website alkitab jesoes logo

www.JESOES.com

Alkitab Online Kristiani Indonesia

Hand Bible application icon
Download Android App
agen nomor cantik GSM Indonesia www.agennomor.com
vidinici banner www.vidinici.com

Website ini berisi seluruh isi Alkitab dari Perjanjian Lama (39 kitab) hingga Perjanjian Baru (27 kitab) beserta perikop (TB), ada 5 buah terjemahan alkitab yaitu:

Untuk membaca Alkitab hanya dalam 1 bahasa terjemahan maka disarankan untuk mengklik salah satu bahasa terjemahan diatas karena lebih cepat loading hanya 1 Alkitab dan meringankan beban Internet anda, jika anda mau membaca beberapa bahasa terjemahan Alkitab sekaligus maka silahkan memakai menu dibawah ini.
 
Pakai Google mencari seluruh web (search by Google)
Cari ayat ayat dalam Alkitab (Search verse by words)
Cari (words)
Terjemahan (translation)
Ayat Alkitab acak (random) untuk anda baca dan renungkan saat ini adalah:

Yosua (Perjanjian Lama)
Yosua 15 : 44 = Kehila, Akhzib dan Maresa; sembilan kota dengan desa-desanya.

Dibawah ini adalah seluruh isi kitab 1 Samuel 20 (1 Samuel / 1SAM 20 / 1 Samuel 20 / 사무엘상 20)

Terjemahan Baru 1974
Bahasa Indonesia Sehari Hari 1985

[아가페 쉬운 성경 1994]
Versi Mudah Dibaca 2006

[English Amplified 2015]
20:1-43 = Perjanjian antara Daud dan Yonatan
(1) Maka larilah Daud dari Nayot, dekat Rama; sampailah ia kepada Yonatan, lalu berkata: "Apakah yang telah kuperbuat? Apakah kesalahanku dan apakah dosaku terhadap ayahmu, sehingga ia ingin mencabut nyawaku?"
(1) Maka larilah Daud dari Nayot dekat Rama dan pergi menemui Yonatan, lalu bertanya, "Apa salahku? Kejahatan apa yang telah kulakukan dan apa dosaku terhadap ayahmu sehingga ia mau membunuhku?"
(1) [Daud dan Yonatan Membuat Perjanjian] Daud melarikan diri dari perkemahan di Rama dan pergi menemui Yonatan serta bertanya kepadanya, “Kesalahan apa yang telah kuperbuat? Apakah salahku? Mengapa ayahmu bermaksud membunuhku?”
(2) Tetapi Yonatan berkata kepadanya: "Jauhlah yang demikian itu! engkau tidak akan mati dibunuh. Ingatlah, ayahku tidak berbuat sesuatu, baik perkara besar maupun perkara kecil, dengan tidak menyatakannya kepadaku. Mengapa ayahku harus menyembunyikan perkara ini kepadaku? Tidak mungkin!"
(2) Jawab Yonatan, "Jangan berkata begitu! Demi TUHAN, engkau tidak akan dibunuh. Ayahku selalu memberitahukan segala rencananya kepadaku, baik yang penting, maupun yang tidak. Jadi tidak mungkin beliau merahasiakan maksudnya itu terhadap aku. Sebab itu, apa yang kaukatakan itu tidak benar!"
(2) Yonatan menjawab, “Itu tidak benar. Ayahku tidak berniat membunuhmu, dia tidak melakukan sesuatu tanpa menceritakannya terlebih dahulu kepadaku. Tidak soal apakah hal itu sangat penting atau hanya sepele saja, ayahku selalu memberitahukannya kepadaku. Tidak, hal itu tidak benar.”
(3) Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."
(3) Daud menjawab, "Ayahmu tahu benar bahwa engkau sayang kepadaku. Jadi pastilah ia tidak mau memberitahukan hal itu kepadamu supaya engkau jangan sedih. Bagaimanapun juga, demi TUHAN yang hidup, sesungguhnyalah hidupku bagaikan telur di ujung tanduk!"
(3) Daud mengatakan, “Ayahmu tahu betul bahwa aku sahabatmu. Ia berpikir, ‘Janganlah sampai Yonatan mengetahui hal ini karena hal ini akan diberitahukan kelak kepada Daud.’ Demi engkau dan TUHAN yang hidup, aku sangat dekat kepada kematian.”
(4) Yonatan berkata kepada Daud: "Apapun kehendak hatimu, aku akan melakukannya bagimu."
(4) Lalu berkatalah Yonatan, "Apa saja yang kauminta akan kulakukan."
(4) Yonatan berkata kepada Daud, “Aku akan melakukan apa saja yang kaukehendaki.”
(5) Lalu kata Daud kepada Yonatan: "Kautahu, besok bulan baru, maka sebenarnya aku harus duduk makan bersama-sama dengan raja. Jika engkau membiarkan aku pergi, maka aku akan bersembunyi di padang sampai lusa petang.
(5) Daud menjawab, "Begini, besok adalah Pesta Bulan Baru, dan seharusnya aku makan bersama-sama dengan baginda. Tetapi jika engkau setuju, aku akan pergi dan bersembunyi di padang sampai lusa malam.
(5) Kemudian Daud mengatakan, “Lihatlah, besok adalah perayaan Bulan Baru dan aku seharusnya makan bersama raja. Biarkan aku pergi bersembunyi di padang sampai lusa.
(6) Apabila ayahmu menanyakan aku, haruslah kaukatakan: Daud telah meminta dengan sangat kepadaku untuk pergi dengan segera ke Betlehem, kotanya, karena di sana ada upacara pengorbanan tahunan bagi segenap kaumnya.
(6) Jika ayahmu menanyakan mengapa aku tidak hadir, katakanlah kepada beliau, bahwa aku telah memohon izin darimu untuk segera pulang ke Betlehem, karena di sana diadakan upacara kurban tahunan bagi seluruh keluargaku.
(6) Jika ayahmu memperhatikan bahwa aku telah pergi, jelaskanlah kepadanya, ‘Daud mau kembali ke Betlehem karena keluarganya merayakan persembahan bulanan mereka di sana dan dia ingin bergabung dengan mereka.’
(7) Jika begini dikatakannya: Baiklah! maka hambamu ini selamat. Tetapi jika amarahnya bangkit dengan segera, ketahuilah, bahwa ia telah mengambil keputusan untuk mendatangkan celaka.
(7) Jika raja berkata, 'Baiklah,' maka aku akan aman, tetapi jika beliau marah, ketahuilah bahwa beliau sudah mengambil keputusan untuk mencelakakan aku.
(7) Jika ayahmu berkata ‘Baiklah’, maka aku selamat. Jika dia marah, engkau mengetahui niatnya mencelakakan aku.
(8) Jika demikian, tunjukkanlah kesetiaanmu kepada hambamu ini, sebab engkau telah mengikat perjanjian di hadapan TUHAN dengan hambamu ini. Tetapi jika ada kesalahan padaku, engkau sendirilah membunuh aku. Mengapa engkau harus menyerahkan aku kepada ayahmu?"
(8) Aku minta pertolonganmu, karena kita telah mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Namun jika aku bersalah, bunuhlah aku, tetapi janganlah kauserahkan aku kepada ayahmu."
(8) Hai Yonatan, tunjukkanlah kesetiaanmu kepadaku sebagai hambamu. Kita berdua telah berjanji di hadapan TUHAN. Jika aku bersalah, engkaulah yang membunuhku. Jangan serahkan aku kepada ayahmu.”
(9) Tetapi jawab Yonatan: "Jauhlah yang demikian itu! Sebab jika kuketahui dengan pasti, bahwa ayahku telah mengambil keputusan untuk mendatangkan celaka kepadamu, masakan aku tidak memberitahukannya kepadamu?"
(9) Jawab Yonatan, "Jangan khawatir! Jika aku tahu dengan pasti bahwa ayahku telah bertekad untuk mencelakakanmu, tentulah akan kuberitahukan kepadamu."
(9) Yonatan menjawab, “Tidak pernah demikian. Jika aku mengetahui dengan pasti bahwa ayahku akan menyakiti engkau, pasti kuberitahukan kepadamu.”
(10) Lalu bertanyalah Daud kepada Yonatan: "Siapakah yang akan memberitahukan kepadaku, apabila ayahmu menjawab engkau dengan keras?"
(10) Kemudian Daud bertanya, "Siapakah yang akan memberitahukan kepadaku seandainya ayahmu menjawabmu dengan geram?"
(10) Berkatalah Daud kepada Yonatan, “Siapakah yang memberitahukan kepadaku hal-hal buruk yang dikatakan ayahmu tentang aku kepadamu?”
(11) Kata Yonatan kepada Daud: "Marilah kita keluar ke padang." Maka keluarlah keduanya ke padang.
(11) "Marilah kita pergi ke padang," kata Yonatan. Maka pergilah mereka bersama-sama ke padang.
(11) Kemudian Yonatan mengatakan, “Marilah kita keluar ke ladang.” Jadi, mereka berdua pergi bersama-sama ke ladang.
(12) Lalu berkatalah Yonatan kepada Daud: "Demi TUHAN, Allah Israel, besok atau lusa kira-kira waktu ini aku akan memeriksa perasaan ayahku. Apabila baik keadaannya bagi Daud, masakan aku tidak akan menyuruh orang kepadamu dan memberitahukannya kepadamu?
(12) Lalu Yonatan berkata kepada Daud, "Semoga TUHAN, Allah Israel menjadi saksi kita! Besok pagi atau lusa kira-kira pada waktu seperti sekarang ini, aku akan berusaha mengetahui isi hati ayahku. Jika ia bersikap baik terhadapmu, aku akan mengirim kabar kepadamu.
(12) Yonatan berkata kepada Daud, “Aku berjanji di hadapan TUHAN Allah Israel bahwa aku akan menyelidiki sikap ayahku terhadap engkau, apakah dia baik atau jahat. Dalam tiga hari hasilnya akan kuberitahukan kepadamu di ladang.
(13) Tetapi apabila ayahku memandang baik untuk mendatangkan celaka kepadamu, beginilah kiranya TUHAN menghukum Yonatan, bahkan lebih lagi dari pada itu, sekiranya aku tidak menyatakannya kepadamu dan membiarkan engkau pergi, sehingga engkau dapat berjalan dengan selamat. TUHAN kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai ayahku dahulu.
(13) Jika ia berniat mencelakakanmu, pasti akan kuberitahukan kepadamu juga supaya engkau dapat menyelamatkan dirimu. Semoga TUHAN membunuhku kalau hal itu tidak kulakukan. Mudah-mudahan TUHAN menolongmu seperti dia telah ditolongnya juga!
(13) Jika dia ingin menyakiti engkau, pasti kuberitahukan kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan selamat. Kiranya TUHAN menghukum aku, jika aku tidak melaksanakannya. Semoga TUHAN beserta engkau sebagaimana Ia bersama ayahku.
(14) Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati,
(14) Dan jika aku masih hidup, ingatlah perjanjian kita di hadapan TUHAN dan setialah kepadaku; tetapi jika aku sudah tiada,
(14) Buktikanlah kesetiaanmu terhadap aku seperti kesetiaan TUHAN selama hidupku dan sesudah aku meninggal,
(15) janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi,
(15) tunjukkanlah kesetiaanmu kepada keturunanku untuk selama-lamanya. Dan apabila TUHAN membinasakan semua musuhmu,
(15) tetaplah tunjukkan kebaikanmu kepada keturunanku. TUHAN membinasakan segala musuhmu dari atas muka bumi ini.
(16) janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud."
(16) janganlah perjanjian antara kita berdua terputus. Jika sampai terputus, Tuhanlah yang akan menghukummu."
(16) Jika pada saat itu kaum keluarga Yonatan harus dipisahkan dari Daud, biarkan hal itu terjadi. TUHAN kiranya menghukum musuh Daud.”
(17) Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
(17) Jadi untuk kedua kalinya Yonatan menyuruh Daud berjanji akan mengasihi dia, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
(17) Kemudian Yonatan menyuruh Daud mengulangi lagi janji kesetiaannya kepadanya. Hal itu dimintanya karena ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
(18) Kemudian berkatalah Yonatan kepadanya: "Besok bulan baru; maka engkau nanti akan ditanyakan, sebab tempat dudukmu akan tinggal kosong.
(18) Kemudian berkatalah Yonatan kepadanya, "Besok Pesta Bulan Baru. Pasti akan ketahuan bahwa engkau tidak hadir, sebab tempatmu kosong pada meja makan;
(18) Berkatalah Yonatan kepada Daud, “Besok adalah perayaan Bulan Baru, tempat dudukmu kosong, jadi ayahku akan melihat bahwa engkau telah pergi.
(19) Tetapi lusa engkau pasti akan dicari; engkau harus datang ke tempat engkau bersembunyi pada hari peristiwa itu, dan duduklah dekat bukit batu.
(19) apalagi lusa! Sebab itu, pergilah ke tempat persembunyianmu yang dahulu itu, dan tunggulah di belakang timbunan batu di situ.
(19) Lusa pergilah ke tempat yang sama di mana engkau bersembunyi, ketika peristiwa itu terjadi dan duduklah di bukit batu itu.
(20) Maka aku akan memanahkan tiga anak panah ke samping batu itu, seolah-olah aku membidik suatu sasaran.
(20) Lusa aku akan melepaskan tiga anak panah ke arah batu itu, seakan-akan membidik sasaran.
(20) Lusa aku pergi ke bukit itu dan berbuat seolah-olah membidik ke suatu sasaran dengan tiga buah anak panah.
(21) Dan ketahuilah, aku akan menyuruh bujangku: Pergilah mencari anak-anak panah itu. Jika tegas kukatakan kepada bujang itu: Lihat anak-anak panah itu lebih ke mari, ambillah! --maka datanglah, sebab, demi TUHAN yang hidup, engkau selamat dan tidak ada bahaya apa-apa.
(21) Lalu akan kusuruh budakku memungut panah-panah itu, dan jika aku berkata kepadanya, 'Ai, panah itu lebih dekat lagi ke mari; ambillah,' itu berarti bahwa engkau aman dan boleh keluar. Aku bersumpah demi TUHAN yang hidup bahwa engkau tidak dalam bahaya apa pun.
(21) Kemudian aku menyuruh hambaku mencari anak-anak panah itu. Jika aku berkata kepadanya, ‘Lihatlah anak-anak panah itu lebih dekat kemari, bawalah ke sini,’ artinya datanglah, sebab demi TUHAN yang hidup, engkau selamat, tidak ada bahaya apa-apa.
(22) Tetapi jika begini kukatakan kepada orang muda itu: Lihat anak-anak panah itu lebih ke sana! --maka pergilah, sebab TUHAN menyuruh engkau pergi.
(22) Tetapi jika aku berkata kepada budakku, 'Ai, panah itu lebih jauh lagi ke sana,' itu berarti TUHAN menyuruh engkau pergi; jadi pergilah.
(22) Namun, kalau ada bahaya, akan kukatakan kepada hamba itu, ‘Anak-anak panah itu lebih jauh ke sana.’ Jika demikian, pergilah, sebab TUHAN yang menyuruh engkau pergi.
(23) Tentang hal yang kita janjikan itu, antara aku dan engkau, sesungguhnya, TUHAN ada di antara aku dan engkau sampai selamanya."
(23) Semoga TUHAN menjaga agar kita selamanya memegang perjanjian antara kita berdua."
(23) Ingatlah perjanjian antara kita berdua, TUHAN adalah saksi antara engkau dan aku untuk selamanya.”
(24) Sesudah itu bersembunyilah Daud di padang. Ketika bulan baru tiba, duduklah raja pada meja untuk makan.
(24) Maka bersembunyilah Daud di padang. Pada Pesta Bulan Baru, Raja Saul datang ke perjamuan.
(24) Setelah itu bersembunyilah Daud di padang. [Sikap Saul pada Perayaan] Saatnya tiba untuk perayaan Bulan Baru dan duduklah raja untuk makan.
(25) Raja duduk di tempatnya seperti biasa, dekat dinding. Yonatan berhadapan dengan dia, Abner duduk di sisi Saul, tetapi tempat Daud tinggal kosong.
(25) Seperti biasanya dia duduk dekat dinding; Yonatan mengambil tempat di hadapannya, Abner di sebelah Saul, tetapi kursi Daud tetap kosong.
(25) Raja duduk dekat dinding, di mana biasanya ia duduk. Saul duduk berhadap-hadapan dengan Yonatan. Abner duduk di sebelah raja, tetapi tempat duduk Daud kosong.
(26) Dan Saul tidak berkata apa-apa pada hari itu, sebab pikirnya: "Barangkali ada sesuatu yang terjadi kepadanya; mungkin ia tidak tahir; ya, tentu ia tidak tahir."
(26) Tetapi Saul tidak menyinggung keadaan itu pada hari itu, sebab pikirnya, "Barangkali ia mengalami sesuatu hal, sehingga ia tidak bersih menurut agama."
(26) Hari itu Saul tidak mengatakan sesuatu karena dia pikir mungkin ada sesuatu hal terjadi pada diri Daud, sehingga dia tidak bersih.
(27) Tetapi pada hari sesudah bulan baru itu, pada hari yang kedua, ketika tempat Daud masih tinggal kosong, bertanyalah Saul kepada Yonatan, anaknya: "Mengapa anak Isai tidak datang makan, baik kemarin maupun hari ini?"
(27) Pada hari berikutnya, yaitu hari kedua Bulan Baru, kursi Daud masih kosong juga, lalu bertanyalah Saul kepada Yonatan, "Mengapa kemarin dan hari ini Daud tidak hadir pada perjamuan?"
(27) Pada hari berikutnya, hari kedua bulan itu, tempat duduk Daud masih tetap kosong. Bertanyalah Saul kepada Yonatan anaknya, “Mengapa anak Isai itu tidak hadir pada perayaan Bulan Baru kemarin maupun hari ini?”
(28) Jawab Yonatan kepada Saul: "Daud telah meminta dengan sangat kepadaku untuk pergi ke Betlehem,
(28) Yonatan menjawab, "Ia telah minta izin kepadaku untuk pergi ke Betlehem.
(28) Jawab Yonatan kepada Saul, “Daud sudah minta izin kepadaku untuk pergi ke Betlehem.
(29) katanya: Biarkanlah aku pergi, sebab ada upacara pengorbanan bagi kaum kami di kota, dan saudara-saudaraku sendirilah yang memanggil aku. Oleh sebab itu, jika engkau mengasihi aku, berilah izin kepadaku untuk menengok saudara-saudaraku. Itulah sebabnya ia tidak datang ke perjamuan raja."
(29) Katanya, 'Izinkanlah aku pergi, karena keluargaku sedang merayakan pesta kurban di Betlehem, dan aku disuruh datang oleh abangku. Sebab itu, jika kauizinkan, biar aku pergi untuk bertemu dengan sanak saudaraku.' Itulah sebabnya ia tidak hadir pada perjamuan ini, Ayah."
(29) Ia berkata, ‘Izinkanlah aku pergi. Saudara-saudaraku akan memberikan persembahan di Betlehem. Saudaraku telah meminta supaya aku ke sana. Dan jika engkau mengasihi aku, izinkanlah aku pergi menemui keluargaku.’ Itulah sebabnya, Daud tidak hadir pada perjamuan bersama raja.”
(30) Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: "Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?
(30) Mendengar itu Saul menjadi marah sekali kepada Yonatan dan berkata kepadanya, "Anak haram jadah! Sekarang aku tahu bahwa engkau memihak kepada Daud dan membuat malu dirimu serta ibumu!
(30) Saul sangat marah kepada Yonatan dan berkata, “Engkau adalah anak perempuan hamba yang memberontak dan engkau serupa dengan dia. Aku tahu bahwa engkau memihak Daud. Dengan demikian, engkau telah mempermalukan dirimu dan ibumu.
(31) Sebab sesungguhnya selama anak Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku, sebab ia harus mati."
(31) Tidak sadarkah engkau bahwa selama Daud hidup engkau tidak akan mungkin menjadi raja atas negeri ini? Sekarang suruhlah orang mencari dia dan membawanya kemari, sebab dia harus mati!"
(31) Selama anak Isai itu masih hidup, engkau tidak pernah menjadi raja atau memiliki suatu kerajaan. Sekarang suruhlah orang membawanya kepadaku.”
(32) Tetapi Yonatan menjawab Saul, ayahnya itu, katanya kepadanya: "Mengapa ia harus dibunuh? Apa yang dilakukannya?"
(32) Maka jawab Yonatan, "Mengapa ia harus mati? Dosanya apa?"
(32) Yonatan bertanya kepada ayahnya, “Mengapa Daud harus dibunuh? Apa kesalahannya?”
(33) Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.
(33) Mendengar itu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan hendak membunuhnya. Maka tahulah Yonatan bahwa ayahnya memang sungguh-sungguh berniat hendak membunuh Daud.
(33) Namun, Saul melemparkan tombaknya ke arah Yonatan, untuk membunuhnya. Jadi, Yonatan tahu bahwa ayahnya berniat membunuh Daud.
(34) Sebab itu Yonatan bangkit dan meninggalkan perjamuan itu dengan kemarahan yang bernyala-nyala. Pada hari yang kedua bulan baru itu ia tidak makan apa-apa, sebab ia bersusah hati karena Daud, sebab ayahnya telah menghina Daud.
(34) Dengan marah sekali Yonatan meninggalkan meja perjamuan dan ia tidak makan apa-apa pada hari kedua Pesta Bulan Baru itu. Ia sangat prihatin memikirkan Daud yang telah dihina oleh Saul ayahnya.
(34) Bangkitlah amarah Yonatan saat itu dan dia berdiri meninggalkan meja jamuan. Dia benar-benar marah pada ayahnya sehingga dia tidak mau makan apa pun pada hari kedua perayaan itu. Ia sangat marah sebab Saul menghinanya dan mau membunuh Daud.
(35) Pada waktu pagi keluarlah Yonatan ke padang bersama-sama seorang budak kecil sesuai dengan janjinya kepada Daud.
(35) Keesokan harinya Yonatan pergi ke padang untuk bertemu dengan Daud seperti yang telah mereka rencanakan bersama. Ia membawa seorang anak laki-laki, budaknya,
(35) [Daud dan Yonatan Berpisah] Besok paginya Yonatan pergi ke padang. Dia bermaksud menemui Daud di sana sesuai dengan yang telah dijanjikannya. Seorang anak kecil ikut bersama dia.
(36) Berkatalah ia kepada budaknya: "Larilah, carilah anak-anak panah yang kupanahkan." Baru saja budak itu berlari, maka Yonatan melepaskan sebatang anak panah lewat kepala budak itu.
(36) lalu berkata kepadanya, "Ayo, pungutlah panah-panah yang akan kupanahkan." Sedang anak itu berlari, Yonatan memanahkan sebuah panah melewati anak itu.
(36) Berkatalah Yonatan kepada anak itu, “Berlarilah dan cari anak panah yang kulepaskan dari busurku.” Anak itu berlari dan saat itu juga Yonatan melepaskan anak panah melewati kepala anak itu.
(37) Ketika budak itu sampai ke tempat letaknya anak panah yang dilepaskan Yonatan itu, maka berserulah Yonatan dari belakang budak itu, katanya: "Bukankah anak panah itu lebih ke sana?"
(37) Ketika anak itu sampai ke tempat jatuhnya panah itu, Yonatan berseru kepadanya, "Ai, panah itu lebih jauh lagi ke sana!
(37) Anak itu berlari ke tempat anak panah itu jatuh, tetapi Yonatan berkata kepadanya, “Anak panah itu lebih jauh dari situ.”
(38) Kemudian berserulah Yonatan dari belakang budak itu: "Ayo, cepat, jangan berdiri saja!" Lalu budak Yonatan memungut anak panah itu dan kembali kepada tuannya.
(38) Cepat sedikit, jangan melamun!" Anak itu memungut panah itu dan kembali kepada tuannya.
(38) Kemudian Yonatan berseru, “Ayo cepat. Pergi dan ambil anak panah itu. Jangan berdiri di situ saja.” Anak itu memungut anak-anak panah itu dan menyerahkannya kepada majikannya.
(39) Tetapi budak itu tidak tahu apa-apa, hanya Yonatan dan Daudlah yang mengetahui hal itu.
(39) Ia sama sekali tidak mengerti maksud kata-kata Yonatan itu, hanya Yonatan dengan Daudlah yang mengerti.
(39) Anak itu tidak mengerti sama sekali tentang yang telah terjadi, hanya Yonatan dan Daud yang mengetahuinya.
(40) Sesudah itu Yonatan memberikan senjatanya kepada budak yang menyertai dia, dan berkata kepadanya: "Pergilah, bawalah ke kota."
(40) Kemudian Yonatan memberikan alat pemanahnya kepada anak itu dan menyuruh dia kembali ke kota.
(40) Yonatan memberikan busur dan anak panahnya kepada anak itu dan menyuruh dia pulang ke kota.
(41) Maka pulanglah budak itu, lalu tampillah Daud dari sebelah bukit batu; ia sujud dengan mukanya ke tanah dan menyembah tiga kali. Mereka bercium-ciuman dan bertangis-tangisan. Akhirnya Daud dapat menahan diri.
(41) Setelah anak itu pergi, Daud keluar dari belakang timbunan batu itu, lalu sujud tiga kali. Baik dia maupun Yonatan, kedua-duanya menangis ketika mereka saling berciuman. Kesedihan Daud lebih besar daripada kesedihan Yonatan.
(41) Anak itu pergi. Daud keluar dari tempat persembunyiannya dari sebelah bukit batu itu. Ia sujud dengan mukanya ke tanah sebanyak tiga kali di hadapan Yonatan. Kemudian mereka berdua saling berpelukan dan sama-sama menangis. Itulah suatu perpisahan yang sangat menyedihkan, terlebih-lebih bagi Daud.
(42) Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud: "Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya." (20-43) Setelah itu bangunlah Daud dan pergi; dan Yonatanpun pulang ke kota.
(42) Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud, "Semoga Allah menolongmu. TUHAN akan menjamin bahwa kita dan keturunan kita selalu memegang perjanjian kita berdua di hadapan Allah." Setelah itu pergilah Daud, dan Yonatan pun pulang ke kota.
(42) Kemudian Yonatan berkata kepada Daud, “Pergilah dalam damai. Kita sudah berjanji dalam nama TUHAN untuk bersahabat. Kita sudah sepakat dengan TUHAN sebagai saksi di antara kita berdua dan keturunan kita selamanya.”
1 Samuel (1 Samuel) (사무엘상)
Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal)
12345678910111213141516171819
- 20 -
2122232425262728293031