taat kepada saya. Kalian sudah diselamatkan oleh Allah, jadi berusahalah terus supaya kesejahteraanmu menjadi sempurna. Lakukanlah itu dengan hormat dan patuh kepada Allah,
(12) So then, my dear ones, just as you have always obeyed [my instructions with enthusiasm], not only in my presence, but now much more in my absence, continue to work out your salvation [that is, cultivate it, bring it to full effect, actively pursue spiritual maturity] with awe-inspired fear and trembling [using serious caution and critical self-evaluation to avoid anything that might offend God or discredit the name of Christ].
(13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
(13) karena Allah sendiri yang bekerja di dalam dirimu untuk membuat kalian rela dan sanggup menyenangkan hati Allah.
(13) For it is [not your strength, but it is] God who is effectively at work in you, both to will and to work [that is, strengthening, energizing, and creating in you the longing and the ability to fulfill your purpose] for His good pleasure.
(14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
(14) Kerjakanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut atau bertengkar.
(14) Do everything without murmuring or questioning [the providence of God],
(15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
(15) Dengan demikian kalian menunjukkan bahwa kalian adalah anak-anak Allah yang tidak bercela, yang hidup dengan tulus dan benar di tengah-tengah orang jahat dan berdosa. Dan pada waktu kalian menyampaikan kepada mereka berita yang memberi hidup, hendaklah kalian menjadi bagi mereka seperti cahaya yang bersinar menerangi dunia. Kalau kalian hidup seperti itu, nanti ada alasan bagi saya untuk merasa bangga mengenai kalian pada waktu Yesus Kristus datang kembali. Itu buktinya bahwa perjuangan saya tidak sia-sia dan usaha saya ada hasilnya.
(15) so that you may prove yourselves to be blameless and guileless, innocent and uncontaminated, children of God without blemish in the midst of a [morally] crooked and [spiritually] perverted generation, among whom you are seen as bright lights [beacons shining out clearly] in the world [of darkness],
(16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
(16) (2:15)
(16) holding out and offering to everyone the word of life, so that in the day of Christ I will have reason to rejoice greatly because I did not run [my race] in vain nor labor without result.
(17) Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
(17) Mungkin saya akan dibunuh dan darahku menjadi seperti kurban curahan di atas apa yang kalian persembahkan kepada Allah sebagai tanda bahwa kalian percaya kepada-Nya. Kalau memang itu harus demikian, saya bersyukur atas hal itu dan turut bergembira dengan kalian.
(17) But even if I am being poured out as a drink offering on the sacrifice and service of your faith [for preaching the message of salvation], still I rejoice and share my joy with you all.
(18) Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.
(18) Begitu juga hendaknya kalian pun merasa senang dan turut bergembira dengan saya.
(18) You too, rejoice in the same way and share your joy with me.
2:19 - 3:1 = Timotius dan Epafroditus
(19) Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.
(19) Saya percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan Yesus, saya segera dapat mengutus Timotius kepadamu, supaya saya dapat terhibur oleh berita mengenai kalian.
(19) {Timothy and Epaphroditus}But I hope in the Lord Jesus to send Timothy to you soon, so that I may also be encouraged by learning news about you.
(20) Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;
(20) Hanya Timotiuslah satu-satunya orang yang sejiwa dengan saya, dan sungguh-sungguh memikirkan kebahagiaanmu.
(20) For I have no one else [like him who is] so kindred a spirit who will be genuinely concerned for your [spiritual] welfare.
(21) sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.
(21) Semua yang lainnya hanya mengurusi kepentingan diri sendiri saja, bukan kepentingan Yesus Kristus.
(21) For the others [who deserted me after my arrest] all seek [to advance] their own interests, not those of Jesus Christ.
(22) Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.
(22) Kalian sendiri sudah melihat buktinya bahwa Timotius berguna. Ia sudah bekerja keras bersama saya untuk penyebaran Kabar Baik dari Allah. Kami berdua seperti anak dengan bapak saja.
(22) But you know of Timothy's tested worth and his proven character, that he has served with me to advance the gospel like a son serving with his father.
(23) Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku;
(23) Oleh sebab itu, segera sesudah saya mengetahui bagaimana perkara saya berakhir nanti, saya akan mengutus dia kepadamu.
(23) Therefore, I hope [that it is His will] to send him immediately, just as soon as I see how my case turns out;
(24) tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.
(24) Saya percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan, saya sendiri pun tidak lama lagi akan mengunjungi kalian juga.
(24) and I trust [confidently] in the Lord that soon I also will be coming to you.
(25) Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.
(25) Mengenai saudara kita Epafroditus yang kalian utus untuk membantu saya, saya merasa perlu untuk menyuruh dia kembali kepadamu. Ia sudah mendampingi saya dalam pekerjaan dan perjuangan saya.
(25) However, I thought it necessary to send back to you Epaphroditus, [who has been] my brother and companion and fellow soldier, who was also sent as your messenger to take care of my needs.
(26) Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.
(26) Ia rindu sekali kepada Saudara semuanya, dan ia gelisah karena kalian sudah mendapat berita bahwa ia sakit.
(26) For he has been longing for all of you and was distressed because you had heard that he was sick.
(27) Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.
(27) Memang betul ia sakit sampai hampir mati. Tetapi Allah kasihan kepadanya; dan bukan hanya kepadanya saja, tetapi kepada saya juga, supaya saya jangan menjadi lebih sedih lagi.
(27) He certainly was sick and close to death. But God had mercy on him, and not only on him but also on me, so that I would not have sorrow upon sorrow.
(28) Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku.
(28) Itu sebabnya makin besar juga keinginan saya untuk menyuruh dia kembali kepadamu, supaya kalian gembira lagi kalau kalian berjumpa dengan dia, dan hati saya pun menjadi tenang.
(28) So I have sent him all the more eagerly so that when you see him again you may rejoice and I may be less concerned about you.
(29) Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.
(29) Jadi, sambutlah dia dengan segala senang hati sebagai seorang saudara yang seiman. Hargailah semua orang yang seperti dia.
(29) Welcome him home in the Lord with great joy, and appreciate and honor men like him;
(30) Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.
(30) Untuk kepentingan pekerjaan Kristus, ia hampir saja mati; ia mempertaruhkan nyawanya untuk memberi pertolongan kepada saya atas namamu.
(30) because he came close to death for the work of Christ, risking his life to complete what was lacking in your service to me [which distance prevented you from rendering personally].
Filipi / Philippians / 빌립보서
1
- 2 -
34