website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Ezra (Perjanjian Lama)
Ezra 2 : 48 = bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam;

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab Surat Kepada Orang Ibrani 9 (Ibrani / IBR 9 / Hebrews 9 / 히브리서 9)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
English Amplified 2015

[Versi Mudah Dibaca 2006]
9:1-10 = Tempat kudus di bumi dan di sorga
(1) Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
(1) Perjanjian yang pertama mempunyai peraturan-peraturan ibadat, dan mempunyai juga tempat ibadat buatan manusia.
(1) {The Old and the New}Now even the first covenant had regulations for divine worship and for the earthly sanctuary.
(2) Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
(2) Sebuah kemah didirikan yang bagian depannya dinamakan Ruang Suci. Di situ ada standar untuk pelita, dan ada juga meja dengan roti yang dipersembahkan kepada Allah.
(2) A tabernacle (sacred tent) was put up, the outer one or first section, in which were the lampstand and the table with [its loaves of] the sacred showbread; this is called the Holy Place.
(3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
(3) Di bagian dalamnya, yaitu di belakang gorden yang kedua, ada ruangan yang dinamakan Ruang Mahasuci.
(3) Behind the second veil there was another tabernacle [the inner one or second section] known as the Holy of Holies,
(4) Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
(4) Di dalam ruangan itu ada mezbah yang dibuat dari emas untuk membakar dupa, dan ada juga Peti Perjanjian yang seluruhnya dilapisi dengan emas. Di dalam Peti itu terdapat belanga emas berisi manna, tongkat Harun yang telah bertunas, dan dua lempeng batu tulis yang di atasnya tertulis sepuluh perintah dari Allah.
(4) having the golden altar of incense and the ark of the covenant covered entirely with gold. This contained a golden jar which held the manna, and the rod of Aaron that sprouted, and the [two stone] tablets of the covenant [inscribed with the Ten Commandments];
(5) dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
(5) Di atas Peti itu terdapat dua Kerub, yaitu makhluk bersayap yang melambangkan kehadiran Allah. Sayap dari kedua makhluk itu terkembang di atas tutup Peti, yaitu tempat pengampunan dosa. Tetapi semuanya itu tidak dapat diterangkan sekarang secara terperinci.
(5) and above the ark were the [golden] cherubim of glory overshadowing the mercy seat; but we cannot now go into detail about these things.
(6) Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
(6) Begitulah semuanya diatur. Tiap-tiap hari imam-imam masuk ke dalam bagian depan kemah itu untuk menjalankan tugas mereka.
(6) Now when these things have been prepared in this way, the priests continually enter the outer [or first section of the] tabernacle [that is, the Holy Place] performing [their ritual acts of] the divine worship,
(7) tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
(7) Yang masuk ke bagian paling dalam dari kemah itu hanyalah imam agung saja. Ia melakukan itu cuma sekali setahun. Itu dilakukannya dengan membawa darah untuk dipersembahkan kepada Allah karena dirinya sendiri dan karena dosa-dosa yang dilakukan tanpa sadar oleh umat-Nya.
(7) but into the second [inner tabernacle, the Holy of Holies], only the high priest enters [and then only] once a year, and never without [bringing a sacrifice of] blood, which he offers [as a substitutionary atonement] for himself and for the sins of the people committed in ignorance.
(8) Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.
(8) Dengan aturan tersebut, Roh Allah menunjukkan dengan jelas, bahwa selama kemah bagian depan itu masih berdiri, jalan masuk ke dalam Ruang Mahasuci itu belum terbuka.
(8) By this the Holy Spirit signifies that the way into the Holy Place [the true Holy of Holies and the presence of God] has not yet been disclosed as long as the first or outer tabernacle is still standing [that is, as long as the Levitical system of worship remains a recognized institution],
(9) Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
(9) Ini melambangkan zaman sekarang; berarti bahwa persembahan-persembahan dan kurban-kurban binatang yang dipersembahkan kepada Allah, tidak dapat menyempurnakan hati nurani orang yang membawa persembahan.
(9) for this [first or outer tabernacle] is a symbol [that is, an archetype or paradigm] for the present time. Accordingly both gifts and sacrifices are offered which are incapable of perfecting the conscience and renewing the [inner self of the] worshiper.
(10) karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.
(10) Sebab upacara-upacara itu hanya berkenaan dengan makanan, minuman, dan bermacam-macam upacara penyucian. Semuanya cuma peraturan-peratura lahir yang berlaku hanya sampai saatnya Allah mengadakan pembaharuan.
(10) For they [the gifts, sacrifices, and ceremonies] deal only with [clean and unclean] food and drink and various ritual washings, [mere] external regulations for the body imposed [to help the worshipers] until the time of reformation [that is, the time of the new order when Christ will establish the reality of what these things foreshadow—a better covenant].
9:11-28 = Kristus adalah Pengantara dari perjanjian yang baru
(11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
(11) Tetapi Kristus sudah datang sebagai Imam Agung dari hal-hal yang baik yang sudah ada. Kemah Tuhan di mana Ia mengerjakan tugas-Nya sebagai Imam Agung adalah kemah yang lebih agung dan lebih sempurna. Itu tidak dibuat oleh manusia; artinya bukan berasal dari dunia yang diciptakan ini.
(11) But when Christ appeared as a High Priest of the good things to come [that is, true spiritual worship], He entered through the greater and more perfect tabernacle, not made with hands, that is to say, not a part of this [material] creation.
(12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
(12) Kristus memasuki Ruang Mahasuci di dalam kemah itu hanya sekali saja untuk selama-lamanya. Pada waktu itu Ia tidak membawa darah kambing jantan atau darah anak lembu untuk dipersembahkan; Ia membawa darah-Nya sendiri, dan dengan itu Ia membebaskan kita untuk selama-lamanya.
(12) He went once for all into the Holy Place [the Holy of Holies of heaven, into the presence of God], and not through the blood of goats and calves, but through His own blood, having obtained and secured eternal redemption [that is, the salvation of all who personally believe in Him as Savior].
(13) Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
(13) Darah dari kambing dan sapi jantan serta abu dari kurban anak sapi, dipakai untuk memerciki orang-orang yang najis menurut peraturan agama supaya mereka menjadi bersih.
(13) For if the sprinkling of [ceremonially] defiled persons with the blood of goats and bulls and the ashes of a [burnt] heifer is sufficient for the cleansing of the body,
(14) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
(14) Nah, kalau darah dan abu itu dapat membersihkan kenajisan orang-orang itu, apalagi darah Kristus! Melalui Roh yang abadi, Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai kurban yang sempurna. Darah-Nya membersihkan hati nurani kita dari upacara agama yang tidak berguna, supaya kita dapat melayani Allah yang hidup.
(14) how much more will the blood of Christ, who through the eternal [Holy] Spirit willingly offered Himself unblemished [that is, without moral or spiritual imperfection as a sacrifice] to God, cleanse your conscience from dead works and lifeless observances to serve the ever living God?
(15) Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
(15) Itulah sebabnya Kristus menjadi Pengantara untuk suatu perjanjian yang baru, supaya orang yang sudah dipanggil oleh Allah dapat menerima berkat-berkat abadi yang telah dijanjikan oleh Allah. Semuanya itu dapat terjadi karena sudah ada yang mati, yaitu Kristus; dan kematian-Nya itu membebaskan orang dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan pada waktu perjanjian yang pertama masih berlaku.
(15) For this reason He is the Mediator and Negotiator of a new covenant [that is, an entirely new agreement uniting God and man], so that those who have been called [by God] may receive [the fulfillment of] the promised eternal inheritance, since a death has taken place [as the payment] which redeems them from the sins committed under the obsolete first covenant.
(16) Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
(16) Kalau ada surat warisan, harus juga ada buktinya bahwa orang yang membuat surat itu sudah meninggal.
(16) For where there is a will and testament involved, the death of the one who made it must be established,
(17) Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
(17) Sebab surat warisan tidak berlaku selama orang yang membuatnya masih hidup. Surat itu berlaku hanya setelah orang itu mati.
(17) for a will and testament takes effect [only] at death, since it is never in force as long as the one who made it is alive.
(18) Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.
(18) Karena itu perjanjian yang pertama pun harus disahkan dengan darah.
(18) So even the first covenant was not put in force without [the shedding of] blood.
(19) Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
(19) Mula-mula Musa menyampaikan semua perintah hukum Allah kepada bangsa Israel. Sesudah itu Musa mengambil darah anak sapi dan darah kambing jantan, lalu mencampurkannya dengan air, kemudian memercikkannya pada Kitab Hukum-hukum dari Allah dan pada seluruh bangsa Israel dengan memakai rerumput hisop dan bulu domba berwarna merah tua.
(19) For when every commandment in the Law had been read by Moses to all the people, he took the blood of the calves and goats [which had been sacrificed], together with water and scarlet wool and with a bunch of hyssop, and he sprinkled both the scroll itself and all the people,
(20) sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
(20) Sambil melakukan itu Musa berkata, "Inilah darah yang mensahkan perjanjian dari Allah yang harus kalian taati."
(20) saying, "This is the blood of the covenant [that seals and ratifies the agreement] which God ordained and commanded [me to deliver to] you."
(21) Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
(21) Kemudian dengan cara yang sama, Musa memercikkan darah itu juga pada Kemah Tuhan dan pada semua alat-alat untuk ibadah.
(21) And in the same way he sprinkled both the tabernacle and all the containers and sacred utensils of worship with the blood.
(22) Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
(22) Memang menurut hukum agama Yahudi, hampir segala sesuatu disucikan dengan darah; dan dosa hanya bisa diampuni kalau ada penumpahan darah.
(22) In fact under the Law almost everything is cleansed with blood, and without the shedding of blood there is no forgiveness [neither release from sin and its guilt, nor cancellation of the merited punishment].
(23) Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
(23) Dengan cara seperti itulah barang-barang yang melambangkan hal-hal yang di surga, perlu disucikan. Tetapi untuk hal-hal yang di surga itu sendiri diperlukan kurban yang jauh lebih baik.
(23) Therefore it was necessary for the [earthly] copies of the heavenly things to be cleansed with these, but the heavenly things themselves required far better sacrifices than these.
(24) Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
(24) Sebab Kristus tidak masuk ke Ruang Suci buatan manusia, yang hanya melambangkan Ruang Suci yang sebenarnya. Kristus masuk ke surga sendiri; di sana Ia sekarang menghadap Allah untuk kepentingan kita.
(24) For Christ did not enter into a holy place made with hands, a mere copy of the true one, but [He entered] into heaven itself, now to appear in the very presence of God on our behalf;
(25) Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
(25) Imam agung Yahudi tiap-tiap tahun masuk ke Ruang Mahasuci di dalam Rumah Tuhan dengan membawa darah seekor binatang. Tetapi Kristus tidak masuk untuk mempersembahkan diri-Nya berulang-ulang.
(25) nor did He [enter into the heavenly sanctuary to] offer Himself again and again, as the high priest enters the Holy Place every year with blood that is not his own.
(26) Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
(26) Sebab kalau demikian, itu berarti Ia sudah berulang-ulang menderita sejak dunia ini diciptakan. Tetapi nyatanya, sekarang pada zaman akhir ini, Ia datang satu kali saja untuk menghapus dosa dengan mengurbankan diri-Nya sendiri.
(26) Otherwise, He would have needed to suffer over and over since the foundation of the world; but now once for all at the consummation of the ages He has appeared and been publicly manifested to put away sin by the sacrifice of Himself.
(27) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
(27) Allah sudah menetapkan bahwa manusia mati satu kali saja dan setelah itu diadili oleh Allah.
(27) And just as it is appointed and destined for all men to die once and after this [comes certain] judgment,
(28) demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
(28) Begitu juga Kristus satu kali saja dipersembahkan sebagai kurban untuk menghapus dosa banyak orang. Ia akan datang lagi pada kedua kalinya, bukan untuk menyelesaikan persoalan dosa, tetapi untuk menyelamatkan orang-orang yang menantikan kedatangan-Nya.
(28) so Christ, having been offered once and once for all to bear [as a burden] the sins of many, will appear a second time [when he returns to earth], not to deal with sin, but to bring salvation to those who are eagerly and confidently waiting for Him.
Ibrani (Hebrews) (히브리서)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345678
- 9 -
10111213